siluet foto sedang menggunakan smartphone untuk mendaftarkan nomor baru (unsplash.com/Swello)
Untuk mengurangi risiko infeksi spyware, pengguna sebaiknya rutin memperbarui sistem operasi dan aplikasi. Pembaruan biasanya membawa perbaikan keamanan yang membantu melindungi perangkat dari celah yang telah diketahui. Selain itu, hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak jelas dan jangan sembarangan membuka tautan atau lampiran dari pesan mencurigakan.
Periksa pula izin aplikasi secara berkala, terutama akses terhadap mikrofon, kamera, lokasi, kontak, dan file. Gunakan kunci layar yang kuat dan autentikasi dua faktor untuk akun penting. Jika menemukan aktivitas yang tidak dikenali, periksa juga sesi login dan perangkat yang terhubung ke akun tersebut.
Apabila terdapat dugaan kuat bahwa HP telah disusupi, pengguna dapat mencari bantuan teknisi atau ahli keamanan digital tepercaya. Untuk kasus yang berpotensi berkaitan dengan tindak pidana, sebaiknya dokumentasikan gejala dan simpan bukti sebelum melakukan reset pabrik. Langkah ini penting agar bukti digital yang mungkin dibutuhkan tidak hilang.
HP yang panas dan baterainya cepat habis memang dapat menjadi salah satu indikasi adanya aktivitas mencurigakan, termasuk kemungkinan spyware. Namun, kedua gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh aplikasi yang boros daya, kondisi baterai yang menurun, jaringan yang buruk, atau aktivitas penggunaan sehari-hari. Kasus dugaan penyadapan yang belakangan mencuat menunjukkan pentingnya menjaga keamanan komunikasi digital. Meski demikian, masyarakat perlu membedakan penyadapan melalui sistem jaringan telekomunikasi dan infeksi spyware pada perangkat. Keduanya merupakan persoalan yang berbeda dan tidak bisa dideteksi hanya melalui kondisi fisik HP.