Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jika HP Sudah Dimatikan, Apakah Masih Bisa Disadap?

4 min read
Jika HP Sudah Dimatikan, Apakah Masih Bisa Disadap?
ilustrasi menggunakan smartwatch (unsplash.com/Rob Hampson)
  • Smartphone yang benar-benar dimatikan umumnya tidak menjalankan komunikasi seluler, sehingga panggilan atau transmisi jaringan aktif tidak dapat disadap melalui intersepsi jaringan.
  • Penyadapan jaringan berbeda dengan spyware: perangkat lunak berbahaya tetap membutuhkan HP beroperasi untuk merekam atau mengirim data, kecuali ada kompromi firmware atau mekanisme khusus.
  • Fitur pelacakan seperti Find My dapat membantu menemukan perangkat hingga 24 jam setelah dimatikan pada kondisi tertentu, tetapi tidak memungkinkan akses percakapan, pesan, atau mikrofon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Isu penyadapan komunikasi kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan data dan privasi digital. Kemampuan teknologi untuk memantau komunikasi seseorang juga memunculkan pertanyaan tentang seberapa jauh aktivitas pengguna smartphone dapat diakses tanpa sepengetahuannya. Jika HP sudah dimatikan, apakah penyadapan masih bisa dilakukan?

Pertanyaan ini semakin relevan setelah muncul dugaan penyadapan terhadap nomor telepon Presiden Prabowo Subianto melalui sistem Lawful Interception Management System (LIMS). Kasus yang diungkap Bareskrim Polri pada 3 November 2026 ini bukan hanya menyoroti keamanan komunikasi pejabat negara, tetapi juga mengundang rasa penasaran tentang kemampuan teknologi penyadapan. Sebenarnya, sejauh mana sistem tersebut dapat bekerja ketika smartphone target dalam keadaan mati?

  1. 1. HP yang benar-benar dimatikan tidak bisa mengirim komunikasi seluler seperti biasa

    Ilustrasi smartphone untuk menggambarkan penggunaan perangkat seluler dalam aktivitas digital sehari-hari.
    ilustrasi smartphone (unsplash.com/Stephen Frank)

    Pada dasarnya, smartphone yang benar-benar dimatikan (shutdown) tidak lagi menjalankan komunikasi seluler normal seperti ketika perangkat dalam keadaan aktif. Ini karena perangkat membutuhkan daya untuk mengoperasikan modem seluler, terhubung dengan jaringan operator, serta mengirim dan menerima informasi. Dalam kondisi normal, penyadapan komunikasi melalui jaringan seluler bergantung pada adanya aktivitas komunikasi antara perangkat dan jaringan.

    National Institute of Standards and Technology (NIST) menjelaskan bahwa salah satu bentuk ancaman penyadapan seluler terjadi ketika pihak lain mencegat lalu lintas komunikasi antara perangkat dan menara pemancar (base station). Artinya, ketika HP benar-benar mati dan tidak melakukan transmisi seluler, penyadap tidak bisa begitu saja mendengar percakapan telepon yang sedang berlangsung melalui jaringan tersebut. Tidak ada panggilan atau komunikasi seluler aktif yang dapat ditangkap dari perangkat yang sudah berhenti beroperasi secara normal. Namun, bukan berarti semua bentuk pemantauan terhadap perangkat otomatis berhenti. Sebab, kemampuan melacak lokasi perangkat, mengakses data, dan menyadap komunikasi memiliki mekanisme yang berbeda.

  2. 2. Penyadapan jaringan berbeda dari spyware yang terpasang di HP

    Ilustrasi spyware Pegasus sebagai perangkat lunak pengawasan digital yang dapat menyusup ke perangkat pengguna.
    Spyware Pegasus (commons.wikimedia.org/Gibran Aquino)

    Salah satu hal yang sering disalahpahami adalah menganggap semua penyadapan bekerja melalui cara yang sama. Padahal, terdapat perbedaan antara intersepsi komunikasi pada jaringan telekomunikasi dan perangkat lunak berbahaya (spyware) yang menginfeksi smartphone. Pada penyadapan jaringan, proses pemantauan dilakukan melalui infrastruktur telekomunikasi. Sementara itu, spyware bekerja dengan memanfaatkan akses ke perangkat korban. Bergantung pada kemampuan dan izin yang dimilikinya, perangkat lunak tersebut dapat mengakses informasi tertentu, seperti pesan, aktivitas aplikasi, atau data yang tersimpan di perangkat.

    Meski begitu, spyware juga membutuhkan perangkat yang masih beroperasi untuk menjalankan perintah dan mengirimkan informasi. Jika HP benar-benar mati, spyware biasa tidak bisa terus-menerus merekam percakapan melalui mikrofon atau mengirimkan data secara langsung. Pengecualian dapat terjadi pada perangkat yang tidak benar-benar mati, mengalami kompromi pada tingkat firmware, atau memiliki mekanisme khusus yang tetap aktif setelah pengguna mengira perangkat sudah dimatikan. Karena itu, penting membedakan HP yang benar-benar mati dari HP yang hanya terkunci, layarnya padam, atau berada dalam mode pesawat.

  3. 3. HP mati bukan berarti seluruh fitur elektronik berhenti bekerja

    fitur Find My
    fitur Find My (apple.com)

    Ada hal menarik yang perlu diketahui pengguna smartphone. Pada beberapa perangkat, kondisi mati tidak selalu berarti seluruh komponen elektronik berhenti bekerja tanpa pengecualian. Contohnya, Apple menjelaskan bahwa iPhone ataupun AirTag yang mendukung jaringan Find My masih dapat ditemukan melalui jaringan tersebut hingga 24 jam setelah dimatikan atau terputus dari internet, apabila fitur Find My Network diaktifkan. Kemampuan ini memanfaatkan mekanisme khusus untuk membantu menemukan perangkat yang hilang.

    Namun, kemampuan tersebut tidak sama dengan penyadapan percakapan. Mengetahui lokasi perangkat melalui jaringan Find My bukan berarti seseorang dapat mendengarkan mikrofon, membaca pesan, atau mengakses panggilan telepon ketika iPhone sudah dimatikan. Dengan demikian, pengguna perlu membedakan antara pelacakan lokasi perangkat dan penyadapan komunikasi. Keduanya merupakan aktivitas berbeda yang menggunakan mekanisme teknis berbeda pula.

  4. 4. Bagaimana cara mengurangi risiko penyadapan?

    ilustrasi menggunakan smartphone
    ilustrasi menggunakan smartphone (unsplash.com/Swello)

    Meskipun mematikan HP dapat menghentikan komunikasi seluler normal dari perangkat tersebut, pengguna tetap perlu memperhatikan keamanan digital secara keseluruhan. Terlebih, ancaman penyadapan tidak hanya berasal dari intersepsi jaringan, tetapi juga bisa melibatkan malware, pencurian kredensial, hingga eksploitasi kerentanan perangkat. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut.

    Pertama, perbarui sistem operasi. Instal pembaruan keamanan agar kerentanan yang sudah diketahui dapat ditambal. Kedua, hindari aplikasi mencurigakan. Unduh aplikasi dari toko resmi dan periksa izin akses yang diminta. Ketiga, gunakan autentikasi berlapis seperti autentikasi dua faktor pada akun penting. Keempat, periksa perangkat yang terhubung dan sesi login yang tidak dikenal. Kelima, pilih layanan komunikasi yang menerapkan enkripsi end-to-end untuk melindungi isi percakapan. Langkah-langkah tersebut memang tidak menjamin seseorang sepenuhnya bebas dari ancaman penyadapan. Namun, kebiasaan menjaga keamanan perangkat dapat membantu mengurangi risiko akses tidak sah terhadap informasi pribadi.

    Dalam kondisi benar-benar mati, smartphone pada umumnya tidak dapat melakukan komunikasi seluler normal yang menjadi objek intersepsi jaringan. Penyadap tidak bisa begitu saja mendengarkan panggilan yang tidak sedang berlangsung atau mengambil komunikasi baru dari perangkat yang tidak aktif. Namun, kondisi ini perlu dibedakan dari fitur pelacakan perangkat yang masih dapat bekerja melalui mekanisme khusus, seperti Find My pada iPhone, maupun kemungkinan kompromi pada tingkat perangkat keras atau firmware.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More