5 Kontroversi yang Mengiringi Pengembangan GTA 6

- Pengembangan GTA 6 diwarnai kebocoran video dan materi internal pada 2022 serta 2026, dengan Rockstar dan Take-Two mengonfirmasi intrusi jaringan dan menempuh langkah hukum.
- Rockstar menghadapi sorotan ketenagakerjaan terkait dugaan crunch, kewajiban kerja kantor lima hari, serta pemecatan lebih dari 30 karyawan yang memicu sengketa dengan serikat pekerja.
- Jadwal rilis GTA 6 mundur dua kali dari target 2025; Rockstar kini menetapkan peluncuran pada 19 November 2026 karena membutuhkan tambahan waktu pengembangan.
Penantian panjang perilisan Grand Theft Auto 6 (GTA 6) akan segera berakhir. Namun, perjalanan Rockstar Games dalam mengembangkan seri terbarunya ini tidak selalu berjalan mulus. Di balik ambisi menghadirkan dunia virtual yang lebih besar, studio tersebut menghadapi berbagai kontroversi, mulai dari kebocoran data internal hingga persoalan hak pekerja. Sejumlah masalah menarik perhatian media internasional dan komunitas industri game. Berikut lima kontroversi yang pernah mengiringi proses pengembangan GTA 6.
1. Kebocoran video gameplay sebelum pengumuman resmi

baku tembak di GTA 6 (dok. Rockstar Games/GTA 6) Pada September 2022, Rockstar Games mengalami insiden keamanan siber yang mengakibatkan beberapa video gameplay awal GTA 6 tersebar di internet. Materi yang bocor memperlihatkan sejumlah adegan permainan, lingkungan Vice City, dan karakter yang sedang dikembangkan. Rockstar kemudian mengonfirmasi bahwa insiden itu terjadi akibat intrusi jaringan yang dilakukan pihak ketiga. Kontroversi serupa kembali muncul pada Agustus 2026 ketika sejumlah klip dan materi yang diklaim berasal dari GTA 6 beredar di internet. Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar, mengambil langkah hukum untuk mengidentifikasi pihak yang diduga menyebarkan materi tersebut.
2. Budaya kerja lembur atau crunch menjadi sorotan

GTA 6 (dok. Rockstar Games/GTA 6) Rockstar Games pernah mendapat kritik terkait budaya kerja lembur ekstrem atau crunch dalam pengembangan game. Isu ini mencuat setelah sejumlah laporan mengenai proses produksi Red Dead Redemption 2 pada 2018 mengungkap adanya periode kerja panjang, termasuk pekan kerja yang mencapai sekitar 60 jam bagi sebagian staf. Rockstar kemudian berupaya mengubah sistem kerja agar proses pengembangan GTA 6 tidak mengulangi pengalaman sebelumnya. Meski begitu, pada Juli 2026, anggota Rockstar Game Workers Union kembali menyampaikan tuduhan bahwa praktik crunch masih terjadi di sejumlah tim. Pihak Take-Two membantah tuduhan bahwa lingkungan kerjanya tidak sehat dan menyatakan perusahaan berupaya menyediakan lingkungan kerja yang baik bagi staf.
3. Kebijakan kembali bekerja di kantor memicu kritik

Cal Hampton (dok. Rockstar Games/GTA 6) Pada Februari 2024, Rockstar mengumumkan kebijakan yang mewajibkan karyawan kembali bekerja dari kantor selama lima hari dalam sepekan. Sebelumnya, sebagian staf memiliki fleksibilitas bekerja dari rumah. Manajemen menyebut keamanan dan produktivitas sebagai alasan utama perubahan kebijakan itu. Keputusan ini lantas menuai kritik dari sebagian karyawan karena mengurangi fleksibilitas kerja jarak jauh. Kebijakan itu juga menjadi perhatian karena Rockstar pernah mengalami kebocoran materi pengembangan GTA 6. Namun, penerapan kewajiban bekerja dari kantor tidak serta-merta menghilangkan risiko kebocoran, mengingat insiden serupa kembali dilaporkan pada 2026.
4. Pemecatan puluhan karyawan memicu sengketa serikat pekerja

karakter GTA 6 (dok. Rockstar Games/GTA 6) Pada Oktober 2025, Rockstar memecat lebih dari 30 karyawan di sejumlah kantor Inggris dan Kanada. Keputusan itu memicu kontroversi karena para pekerja yang diberhentikan disebut memiliki keterlibatan dalam aktivitas pengorganisasian serikat pekerja. Rockstar menyatakan para karyawan diberhentikan karena pelanggaran berat berupa penyebaran informasi rahasia mengenai fitur game yang belum diumumkan melalui forum publik. Kedua pihak memiliki versi berbeda mengenai alasan pemecatan, sehingga persoalan ini berkembang menjadi sengketa ketenagakerjaan yang turut mendapat perhatian pemerintah Inggris.
5. Jadwal rilis GTA 6 mengalami dua kali penundaan

GTA 6 (dok. Rockstar Games/GTA 6) Kontroversi lain yang paling dirasakan penggemar adalah perubahan jadwal peluncuran GTA 6. Setelah trailer perdana pada Desember 2023 mengindikasikan game akan hadir pada 2025, Rockstar mengumumkan penundaan pertama pada Mei 2025. Jadwal peluncuran kemudian bergeser menjadi 26 Mei 2026. Namun, tanggal tersebut kembali berubah pada November 2025. Rockstar akhirnya mengumumkan bahwa GTA 6 membutuhkan waktu pengembangan tambahan dan menetapkan 19 November 2026 sebagai jadwal rilis terbaru.
Kontroversi GTA 6 juga datang dari orang-orang yang merasa penampilannya digunakan sebagai inspirasi karakter dalam game. Salah satunya Lawrence Sullivan alias Florida Joker, yang menuduh Rockstar mengambil inspirasi dari wajah dan tato miliknya untuk karakter dalam trailer perdana. Setelah sempat meminta kompensasi hingga jutaan dolar AS, Sullivan justru mengajukan permintaan agar diberi kesempatan menjadi pengisi suara karakter tersebut pada Februari 2024. Nah, saat sudah peluncuran pada 19 November mendatang, apakah menurutmu GTA 6 akan memunculkan kontroversi baru?




















