Dominasi laptop x86 mulai terguncang sejak munculnya prosesor dengan arsitektur ARM. Qualcomm menjadi pemicunya dengan menghadirkan prosesor Snapdragon X series pada 2025. Qualcomm juga mengeklaim bahwa laptop Snapdragon mampu bersaing dengan laptop x86 yang ditenagai prosesor buatan Intel dan AMD. Namun, kenyataannya hal tersebut tak sepenuhnya benar.
Ada beberapa kekurangan laptop Snapdragon yang membuatnya kalah dari laptop Intel atau AMD, seperti kemampuan gaming yang loyo, tidak bisa diinstal ulang dengan mudah, bahkan punya masalah kompatibilitas dengan printer. Apa kamu tertarik beli laptop Snapdragon? Simak dulu berbagai kekurangannya agar tak menyesal.
