Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NVIDIA Cetak ATH lagi, Apa yang Bikin Sahamnya Terus Naik?

4 min read
NVIDIA Cetak ATH lagi, Apa yang Bikin Sahamnya Terus Naik?
ilustrasi NVIDIA (unsplash.com/BoliviaInteligente)
  • Saham NVIDIA mencapai ATH US$237,55 pada 2 Oktober 2026, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$5,7 triliun, didukung prospek AI dan permintaan chip pusat data.
  • Pendapatan kuartal II fiskal 2027 mencapai US$96,2 miliar, naik 106 persen tahunan; bisnis data center menyumbang US$89 miliar, naik 117 persen.
  • NVIDIA menambah buyback US$150 miliar sehingga total otorisasi sekitar US$235 miliar hingga fiskal 2028, sementara proyeksi pendapatan kuartal III sekitar US$108 miliar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saham NVIDIA kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all-time high (ATH) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Harga saham perusahaan pembuat chip tersebut sempat mencapai US$237,55 per lembar, melampaui rekor sebelumnya sebesar US$235,54. Kapitalisasi pasar NVIDIA juga sempat mencapai sekitar US$5,7 triliun pada perdagangan tersebut.

Momen NVIDIA cetak ATH lagi terjadi ketika investor masih melihat prospek besar dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Permintaan terhadap chip untuk pusat data tetap kuat dan kinerja keuangan perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang tinggi. Program pembelian kembali saham dalam jumlah besar juga menambah sentimen positif terhadap saham NVIDIA.

  1. 1. Belanja infrastruktur AI masih terus bertumbuh

    GPU H100
    GPU H100 (nvidia.com)

    Salah satu faktor utama di balik kenaikan saham NVIDIA adalah meningkatnya belanja untuk membangun infrastruktur AI. Perusahaan teknologi besar dan penyedia layanan komputasi awan terus membutuhkan GPU untuk menjalankan dan mengembangkan berbagai layanan berbasis AI. NVIDIA menyebut pembangunan infrastruktur AI global masih terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan komputasi.

    Permintaan tersebut langsung memberikan keuntungan bagi bisnis NVIDIA karena perusahaan menyediakan GPU dan sistem jaringan yang digunakan dalam pusat data. Pada kuartal kedua tahun fiskal 2027, pendapatan NVIDIA dari bisnis data center mencapai US$89 miliar, naik 117 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kenaikan saham NVIDIA tidak hanya bergantung pada harapan investor, tetapi juga didukung oleh peningkatan penjualan produk AI.

  2. 2. Pendapatan Nvidia masih tumbuh sangat cepat

    ilustrasi profit
    ilustrasi profit (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Kinerja keuangan NVIDIA menjadi alasan lain yang membuat investor tetap optimistis terhadap saham perusahaan tersebut. NVIDIA mencatat pendapatan US$96,2 miliar pada kuartal kedua tahun fiskal 2027, naik 106 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan 18 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa bisnis NVIDIA masih mampu tumbuh meskipun basis pendapatannya sudah sangat besar.

    Perusahaan juga memperkirakan pendapatan kuartal ketiga mencapai sekitar US$108 miliar dengan batas atas dan bawah sekitar 2 persen. Prospek tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa permintaan terhadap chip AI masih dapat menopang pertumbuhan NVIDIA dalam beberapa kuartal berikutnya. Selama pertumbuhan pendapatan dan laba tetap tinggi, investor memiliki alasan untuk mempertahankan valuasi NVIDIA pada level yang sangat besar.

  3. 3. NVIDIA siapkan buyback saham US$150 miliar

    ilustrasi investasi saham
    ilustrasi investasi saham (pexels.com/RDNE Stock project)

    Sentimen terhadap saham NVIDIA juga mendapat dorongan setelah perusahaan mengumumkan tambahan program share buyback senilai US$150 miliar. Tambahan tersebut membuat total otorisasi pembelian kembali saham NVIDIA menjadi sekitar US$235 miliar hingga tahun fiskal 2028. Reuters melaporkan bahwa langkah tersebut menjadi salah satu program buyback terbesar yang pernah diumumkan oleh perusahaan publik dan menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap kemampuan NVIDIA untuk menghasilkan kas.

    Buyback dapat memengaruhi saham karena perusahaan menggunakan kas untuk membeli kembali saham yang beredar di pasar. Jika jumlah saham beredar berkurang sementara laba tetap kuat, laba per saham atau earnings per share (EPS) dapat meningkat. Pengumuman tersebut juga menjadi sinyal bahwa NVIDIA memiliki arus kas yang cukup kuat untuk mengembalikan modal kepada pemegang saham sekaligus tetap membiayai ekspansi bisnis AI.

  4. 4. Investor masih percaya pada masa depan AI

    ilustrasi artificial intelligence
    ilustrasi artificial intelligence (magnific.com/DC Studio)

    Faktor lain yang mendukung NVIDIA adalah keyakinan investor bahwa perkembangan AI belum mencapai titik akhirnya. Perusahaan teknologi masih meningkatkan kapasitas komputasi untuk melatih dan menjalankan model AI, sehingga kebutuhan terhadap GPU berperforma tinggi tetap besar. NVIDIA bahkan memperkirakan pertumbuhan pendapatan sekitar 70 persen pada tahun fiskal 2028 dalam proyeksi yang disampaikan kepada investor.

    Keyakinan tersebut membuat NVIDIA tetap menjadi salah satu perusahaan yang paling diperhatikan dalam perkembangan industri AI. Namun, harga saham yang sudah mencapai ATH juga membuat ekspektasi investor terhadap kinerja NVIDIA semakin tinggi. Artinya, perusahaan perlu terus menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat agar valuasi sekitar US$5,7 triliun dapat dipertahankan.

    NVIDIA cetak ATH lagi menunjukkan bahwa investor masih melihat prospek besar dari bisnis AI dan kebutuhan terhadap infrastruktur komputasi. Pertumbuhan pendapatan data center, prospek bisnis yang kuat, program buyback besar, serta optimisme terhadap perkembangan AI ikut mendukung kenaikan sahamnya. Meski begitu, rekor harga baru juga membuat NVIDIA menghadapi ekspektasi yang semakin tinggi untuk mempertahankan pertumbuhan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More