Rilisnya iPhone Duo Bikin Galaxy Z Fold8 Ketiban Rezeki

- Penjualan Galaxy Z Fold8 di Korea Selatan naik sekitar 10% setelah iPhone Duo diumumkan, karena sebagian konsumen yang menunggu akhirnya memilih perangkat Samsung.
- Galaxy Z Fold8 diuntungkan oleh ketersediaan lebih cepat dan harga Korea Selatan yang lebih rendah; iPhone Duo baru meluncur 23 Oktober dengan selisih harga lebih dari 1 juta won.
- Galaxy Z Fold8 lebih ringan dan tipis dibanding iPhone Duo, sementara masuknya Apple diproyeksikan mendorong pertumbuhan pasar ponsel lipat global.
Kehadiran iPhone Duo sebagai smartphone lipat pertama Apple ternyata tidak langsung membuat Samsung kehilangan pembeli. Setelah Apple memperkenalkan perangkat tersebut pada 9 September 2026 waktu setempat, penjualan Galaxy Z Fold8 di Korea Selatan justru meningkat sekitar 10 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Menurut laporan The Chosun Daily pada 17 September 2026, kenaikan penjualan Galaxy Z Fold8 terjadi pada pekan setelah Apple mengumumkan iPhone Duo.
Sebagian konsumen sebelumnya disebut menunda pembelian karena ingin melihat seperti apa smartphone lipat pertama Apple sebelum menentukan pilihan. Setelah iPhone Duo diperkenalkan, sebagian dari mereka justru beralih membeli Galaxy Z Fold8 yang sudah tersedia di pasaran. Lantas, bagaimana bisa smartphone lipat Samsung malah ketiban rezeki setelah rival barunya diperkenalkan?
1. Konsumen tak perlu risau menunggu lama

Samsung Galaxy Z Fold8 (samsung.com) Salah satu alasan Samsung Galaxy Z Fold8 kembali diminati adalah soal ketersediaan. iPhone Duo baru dijadwalkan meluncur di Korea Selatan pada 23 Oktober, sehingga konsumen masih harus menunggu lebih dari sebulan setelah pengumumannya. Galaxy Z Fold8 sendiri sudah tersedia dan bisa dibeli lebih cepat bagi konsumen yang tidak ingin menunggu.
Kondisi tersebut membuat sebagian calon pembeli yang sebelumnya menanti debut Apple akhirnya mengambil keputusan. Mereka sudah mengetahui seperti apa penawaran iPhone Duo, termasuk harga dan spesifikasinya. Galaxy Z Fold8 pun mendapat keuntungan dari konsumen yang ingin segera memiliki HP lipat tanpa menunggu jadwal peluncuran Apple.
2. Harga iPhone Duo menjadi pertimbangan konsumen

iPhone Duo (apple.com) Harga juga menjadi salah satu faktor yang membuat Galaxy Z Fold8 mendapat perhatian. Di Korea Selatan, iPhone Duo 256GB dibanderol 3,29 juta won (Rp42,2 juta) atau lebih dari 1 juta won lebih mahal dibandingkan Galaxy Z Fold8 256GB yang memiliki harga 2,2781 juta won atau Rp29,2 juta. Selisih tersebut membuat harga menjadi salah satu pertimbangan penting bagi konsumen yang sedang membandingkan kedua smartphone lipat tersebut.
Perbedaan harga itu jauh lebih besar dibandingkan pasar Amerika Serikat. Di sana, iPhone Duo 256GB dibanderol 1.999 dolar AS (Rp35,6 juta), sedangkan Galaxy Z Fold8 berada di angka 1.899 dolar AS (Rp33,8 juta). Artinya, perbedaan harga kedua perangkat tersebut di AS hanya sekitar 100 dolar AS (Rp1,8 juta) untuk kapasitas penyimpanan yang sama.
Perbedaan harga juga terlihat di Eropa, meski terpaut lebih lebar. Galaxy Z Fold8 disebut dijual sekitar 2.000 euro (Rp40,9 juta), sementara iPhone Duo berada di kisaran 2.300 euro (Rp46,9 juta) untuk kapasitas yang sama. Di Korea Selatan, selisih harga kedua perangkat tersebut jauh lebih besar dibandingkan AS maupun Eropa.
Menariknya, iPhone Duo varian 2TB di Korea Selatan dibanderol 5,09 juta won atau setara Rp65,4 juta. Harga tersebut menjadi yang pertama kali membuat sebuah smartphone konsumen menembus angka 5 juta won di negara tersebut. Galaxy Z Fold8 sendiri tidak menyediakan pilihan penyimpanan 2TB.
3. Galaxy Z Fold8 lebih ringan dan tipis

Samsung Galaxy Z Fold8 (samsung.com) Bukan hanya soal harga dan ketersediaan, aspek fisik kedua perangkat juga menjadi pembanding. iPhone Duo memiliki bobot 254 gram dan ketebalan 11,3 mm saat dilipat, sedangkan Galaxy Z Fold8 berbobot 201 gram dan memiliki ketebalan 9,7 mm. Artinya, Galaxy Z Fold8 lebih ringan sekitar 53 gram dan lebih tipis 1,6 mm dalam kondisi terlipat.
Perbedaan tersebut menjadi salah satu aspek yang ikut disorot setelah Apple memasuki kategori smartphone lipat. Samsung telah mengembangkan sejumlah generasi HP foldable sebelum kehadiran iPhone Duo, sementara perangkat Apple tersebut merupakan debut pertamanya di kategori ini. Karena itu, perbedaan pada desain dan perangkat keras menjadi bagian dari persaingan kedua perusahaan.
iPhone Duo tetap membawa sejumlah fitur yang menjadi ciri khas Apple. Salah satunya adalah efek ketika salah satu layar meredup saat perangkat dibuka, sehingga menghasilkan tampilan visual yang berbeda. Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana Apple mencoba menawarkan pengalaman software dan desain di tengah persaingan spesifikasi hardware.
4. Apple bisa membesarkan pasar HP lipat

iPhone Duo (apple.com) Di balik persaingan antara iPhone Duo dan Galaxy Z Fold8, masuknya Apple sebenarnya bisa memberikan dampak lebih luas bagi pasar smartphone lipat. Saat ini, perangkat foldable masih menyumbang sekitar 2 persen dari keseluruhan pasar smartphone global. Kehadiran Apple berpotensi membuat kategori tersebut semakin dikenal oleh konsumen yang sebelumnya belum tertarik menggunakan HP lipat.
Counterpoint Research memperkirakan pasar smartphone lipat global tumbuh 24 persen tahun ini dan kembali meningkat 37 persen pada tahun depan. Pengiriman kumulatifnya juga diproyeksikan melampaui 100 juta unit tahun ini, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sejak smartphone lipat mulai hadir pada 2019. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa kategori foldable masih memiliki ruang pertumbuhan meski porsinya terhadap pasar smartphone secara keseluruhan masih kecil.
Apple sendiri diproyeksikan dapat mengirim hingga 6 juta unit iPhone Duo pada tahun pertamanya. Counterpoint Research memperkirakan Apple dapat menguasai sekitar 25 persen pangsa pasar smartphone lipat, sementara Samsung berada di angka 38 persen dan HUAWEI 22 persen. Liz Li, Associate Director di Counterpoint Research, mengatakan produksi awal iPhone Duo kemungkinan masih terbatas, tetapi masuknya Apple dapat memberikan dampak besar bagi kategori foldable.
Dengan demikian, debut iPhone Duo tidak hanya menghadirkan pesaing baru bagi Samsung. Kehadirannya justru membuat sebagian konsumen yang sebelumnya menunggu mengambil keputusan membeli Galaxy Z Fold8. Kalau tren ini berlanjut, apakah persaingan Apple dan Samsung justru bisa membuat pasar HP lipat semakin besar?






















