Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perusahaan yang Membuat Prosesor Komputer, AMD Salah Satunya
ilustrasi prosesor komputer (unsplash.com/Francesco Vantini)
  • Intel menawarkan Core, Core Ultra, dan Core N dengan kompatibilitas luas serta efisiensi daya, meski harganya disebut lebih mahal dibanding AMD.
  • AMD Ryzen menonjol untuk gaming dan pekerjaan grafis berkat sinkronisasi GPU, teknologi X3D, serta opsi upgrade CPU lebih mudah tanpa mengganti motherboard.
  • Qualcomm, Apple, dan NVIDIA mengandalkan arsitektur ARM serta SoC, dengan fokus berbeda pada AI, efisiensi daya, grafis, dan perangkat laptop.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sebagai otak dari komputer, prosesor atau CPU (Central Processing Unit) merupakan komponen yang sangat penting. Ukuran prosesor memang kecil, tapi komponen tersebut mampu mengatur semua fungsi dan menjalankan perintah di komputer. Menariknya, tak banyak perusahaan yang bisa membuat prosesor komputer, lho.

Hanya ada beberapa perusahaan yang membuat prosesor komputer, yaitu Intel, AMD, hingga Qualcomm. Prosesor yang mereka buat juga berbeda, entah itu terkait nama, arsitektur, performa, hingga peruntukannya. Penasaran bagaimana tiap perusahaan membuat prosesor komputer? Yuk, ulik bersama!

1. Intel (prosesor Intel Core, Intel N, dan Intel Core Ultra)

ilustrasi prosesor Intel (unsplash.com/pChristian Wiediger)

Di daftar pertama ada Intel yang sudah merilis banyak seri prosesor mulai dari Intel Core, Intel Core N, hingga Intel Core Ultra. Dilansir laman resmi Intel, Intel Core Ultra punya beberapa lini, yaitu Intel Core Ultra 5, Core Ultra 7, hingga Core Ultra 9. Intel Core punya lini yang lebih banyak, yaitu Intel Core i3, Core i5, Core i7, dan Core i9. Di kasta paling bawah terdapat Intel Core N series yang biasanya dipakai di laptop murah.

Salah satu keunggulan utama prosesor Intel adalah kompatibilitas yang sangat luas. Prosesor tersebut bisa dipasang di berbagai perangkat dengan mudah dan bisa menjalankan berbagai aplikasi dengan lancar. Prosesor Intel juga terkenal karena sangat hemat daya, cocok buat perangkat yang ringkas. Namun, harga prosesor Intel tergolong mahal jika dibandingkan dengan pesaing utamanya (AMD).

2. AMD (prosesor AMD Ryzen)

ilustrasi prosesor AMD (unsplash.com/Olivier Collet)

AMD menjadi salah satu prosesor pilihan para gamer buat 2026. Mereka mulai mengalahkan dominasi Intel yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. AMD juga memproduksi banyak prosesor, mulai dari AMD Ryzen 3, Ryzen 5, Ryzen 7, hingga Ryzen 9. AMD juga memiliki seri khusus seperti seri X3D yang mengimplementasikan 3D V-Cache technology yang mampu memproses data di game secara instan.

Prosesor AMD juga memiliki sinkronisasi yang sangat baik dengan berbagai GPU sehingga membuatnya ideal untuk bermain game hingga mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan grafis. Bagi gamer PC, prosesor AMD juga lebih ideal karena kompatibilitas CPU yang lebih lama. Jadi, kamu bisa melakukan upgrade CPU atau prosesor dengan lebih mudah tanpa harus mengganti motherboard atau case.

3. Qualcomm (prosesor Snapdragon X series)

ilustrasi prosesor Qualcomm (qualcomm.com)

Tak hanya berjaya di pasar HP, prosesor Snapdragon buatan Qualcomm ternyata mulai merambah pasar komputer, lho! Untuk sekarang prosesor Snapdragon memang masih terbatas pada penggunaan di laptop. Namun, Qualcomm juga mulai mengembangkan prosesor yang bisa digunakan di desktop, khususnya mini PC. Snapdragon sendiri dibuat menggunakan arsitektur ARM, berbeda dengan Intel dan AMD yang pakai x86.

Laman resmi Qualcomm menerangkan bahwa mereka memiliki banyak seri prosesor, yaitu Snapdragon X standar, Snapdragon X Plus, dan Snapdragon X Elite. Prosesor Snapdragon sendiri mengedepankan kemampuan AI dan efisiensi daya, membuatnya ideal untuk laptop thin and light, editing, atau kegiatan produktif. Performanya juga bisa diandalkan, bahkan diklaim lebih ngebut dari prosesor M series buatan Apple.

4. Apple (prosesor M series)

ilustrasi prosesor Apple (apple.com)

Apple tak bergantung ke perusahaan lain dalam pembuatan prosesor komputer. Sebaliknya, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut membuat prosesor sendiri, yaitu prosesor Apple M series seperti Apple M3, Apple M4, Apple M5 Pro, dan Apple M5 Pro Max. Semua prosesor tersebut dibuat dengan arsitektur ARM, sama dengan Snapdragon. Menariknya, prosesor M series hanya digunakan di perangkat Apple, membuatnya terlihat ekslusif.

Prosesor buatan Apple bertipe System on Chip (SoC), artinya dalam satu chip sudah tersedia berbagai komponen seperti CPU, GPU, NPU, modem, hingga ISP. Hal tersebut membuat prosesor M series menjadi lebih ringkas, efisien daya, biaya produksinya rendah, tapi tetap powerful. Teknologi canggih seperti Ray Tracing, dukungan layar OLED, dukungan ProRes, dan NPU kelas atas juga hadir di prosesor Apple M series.

5. NVIDIA (prosesor NVIDIA RTX Spark)

ilustrasi prosesor NVIDIA (nvidia.com)

Setelah merajai pasar GPU, NVIDIA mencoba peruntungannya dengan masuk ke pasar prosesor dengan memperkenalkan prosesor NVIDIA RTX Spark pada 31 Mei 2026. Prosesor tersebut merupakan buah kerja sama dari NVIDIA dan MediaTek. Sama seperti Snapdragon dan Apple M series, NVIDIA RTX Spark merupakan prosesor yang dibuat dengan arstitektur ARM serta merupakan System on Chip (SoC).

Dilansir laman resmi NVIDIA, RTX Spark ditandemkan 6,144 core Blackwell RTX GPU yang bisa meningkatkan kemampuan grafis. Kemampuan AI-nya juga sangat tinggi, yaitu mencapai 1 Petaflop. NVIDIA RTX Spark juga mendukung RAM yang kapasitasnya mencapai 128GB. Saat ini, penggunaan NVIDIA RTX Spark masih terbatas pada laptop. Namun, tak menutup kemungkinan bahwa NVIDIA RTX Spark bisa dipakai di desktop di masa depan.

Tiap perusahaan yang membuat prosesor komputer memfokuskan diri untuk menyajikan hal yang berbeda. Ada yang memfokuskan performa gaming, kemampuan AI, hingga efisiensi daya. Perbedaan fokus tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi konsumen. Sebab, konsumen bisa memilih prosesor terbaik yang sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan spesifikasi komputer yang hendak dipakai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article