Review Tecno Camon 50, Kamera Mid-Range Rasa Flagship

- Tecno Camon 50 hadir sebagai penerus seri Camon 40 dengan desain tipis, sertifikasi IP68/IP69K, dan fokus pada pengalaman pengguna yang lebih matang di kelas menengah.
- Ditenagai chipset Helio G200 Ultimate dengan skor AnTuTu sekitar 578 ribu, ponsel ini menawarkan performa stabil, RAM hingga 24GB, serta baterai 6.500 mAh berdaya tahan tinggi dan fast charging 45W.
- Kamera utama 50MP Sony LYT700C menghadirkan hasil tajam dengan dukungan fitur AI seperti SuperZoom FlashSnap dan Auto Zoom, menjadikan fotografi harian lebih praktis dan konsisten.
Tahun lalu TECNO Camon 40 Series jadi salah satu primadona smartphone kelas menengah di Indonesia. Hanya dalam beberapa waktu, Camon 40 series terjual habis dan meninggalkan impresi positif bagi penggunanya. Beban berat tersebut kemudian dibawa ke penerusnya yang hadir di tahun ini, Camon 50 Series.
Ada satu hal yang langsung terasa saat pertama kali menggunakan Tecno Camon 50, smartphone ini tidak sekadar ingin jadi “cukup bagus”, tapi benar-benar mencoba naik kelas. Dari cara TECNO membicarakan kameranya, hingga fitur AI yang disematkan, semuanya terasa diarahkan untuk memberikan pengalaman yang lebih matang dari sekadar smartphone entry-mid biasa.
Menariknya, pendekatan ini tidak hanya berhenti di spesifikasi. Dalam penggunaan sehari-hari, Camon 50 terasa seperti perangkat yang mencoba memahami kebiasaan pengguna, mulai dari fotografi, produktivitas, hingga hiburan ringan.
Desain: Tipis, Modern, dan Tangguh

Secara desain, Tecno Camon 50 tampil cukup elegan untuk kelasnya. Dengan ketebalan hanya sekitar 7,53 mm dan finishing yang rapi, ponsel ini terasa nyaman digenggam tanpa terlihat murahan. Pilihan warna seperti Malachite Green dan Nebula Titanium juga memberi kesan modern dan sedikit premium.
Modul kameranya dibuat cukup menonjol, menandakan bahwa sektor ini memang jadi fokus utama. Namun desainnya masih terasa proporsional dan tidak berlebihan.
Menariknya, Camon 50 juga membawa sertifikasi IP68/IP69/IP69K serta standar militer, yang jarang ditemukan di kelas harga ini. Artinya, ponsel ini tidak hanya stylish, tetapi juga cukup tangguh untuk penggunaan jangka panjang.
Performa: Stabil dengan Helio G200 dan Skor 578 Ribu

Di sektor performa, Tecno Camon 50 ditenagai oleh MediaTek Helio G200 Ultimate, chipset yang dirancang untuk memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi.
Dalam pengujian benchmark, perangkat ini mencatat skor AnTuTu v11 sekitar 578 ribu poin. Angka ini menempatkannya di kategori menengah yang cukup nyaman untuk berbagai kebutuhan, mulai dari multitasking, media sosial, hingga gaming ringan-menengah.
Dalam penggunaan nyata, performanya terasa stabil. Perpindahan aplikasi berjalan lancar, dan sistem tidak mudah lag saat digunakan untuk aktivitas harian. Dukungan RAM hingga 24GB (dengan extended RAM) juga membantu menjaga performa tetap konsisten, terutama saat membuka banyak aplikasi sekaligus.
Baterai: Awet dan Siap Dipakai Lama

Salah satu kekuatan utama Camon 50 ada di sektor daya tahan. Dengan baterai 6.500 mAh, ponsel ini mampu bertahan hingga sekitar 9 jam penggunaan aktif, bahkan dalam skenario campuran seperti browsing, video, dan aplikasi sosial.
Ini membuatnya cocok untuk pengguna yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak ingin sering mencari charger. Selain itu, dukungan 45W fast charging serta fitur seperti bypass charging dan reverse charging membuat pengalaman pengisian daya terasa fleksibel.
Daya tahan seperti ini menjadi salah satu nilai jual penting, terutama di kelas harga menengah.
Kamera: Sony LYT700C dan AI Imaging yang Serius

Tecno Camon 50 dibekali kamera utama 50MP Sony LYT700C, yang menjadi inti dari pengalaman fotografi perangkat ini. Dalam penggunaan, hasil foto terlihat tajam dengan warna yang cukup natural. Dynamic range juga cukup baik, sehingga detail di area terang dan gelap masih terjaga.
Fitur seperti SuperZoom FlashSnap dan AI Auto Zoom membuat proses pengambilan foto lebih praktis, terutama untuk objek bergerak. Kamera bisa secara otomatis menyesuaikan framing tanpa perlu banyak intervensi manual.
Meski bukan yang paling kompleks dari sisi jumlah lensa, pendekatan kamera Camon 50 terasa fokus: memberikan hasil yang konsisten dan usable untuk kebutuhan sehari-hari.
Hasil kamera TECNO Camon 50
Fitur Unik: AI yang Bukan Sekadar Gimmick
Salah satu hal yang membuat Camon 50 menarik adalah integrasi AI yang cukup luas. Fitur seperti AI Art Gallery memungkinkan pengguna mengubah foto menjadi karya seni dengan berbagai gaya visual. Ada juga AI Image-to-Video Generator, yang bisa mengubah gambar statis menjadi video pendek.
Untuk produktivitas, fitur seperti One-Tap FlashMemo dan AI Writing membantu dalam mencatat dan membuat konten dengan lebih cepat. Bahkan ada asisten AI bernama Ella yang bisa membantu aktivitas harian.
Pendekatan ini membuat AI di Camon 50 terasa lebih praktis, bukan sekadar fitur tambahan yang jarang digunakan.
Yang Perlu Diperhatikan

Meski membawa banyak keunggulan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, chipset Helio G200 masih berada di kelas menengah, sehingga tidak ditujukan untuk gaming berat dalam durasi panjang. Selain itu, chipset ini juga belum mendukung koneksi 5G. Buat kamu yang memikirkan penggunaan jangka panjang, ini bisa jadi salah satu deal breaker.
Kedua, meski kameranya bagus, konfigurasi lensa tidak terlalu lengkap dibanding beberapa pesaing yang menawarkan lebih banyak variasi. Ketiga, sebagian fitur AI mungkin terasa berlebihan bagi pengguna yang lebih menyukai pengalaman sederhana. Jujur selama masa pengujian, tak banyak fitur AI di smartphone ini yang bisa saya maksimalkan lantaran memang tak terlalu perlu untuk kebutuhan sehari-hari saya.
Kesimpulan

Tecno Camon 50 adalah contoh bagaimana smartphone kelas menengah mulai berkembang menjadi lebih matang. Ia tidak hanya menawarkan spesifikasi besar, tetapi juga pengalaman yang lebih terarah, terutama di sektor kamera dan AI.
Dengan desain yang solid, performa stabil dengan skor AnTuTu sekitar 578 ribu, baterai tahan hingga 9 jam, serta kamera yang konsisten, Camon 50 terasa sebagai paket yang cukup lengkap di kelasnya.
Ia mungkin bukan yang paling ekstrem di semua aspek, tetapi justru di situlah kekuatannya, seimbang, praktis, dan relevan untuk penggunaan sehari-hari di segmen harganya. Jika kamu punya budget lebih, tentu sang kakak, Camon 50 Pro lebih menarik untuk dipinang. Namun jika budget yang kamu punya pas-pasan, Camon 50 ini bisa jadi opsi menarik di kelas harganya.


















