Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Teknologi Kuno yang Mulai Ditinggalkan di Laptop, Apa Saja?

5 Teknologi Kuno yang Mulai Ditinggalkan di Laptop, Apa Saja?
ilustrasi laptop (unsplash.com/The Design Lady)
Intinya Sih
  • Perkembangan pesat teknologi laptop membuat beberapa komponen lama seperti hard disk, layar TN, RAM DDR3, baterai removeable, dan slot CD/DVD mulai ditinggalkan karena performanya tak lagi relevan.
  • Hard disk digantikan SSD yang lebih cepat dan efisien, layar TN tergeser panel IPS atau OLED dengan warna akurat, sementara RAM DDR3 kalah dari generasi baru seperti DDR5.
  • Baterai tanam dan penghapusan slot CD/DVD membuat desain laptop kini lebih tipis, ringan, serta mampu menampung komponen modern berperforma tinggi untuk kebutuhan pengguna masa kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semakin hari teknologi laptop terus berkembang dengan pesat. Perkembangan tersebut membuat laptop lebih ngebut, bikin layar laptop makin berkualitas, dan secara langsung membuat pengalaman penggunaan semakin nyaman. Selain itu, perkembangan tersebut membuat beberapa teknologi yang dulunya populer mulai ditinggalkan dan dianggap kuno.

Ada beberapa teknologi kuno yang mulai ditinggalkan di laptop, seperti hard disk, slot CD, layar TN, dan RAM DDR3. Semuanya ditinggalkan karena dianggap tak cocok dengan teknologi modern, performanya menurun, dan fiturnya ketinggalan zaman.

1. Penyimpanan hard disk punya banyak kekurangan dari SSD

ilustrasi laptop
ilustrasi laptop (unsplash.com/Justin Morgan)

Hard disk merupakan tipe penyimpanan atau storage yang sudah mulai ditinggalkan di laptop. Produsen mulai berpindah ke tipe penyimpanan lain yang lebih efisien dan punya performa lebih baik, yaitu SSD. Selain itu, hard disk juga memiliki banyak kekurangan dari SSD. Laman HP menjelaskan kalau hard disk menyimpan data lewat piringan magnetik. Sementara itu, SSD menyimpan data secara elektronik.

Kecepatan hard disk juga terbilang lambat, yaitu hanya bisa mentransfer data dengan kecepatan sekitar 30-150 MB/s. Di sisi lain, kecepatan transfer data SSD sekitar 500 MB/s hingga 3,500 MB/s. Hard disk juga boros daya sementara SSD lebih efisien. Karena memiliki komponen yang bergerak, hard disk bisa mengeluarkan suara keras. Sangat berbeda, SSD tak akan mengeluarkan suara apa pun.

2. Layar TN punya warna yang tidak akurat

ilustrasi laptop
ilustrasi laptop (unsplash.com/Kompjuteri Com)

Alasan utama mengapa produsen laptop mulai meninggalkan layar TN adalah warnanya yang tidak akurat. Dilansir XDA Developers, layar TN punya satu ciri khas, yaitu warnanya yang gelap, tidak bisa menampilkan warna yang cerah, dan warnanya terkesan datar. Viewing angle dan kontras rasio di layar TN juga sangat buruk jika dibandingkan dengan IPS, VA, atau OLED. Semua kekurangan tersebut membuat layar TN sangat tidak cocok untuk berbagai kegiatan, entah itu gaming, menikmati konten, atau kegiatan kreatif seperti mengedit video.

3. RAM DDR3 tidak optimal untuk pekerjaan berat

ilustrasi laptop
ilustrasi laptop (unsplash.com/Christopher Gower)

RAM merupakan komponen penting yang membuat laptop bisa menjalankan berbagai aplikasi dengan lancar. Karena itu, pemilihan RAM terbaik harus menjadi prioritas. Dilansir Lexar, salah satu RAM yang mulai tidak relevan adalah RAM DDR3. Ada beberapa hal yang melatarbelakanginya, seperti sudah adanya jenis RAM baru seperti DDR5 dan teknologinya yang sudah kuno.

RAM DDR3 juga punya kecepatan dan bandwitch yang rendah sehingga tak bisa menjalankan aplikasi dengan lancar. DDR3 juga kurang efisien sehingga memakan banyak daya. Kapasitasnya juga kecil dan membuat DDR3 tak bisa menjalankan pekerjaan berat seperti gaming, rendering, atau multitasking. Jika masih pakai RAM DDR3, kamu hanya bisa melakukan pekerjaan ringan seperti mengetik dan browsing.

4. Baterai removeable membuat laptop jadi berat dan besar

ilustrasi laptop
ilustrasi laptop (unsplash.com/Moritz Kindler)

Sama seperti smartphone, laptop sudah beralih dari baterai removeable (baterai yang bisa dicopot) ke baterai tanam. Dilansir DHGate, ada beberapa hal yang melatarbelakanginya, seperti baterai removeable membuat laptop jadi tebal dan berat, kapasitas baterai removeable tergolong kecil, dan baterai removeable tidak tahan lama. Baterai removeable juga kurang efisien, suhunya kurang terkontrol, dan kurang terintegrasi dengan komponen lain. Baterai tanam tidak memiliki semua kekurangan tersebut sehingga lebih ideal buat laptop modern yang tipis, ringan, dan dipakai secara konstan.

5. Slot CD/DVD memakan banyak tempat

ilustrasi laptop
ilustrasi laptop (unsplash.com/Andrey Matveev)

Slot CD/DVD pernah menjadi standar di semua laptop. Slot tersebut memungkinkan kamu memasukkan data hingga melakukan instal ulang dengan mudah hanya bermodalkan CD. Namun, slot CD/DVD sudah menghilangkan dari kebanyakan laptop modern. Salah satu alasannya adalah slot CD/DVD memakan banyak tempat. Hal tersebut membuat laptop tak bisa memasukkan banyak komponen seperti SSD hingga RAM berukuran besar. Slot CD/DVD juga bisa membuat laptop makin berat, tebal, dan penggunaannya jadi kurang nyaman.

Kamu tak bisa menolak perkembangan di industri laptop. Saat ada teknologi baru, maka ada juga teknologi kuno yang mulai ditinggalkan. Sebagai pengguna kita hanya bisa beradaptasi dan mulai menerima fakta kalau semua teknologi kuno tersebut sudah tidak relevan di era modern. Jika memaksa untuk menggunakan teknologi lama, maka laptop tak akan berjalan optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More