Xiaomi Setop HP Flip? Rumor Mix Flip Discontinued Makin Kuat

- Rumor kuat menyebut Xiaomi menghentikan lini Mix Flip setelah penjualan Mix Flip 2 tak sesuai ekspektasi, memunculkan dugaan perubahan arah strategi perusahaan di segmen smartphone lipat.
- Pasar ponsel flip dinilai masih niche dengan biaya produksi tinggi dan adopsi terbatas, membuat beberapa brand seperti HONOR, vivo, dan OPPO juga menunda penerus seri flip mereka.
- Xiaomi dikabarkan mengalihkan fokus ke perangkat foldable model buku dengan peningkatan signifikan dan chip XRING O3, menandakan pergeseran strategi menuju segmen premium yang lebih potensial.
Rumor mengenai masa depan smartphone lipat bergaya clamshell dari Xiaomi semakin ramai diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir. Setelah merilis Xiaomi Mix Flip 2 sebagai generasi penerus, muncul indikasi bahwa perusahaan tersebut berpotensi menghentikan lini produk ini. Kabar tersebut langsung memicu spekulasi luas, terutama karena segmen smartphone lipat masih berada dalam fase perkembangan yang belum sepenuhnya stabil di pasar global.
Ketidakpastian ini juga menegaskan bahwa pasar perangkat foldable masih berada pada tahap pencarian bentuk terbaiknya. Meski menawarkan inovasi menarik, tidak semua model mampu mencapai kesuksesan secara komersial. Xiaomi sendiri sebelumnya dikenal aktif mengeksplorasi berbagai form factor, termasuk model flip dan fold. Namun, perubahan arah yang mulai terlihat ini menimbulkan dugaan bahwa perusahaan kini lebih berhati-hati dalam menentukan prioritas produk ke depan. Apakah Xiaomi benar-benar akan meninggalkan lini smartphone flip? Berikut indikasi yang sejauh ini beredar.
1. Rumor dari tipster menyebut seri Mix Flip disebut bisa tamat

Mengutip Gizmochina (5/5/2026), kabar terbaru berasal dari diskusi di media sosial Weibo yang melibatkan tipster teknologi ternama Digital Chat Station. Dalam percakapan tersebut, seorang pengguna menanyakan apakah Xiaomi akan merilis smartphone lipat compact terbaru tahun ini. Alih-alih memberikan bocoran spesifikasi atau peningkatan fitur, sang tipster justru mengisyaratkan bahwa seri Mix Flip telah dihentikan. Pernyataan ini tentu mengejutkan, mengingat seri tersebut masih tergolong baru di portofolio Xiaomi.
Jika informasi tersebut akurat, maka kehadiran Xiaomi Mix Flip 3 yang sebelumnya dirumorkan meluncur kemungkinan besar batal. Perangkat tersebut sempat terdeteksi dalam database IMEI, yang biasanya menjadi indikasi awal menuju peluncuran resmi. Kondisi ini membuat banyak pengamat menilai bahwa Xiaomi mungkin telah mengubah arah strateginya secara mendadak. Meski begitu, karena belum ada konfirmasi resmi, semua informasi ini masih sebatas spekulasi.
2. Apakah pasar niche dan biaya produksi tinggi menjadi penghambat?

Salah satu alasan yang sering dikaitkan adalah kondisi pasar smartphone lipat yang masih bersifat segmented. Meskipun perangkat flip cukup populer dari sisi desain dan kepraktisan, tidak semua konsumen melihatnya sebagai kebutuhan utama. Selain itu, biaya produksi yang tinggi membuat harga jual tetap berada di level premium. Hal ini berpotensi membatasi adopsi massal di berbagai pasar.
Dibandingkan model buku, perangkat flip sering dianggap memiliki nilai guna yang lebih terbatas. Ukuran yang lebih ringkas memang menarik, tetapi tidak selalu menawarkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Dari perspektif bisnis, hal ini bisa berdampak pada margin keuntungan dan volume penjualan. Karena itu, tidak mengherankan jika Xiaomi mulai mempertimbangkan ulang kelanjutan seri ini.
3. Indikasi discontinued juga dialami oleh HONOR, vivo, dan OPPO

Fenomena penghentian produksi (discontinued) di segmen flip ternyata tidak hanya dialami Xiaomi. Sebagai informasi, HONOR masih belum memberikan kepastian terkait kelanjutan seri setelah HONOR V Flip 2. Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah brand tersebut juga menghadapi tantangan serupa dalam mempertahankan daya tarik produknya. Ketidakjelasan ini semakin memperkuat dugaan bahwa pasar flip memang sedang mengalami fase evaluasi.
Situasi serupa juga terlihat pada vivo dan OPPO. vivo sempat memperkenalkan vivo X Flip sebagai perangkat flip pertamanya, sementara OPPO merilis OPPO Find N3 Flip pada 2023. Namun, hingga kini belum ada tanda penerus dari kedua perangkat tersebut. Di tengah kondisi ini, Motorola justru tetap agresif lewat seri Motorola Razr 70, Motorola Razr 70+, dan Motorola Razr 70 Ultra.
4. Rumor seri Mix Flip discontinued sudah tercium sejak 2025

Desas-desus penghentian seri Mix Flip sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 2025. Mengutip laporan Gizmochina (5/5/2026) menyebut bahwa performa penjualan Xiaomi Mix Flip 2 tidak memenuhi ekspektasi pasar. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat perangkat tersebut hadir sebagai produk premium di kelasnya. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa daya tariknya belum cukup kuat untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Tipster yang sama juga menguatkan spekulasi ini. Meski tidak menyebut nama perangkat secara spesifik, banyak yang menduga bahwa yang dimaksud adalah Xiaomi Mix Flip 3 dan Xiaomi Civi 6 yang semula diperkirakan meluncur pada 2026. Dugaan ini makin menarik karena Mix Flip 3 sempat terdeteksi di database IMEI pada Juli 2025 lalu, meski kini justru dikabarkan terancam batal. Di saat yang sama, seri lain seperti Xiaomi Civi 5 Pro juga dilaporkan kesulitan meraih pangsa pasar signifikan. Hal ini memperkuat indikasi adanya evaluasi besar di internal Xiaomi.
5. Xiaomi justru siapkan foldable model buku

Di tengah kabar kurang menggembirakan dari lini flip, Xiaomi justru dikabarkan tengah menyiapkan perangkat foldable model buku terbaru. Perangkat ini diprediksi akan membawa peningkatan signifikan, termasuk penggunaan chip internal XRING O3. Langkah ini menunjukkan bahwa Xiaomi belum sepenuhnya meninggalkan pasar foldable, melainkan mengalihkan fokus ke segmen yang dianggap lebih potensial. Hal ini juga sejalan arah industri yang mulai menitikberatkan pada produktivitas maupun layar lebih luas.
Perangkat tersebut kemungkinan meluncur sekitar Juli atau Agustus 2026, meskipun nama resminya masih belum bisa dipastikan. Ada spekulasi bahwa perangkat ini akan menjadi penerus Xiaomi Mix Fold 4 atau hadir lewat branding baru seperti Xiaomi 17 Fold. Pergeseran strategi ini bisa menjadi upaya Xiaomi untuk memperkuat posisi di kategori foldable premium. Fokus baru ini menunjukkan keinginan menghadirkan produk yang lebih kompetitif.
Rumor mengenai penghentian lini Mix Flip memang semakin menguat, namun semua informasi yang beredar saat ini masih belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Xiaomi. Dalam industri teknologi, perubahan strategi seperti ini bukan hal yang jarang terjadi. Perusahaan sering menyesuaikan arah bisnis berdasarkan performa pasar dan tren konsumen. Karena itu, kabar ini perlu disikapi secara proporsional.
Ke depan, keputusan Xiaomi akan sangat menarik untuk diikuti, terutama dalam menentukan arah pasar foldable secara keseluruhan. Apakah perusahaan benar-benar meninggalkan segmen flip, atau hanya mengambil jeda sebelum kembali membawa inovasi baru, kini masih menjadi tanda tanya. Yang jelas, dinamika ini menunjukkan bahwa pasar smartphone lipat terus berevolusi. Pada akhirnya, respons konsumen akan menjadi penentu utama keberlanjutan segmen ini.



![[QUIZ] Dari Case HP Favoritmu, Ini Karaktermu yang Sebenarnya](https://image.idntimes.com/post/20240722/grysell-alvarez-fqxblmlmvwy-unsplash-043c31901df09e42d5a9e389d1cc04fd.jpg)















