Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Roguelike dan Kenapa Genre Ini Sangat Populer?
Dead Cells (dok. Motion Twin/Dead Cells)
  • Roguelike berakar dari game Rogue (1980), yang memperkenalkan dungeon berubah-ubah, eksplorasi, pertarungan, dan hukuman berat saat karakter kalah.
  • Ciri utamanya meliputi level, musuh, hadiah, serta item yang diacak setiap sesi, ditambah permadeath yang membuat pemain mengulang perjalanan setelah kalah.
  • Genre ini populer karena aturan dasarnya sederhana tetapi strateginya mendalam, menuntut adaptasi dan pembelajaran; Hades, Dead Cells, The Binding of Isaac, serta Balatro menarik jutaan pemain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Genre roguelike menjadi salah satu jenis game yang mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai judul seperti Hades, Dead Cells, The Binding of Isaac, dan Balatro berhasil menarik perhatian jutaan pemain di seluruh dunia. Popularitas roguelike membuat banyak pengembang menghadirkan variasi baru yang menggabungkan unsur roguelike dengan genre lain.

Meski namanya semakin sering terdengar, tidak semua pemain memahami apa yang membedakan roguelike dari genre lainnya. Sebagian orang hanya mengenalnya sebagai game yang sulit dan mengharuskan pemain mengulang permainan berkali-kali. Padahal, ada sejumlah elemen khas yang menjadi pondasi utama genre ini. Sebelum mencoba salah satu gamenya, berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang roguelike.

1. Berasal dari game klasik berjudul Rogue

gameplay Rogue (dok. Pixel Games UK/Rogue)

Istilah roguelike berasal dari Rogue, sebuah game komputer yang dirilis pada 1980. Game tersebut memperkenalkan konsep ruang bawah tanah yang berubah setiap kali dimainkan, sistem pertarungan berbasis eksplorasi, dan hukuman yang cukup berat ketika karakter kalah. Konsep ini kemudian menginspirasi banyak pengembang game selama puluhan tahun. Berbagai judul modern akhirnya mengadaptasi sebagian atau seluruh elemen yang pertama kali diperkenalkan oleh Rogue.

2. Setiap permainan menghadirkan pengalaman berbeda

ilustrasi main game (pexels.com/@pixabay)

Salah satu ciri utama roguelike adalah penggunaan sistem procedural generation atau pembentukan level secara acak. Dalam genre ini, tata letak peta, posisi musuh, hadiah, maupun item dapat berubah pada setiap permainan. Karena alasan itu, pemain tidak bisa hanya menghafal jalur tertentu untuk meraih kemenangan. Setiap permainan menghadirkan tantangan baru yang menuntut kemampuan beradaptasi.

3. Kekalahan menjadi bagian penting permainan

ilustrasi main game (pexels.com/@tima-miroshnichenko)

Sebagian besar game roguelike menerapkan konsep permadeath, yaitu karakter kehilangan progres utama setelah kalah. Pemain biasanya harus memulai perjalanan dari awal meski beberapa game baru memberikan peningkatan permanen tertentu. Mekanisme ini memang terdengar keras, tetapi justru menjadi daya tarik utama genre ini. Setiap kemenangan akan lebih memuaskan karena pemain harus melalui berbagai rintangan berbeda-beda. 

4. Mudah dipelajari, sulit dikuasai

Hades, salah satu game roguelike (dok. Supergiant Games/Hades)

Banyak game roguelike memiliki aturan dasar yang cukup sederhana. Pemain umumnya hanya perlu memahami sistem pertarungan, kemampuan karakter, dan cara memanfaatkan item yang ditemukan selama permainan. Tantangan sesungguhnya muncul ketika pemain mulai mempelajari berbagai kombinasi kemampuan, strategi, dan keputusan yang dapat memengaruhi hasil permainan. Faktor inilah yang membuat roguelike memiliki nilai bermain ulang yang sangat tinggi.

5. Cocok untuk pemain yang menyukai tantangan

ilustrasi main game (magnific.com/stockking)

Genre roguelike memberikan pengalaman berbeda dibanding game yang berfokus pada cerita linear. Pemain dituntut mengambil keputusan cepat, beradaptasi terhadap keadaan yang berubah, dan belajar dari kesalahan yang dilakukan pada permainan sebelumnya. Progres berkembang dari pemain pemula menjadi pemain yang mampu menyelesaikan permainan menjadi salah satu alasan utama genre ini memiliki komunitas yang sangat loyal. Setiap kekalahan biasanya dianggap sebagai proses belajar, bukan akhir dari permainan.

Popularitas roguelike terus meningkat karena genre ini mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda pada setiap sesi bermain. Sebagai info tambahan, sejumlah game roguelike modern seperti Hades dan Balatro berhasil memenangkan atau masuk nominasi berbagai ajang penghargaan, sesuatu yang dulu jarang terjadi untuk genre game yang dianggap niche.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article