Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kelebihan Genre Roguelike vs Soulslike, Mana Lebih Seru?

Kelebihan Genre Roguelike vs Soulslike, Mana Lebih Seru?
contoh game roguelike dan soulslike (dok. Supergiant Games/Hades | dok. FromSoftware/Dark Souls)
Intinya Sih
  • Roguelike mengandalkan level, item, musuh, dan kemampuan acak, sehingga tiap permainan terasa berbeda, meski strategi jangka panjang dan keberuntungan bisa menjadi tantangan.
  • Soulslike menuntut ketelitian membaca pola musuh, mengatur stamina, dan latihan berulang; tingkat kesulitannya bisa memicu frustrasi, tetapi kemenangan atas bos memberi kepuasan besar.
  • Roguelike cocok untuk sesi singkat 20–60 menit dengan grafis cenderung sederhana, sedangkan soulslike menawarkan dunia, eksplorasi, cerita tersembunyi, dan visual yang lebih mendalam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Roguelike dan soulslike menjadi dua genre yang identik dengan tingkat kesulitan tinggi. Keduanya sama-sama menuntut kesabaran, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk belajar dari kegagalan. Tidak heran jika kedua genre ini memiliki komunitas penggemar yang sangat loyal. 

Meski sama-sama terkenal menantang, roguelike dan soulslike ternyata menawarkan pengalaman bermain yang berbeda. Roguelike berfokus pada variasi dan pengulangan permainan, sedangkan soulslike lebih menekankan eksplorasi, pertarungan presisi, dan kemajuan karakter yang berkelanjutan. Perbedaan keduanya menarik untuk tipe pemain yang berbeda pula. Selain itu, kedua genre ini biasanya juga berbeda dari segi grafis. Sebelum memainkan keduanya, berikut perbandingan kelebihan dan kekurangan Roguelike dan soulslike.

1. Roguelike unggul dalam variasi permainan

Hades, salah satu roguelike
Hades, salah satu roguelike (dok. Supergiant Games/Hades)

Setiap permainan dalam roguelike biasanya menghadirkan level, item, musuh, dan kemampuan yang berbeda. Sistem acak tersebut membuat pemain jarang menemukan pengalaman yang  sama meski telah bermain puluhan jam. Hal ini merupakan kelebihan roguelike yang sulit ditemukan di genre lain. Di sisi lain, variasi yang sangat tinggi kadang membuat pemain kesulitan menyusun strategi jangka panjang. Faktor keberuntungan juga dapat memengaruhi hasil permainan dalam beberapa situasi tertentu.

2. Soulslike menawarkan rasa pencapaian yang kuat

Black Myth: Wukong, game soulslike AAA
Black Myth: Wukong, game soulslike AAA (dok. Game Science/Black Myth: Wukong)

Genre soulslike dikenal karena pertarungan yang menuntut ketelitian dan kesabaran. Pemain harus mempelajari pola serangan musuh, mengatur stamina, dan memilih waktu yang tepat untuk menyerang maupun menghindar. Ini membuat soulslike kurang cocok bagi pemain kasual. Ketika berhasil mengalahkan bos yang sulit, rasa puas yang muncul biasanya sangat besar. Namun, tingkat kesulitan tersebut dapat membuat sebagian pemain merasa frustrasi, terutama pada jam-jam awal permainan. 

3. Roguelike lebih cocok untuk sesi bermain singkat

Dead Cells
Dead Cells (dok. Motion Twin/Dead Cells)

Sebagian besar roguelike dirancang dalam bentuk run yang dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Pada sebagian game roguelike, pemain dapat bermain selama 20 hingga 60 menit. Semuanya dapat dimainkan tanpa harus mengingat banyak detail cerita atau progres dunia permainan.

Keunggulan ini menjadikan roguelike cocok dimainkan saat memiliki waktu luang terbatas. Kekurangannya, ikatan emosional terhadap dunia dan karakter biasanya tidak sedalam game soulslike yang memiliki petualangan lebih panjang dengan cerita cukup kompleks. Selain itu, roguelike, umumnya memiliki grafis lebih sederhana.

4. Soulslike menawarkan grafis tinggi dan dunia lebih mendalam

Elden Ring, game soulslike berskala besar
Elden Ring, game soulslike berskala besar (dok. FromSoftware/Elden Ring)

Game soulslike seperti Dark Souls, Bloodborne, atau Elden Ring terkenal karena dunia yang kaya misteri dan detail. Pemain dapat menemukan berbagai cerita tersembunyi melalui dialog, deskripsi item, maupun lingkungan sekitar. Keunggulan soulslike tersebut mampu menciptakan pengalaman eksplorasi yang sangat memuaskan. Namun, sebagian pemain menganggap cara penyampaian cerita yang tidak langsung membuat alur narasi terasa berat untuk diikuti.

5. Keduanya menawarkan tantangan dengan cara berbeda

ilustrasi main game
ilustrasi main game (pexels.com/@pixabay)

Roguelike menguji kemampuan pemain dalam beradaptasi terhadap situasi yang terus berubah. Artinya, setiap keputusan, item, dan kemampuan yang diperoleh bisa mengubah jalannya permainan secara drastis. Sebaliknya, soulslike lebih berfokus pada penguasaan mekanisme permainan melalui latihan dan pengulangan. Kemenangan biasanya lahir dari peningkatan kemampuan pemain, bukan karena kombinasi item atau keberuntungan selama bermain.

Kesimpulannya, tidak ada jawaban mutlak mengenai genre game mana yang lebih seru karena semuanya bergantung pada preferensi masing-masing pemain. Jika menyukai variasi tanpa akhir, roguelike mungkin lebih menarik, sedangkan soulslike cocok bagi mereka yang mencari tantangan berat, eksplorasi mendalam, dan rasa puas setelah menaklukkan rintangan yang sulit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More