Apakah Rating Usia pada Game di Steam Bisa Salah?

- Sistem rating usia di Steam bergantung pada self-rating dari pengembang melalui Content Survey, sehingga keakuratan label konten sangat ditentukan oleh kejujuran dan ketelitian mereka.
- Banyak game di Steam tidak memiliki rating resmi dari lembaga pihak ketiga karena biaya dan prosesnya, membuat pemain hanya mengandalkan deskripsi konten yang bisa berbeda antar game.
- Valve lebih fokus pada kepatuhan kebijakan daripada klasifikasi usia mendalam, sehingga laporan pengguna dan regulasi wilayah menjadi faktor penting dalam mengoreksi potensi kesalahan rating.
Rating usia pada game biasanya menjadi panduan penting bagi pemain, terutama orang tua yang ingin memastikan konten sesuai. Pada platform Steam, sistem klasifikasi tidak selalu berasal dari lembaga rating resmi seperti pada konsol. Lantas, apakah rating usia di Steam bisa keliru atau tidak akurat? Ini menjadi perbincangan ketika IGRS dianggap keliru dalam memberikan rating pada berbagai judul game di Steam.
Berbeda dengan platform tertutup, Steam memberi kebebasan lebih kepada pengembang untuk merilis game. Sistem rating dan deskriptor konten banyak bergantung pada informasi yang diisi pengembang melalui kuesioner. Hal ini membuka kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara rating dan isi game sebenarnya. Menurut referensi dari situs resmi Steamworks, berikut adalah ulasan selengkapnya.
1. Sistem self-rating bergantung pada pengembang

Steam menggunakan Content Survey yang harus diisi developer game sebelum game dipublikasikan. Formulir ini menanyakan detail seperti kekerasan, seksual, dan bahasa kasar untuk menentukan label konten. Jika pengembang mengisi tidak akurat, maka informasi yang muncul kepada pemain juga bisa kurang tepat.
Dokumentasi resmi Steam menjelaskan bahwa pengembang bertanggung jawab atas keakuratan jawaban yang diberikan. Valve kemudian menggunakan data tersebut untuk menentukan age-gate dan deskriptor konten. Artinya, sistem ini sangat bergantung pada kejujuran dan ketelitian pengembang.
2. Tidak semua game memiliki rating resmi

Sebagian game di Steam tidak memiliki rating dari lembaga pihak ketiga. Sebagian besar pengembang indie memilih tidak mengurus rating resmi karena biaya dan prosesnya. Akibatnya hal tersebut, halaman game hanya menampilkan label konten tanpa kategori usia formal.Tanpa rating resmi, pemain harus mengandalkan deskripsi yang tersedia. Informasi tersebut membantu, tetapi tidak selalu menggantikan klasifikasi usia yang ketat. Perbedaan standar ini membuat interpretasi usia bisa berbeda antara satu game dengan lainnya.
3. Review internal tidak selalu mendalam

Steam memang melakukan peninjauan sebelum game dirilis. Proses ini mencakup pemeriksaan build dan kesesuaian dengan Content Survey. Namun, review tersebut lebih fokus pada pelanggaran kebijakan, bukan klasifikasi usia mendetail seperti lembaga rating. Karena katalog Steam sangat besar, pemeriksaan manual secara mendalam menjadi sulit. Valve lebih mengandalkan sistem deklarasi pengembang dan laporan pengguna. Cara ini memang efisien, tetapi berpotensi membuat beberapa konten lolos dengan label yang kurang akurat.
4. Komunitas dan laporan pengguna berperan mengoreksi

Steam menyediakan mekanisme laporan jika deskripsi konten dianggap tidak sesuai. Pengguna dapat melaporkan halaman game yang menyesatkan atau tidak akurat. Laporan tersebut dapat memicu peninjauan ulang oleh tim Steam. Selain itu, ulasan pengguna sering mengungkapkan konten yang tidak disebutkan sebelumnya. Informasi dari komunitas membantu pemain lain memahami isi game sebenarnya. Mekanisme ini menjadi koreksi tidak langsung terhadap kemungkinan kesalahan rating.
5. Regulasi wilayah bisa mengubah klasifikasi

Beberapa negara memiliki aturan ketat terkait rating usia game (saat Indonesia sedang mencoba mengikutinya dengan membentuk IGRS). Dalam situasi tertentu, Steam dapat menyesuaikan akses berdasarkan regulasi wilayah. Game yang tidak memenuhi syarat rating bisa dibatasi atau disembunyikan. Perbedaan regulasi ini juga menyebabkan label usia tidak selalu konsisten. Sebuah game mungkin terlihat aman di satu wilayah, tetapi dibatasi di wilayah lain.
Faktor inilah yang menambah kemungkinan perbedaan interpretasi rating. Meski begitu, perubahan rating ini biasanya tidak ekstrem. Misalnya GTA V sangat tidak mungkin dilabeli menjadi "3+" atau dapat dimainkan oleh anak tiga tahun ke atas.
Rating usia di Steam memang bisa kurang akurat karena sistemnya bergantung pada self-rating dan deskriptor konten. Meski begitu, pemberian klasifikasi rating oleh lembaga pihak ketiga mustinya sudah akurat karena dilakukan oleh para profesional.

















