Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bagaimana Cara Kerja Lisensi FIFPro di Game Sepak Bola?
potret para pesepak bola di situs FIFPro (fifpro.org)
  • FIFPro mengelola hak komersial kolektif pemain profesional, memungkinkan game memakai nama, wajah, data kelahiran, kewarganegaraan, dan posisi pemain asli.
  • Lisensi FIFPro tidak mencakup klub, logo, seragam, stadion, atau kompetisi; pengembang harus membuat perjanjian terpisah dengan pemegang hak masing-masing.
  • EA Sports FC dan eFootball menggabungkan lisensi FIFPro dengan kerja sama klub, liga, dan federasi, sehingga kelengkapan serta eksklusivitas konten mereka berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lisensi menjadi bagian penting dalam pengembangan game sepak bola modern. Pengembang memerlukan izin resmi agar dapat menggunakan nama, wajah, dan data pemain profesional di dalam game. Salah satu mitra lisensi yang paling dikenal di industri ini adalah FIFPro.

Sebagian gamer mungkin mengira FIFPro memberikan izin untuk seluruh unsur dalam sepak bola, termasuk klub, stadion, dan liga. Kenyataannya, organisasi tersebut memiliki ruang lingkup yang berbeda. Melalui lisensi ini, sebuah game dapat menampilkan nama pemain asli, sementara nama klub atau kompetisinya justru berbeda. Berikut lima hal yang perlu diketahui mengenai cara kerja lisensi FIFPro di game sepak bola.

1. FIFPro mengelola hak komersial para pemain

potret para pesepak bola di situs FIFPro (fifpro.org)

FIFPro merupakan organisasi yang mewakili serikat pesepak bola profesional dari berbagai negara. Organisasi tersebut membantu mengelola hak komersial kolektif para anggotanya agar pengembang game dapat menggunakan identitas pemain melalui perjanjian lisensi. Hak tersebut mencakup nama, wajah, tanggal lahir, kewarganegaraan, posisi bermain, dan berbagai informasi lain yang berkaitan dengan identitas pemain. Karena itulah sebuah game dapat menghadirkan pesepak bola dengan nama asli meski klubnya belum memiliki lisensi resmi.

2. Lisensi pemain berbeda dari lisensi klub dan kompetisi

pemain PSG di FC 26 (dok. EA/FC 26)

Pengembang yang telah memperoleh lisensi FIFPro belum otomatis memperoleh hak atas nama klub, logo, seragam, maupun lambang resmi. Klub dan liga mengelola hak komersial tersebut secara terpisah sehingga pengembang harus mengurus perjanjian lain. Perbedaan ini menjelaskan kenapa sebagian game menghadirkan pemain asli, tetapi menggunakan nama klub generik. Pengembang baru dapat memakai identitas klub secara lengkap setelah memperoleh izin dari pemegang haknya.

3. Setiap liga mengatur lisensinya sendiri

UCL di FC 26 (dok. EA/FC 26)

Penyelenggara kompetisi seperti Premier League, LaLiga, Serie A, Bundesliga, maupun liga lain memiliki hak komersial masing-masing. Pengembang harus melakukan negosiasi secara terpisah apabila ingin menghadirkan nama kompetisi, logo, hingga trofi resmi. Proses ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena alasan itu, setiap game memiliki daftar liga berlisensi yang berbeda-beda.

4. Tidak semua pemain masuk dalam lisensi FIFPro

Messi di eFootball merupakan bagian dari FIFPro (dok. Konami/eFootball)

Sebagian pesepak bola tidak menjadi bagian dari cakupan lisensi FIFPro. Beberapa pemain mengatur hak citranya sendiri, sedangkan sebagian lainnya berada di kompetisi yang menerapkan aturan lisensi berbeda. Perbedaan itu menyebabkan beberapa nama pemain tidak muncul secara resmi di dalam game. Pengembang biasanya mengganti identitas mereka menggunakan nama generik atau tidak memasukkannya ke dalam daftar pemain.

5. EA Sports FC dan eFootball menggabungkan berbagai lisensi

EA Sports FC 26 dan eFootball (dok. EA/EA Sports FC 26 | dok. Konami/eFootball)

EA Sports FC dan eFootball tidak hanya mengandalkan lisensi FIFPro. Kedua pengembang juga menjalin kerja sama langsung dengan klub, liga, federasi, maupun penyelenggara kompetisi untuk menghadirkan identitas resmi secara lebih lengkap. Strategi tersebut menghasilkan perbedaan isi pada masing-masing game. Ada klub yang tampil lengkap di EA Sports FC, sementara eFootball memiliki lisensi eksklusif untuk klub atau kompetisi tertentu.

Kesimpulannya, FIFPro hanya mengelola hak yang berkaitan dengan para pesepak bola profesional. Pengembang game tetap harus memperoleh lisensi tambahan apabila ingin menghadirkan stadion, logo klub, trofi, maupun identitas kompetisi secara resmi di dalam game. Lisensi klub biasanya memiliki harga lebih mahal. Itulah sebabnya kamu sering menemukan nama klub yang “aneh” di eFootball

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article