Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Alasan Mengapa Orang Masih Enggan Pakai Apple Watch

4 Alasan Mengapa Orang Masih Enggan Pakai Apple Watch
ilustrasi Apple Watch (Unsplash/Daniel Romero)
  • Sejumlah pengguna menghindari Apple Watch karena baterainya umumnya perlu diisi hampir setiap hari, terutama saat dipakai untuk olahraga, navigasi, tidur, dan notifikasi.
  • Biaya perbaikan layar, baterai, atau komponen Apple Watch dapat mencapai jutaan rupiah, sehingga pengguna perangkat berusia tiga hingga empat tahun mempertimbangkan membeli alternatif lebih murah.
  • Daya tarik fitur Apple Watch dapat memudar karena banyak fungsi tersedia di iPhone, sementara perangkat ini juga tidak memiliki kompatibilitas resmi dengan Android.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Apple Watch dikenal sebagai salah satu smartwatch terbaik bagi pengguna iPhone. Smartwatch ini menawarkan integrasi sempurna dengan ekosistem Apple, fitur kesehatan dan kebugaran yang lengkap, serta sejumlah fungsi keselamatan seperti Crash Detection dan Emergency SOS. Namun, keunggulan tersebut tidak selalu membuat pengguna ingin terus membeli Apple Watch ketika smartwatch lama mereka sudah rusak dan harus diganti. Seiring berjalannya waktu, beberapa pengguna mulai mempertimbangkan alternatif lain karena persoalan daya tahan baterai, biaya perbaikan hingga berbagai masalah lainnya. Berikut beberapa alasan mengapa beberapa orang masih enggan mencoba Apple Watch.

  1. 1. Harus sering mengisi daya

    victor-carvalho-DuK8VqdVsMg-unsplash.jpg
    ilustrasi Apple Watch (Unsplash/Victor Carvalho)

    Salah satu keluhan terbesar pengguna Apple Watch adalah kebutuhan untuk mengisi daya hampir setiap hari. Bagi pengguna yang sebelumnya menggunakan smartband dengan daya tahan baterai hingga beberapa hari atau bahkan satu minggu, kebiasaan mengisi ulang daya smartwatch setiap malam bisa terasa merepotkan. Apple Watch Series 11 misalnya, diklaim mampu bertahan hingga 24 jam dalam penggunaan normal. Dalam kondisi penggunaan ringan, baterainya mungkin bisa bertahan lebih lama, namun pada akhirnya pengguna tetap perlu melakukan pengisian daya singkat agar Apple Watch tidak mati di tengah hari. Situasi ini semakin terasa bagi mereka yang sering menggunakan Apple Watch untuk melacak kegiatan olahraga, navigasi, memantau tidur atau menerima banyak notifikasi. Masalah lainnya adalah adapter pengisi daya Apple Watch berbentuk puck khusus yang artinya, jika sampai tertinggal, pengguna tidak bisa begitu saja menggantinya dengan kabel USB-C biasa.

  2. 2. Biaya perbaikan terlalu mahal

    Meski2 Apple Watch dirancang cukup tangguh untuk digunakan setiap hari, smartwatch ini tetap rentan mengalami goresan, retak pada layar atau kerusakan komponen internal. Posisi smartwatch yang terus menempel di pergelangan tangan membuatnya jadi sering terbentur meja, pintu, dinding maupun benda lain. Persoalannya, biaya perbaikan Apple Watch bisa sangat tinggi mencapai jutaan rupiah. Dalam kondisi tertentu, pengguna mungkin merasa lebih masuk akal untuk membeli Apple Watch baru atau beralih ke smartwatch lain yang lebih murah. Bagi pengguna Apple Watch yang sudah berusia tiga atau empat tahun, mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki layar atau baterai jelas tidak sebanding dengan sisa masa pakainya. Layanan seperti AppleCare+ memang bisa menurunkan biaya perbaikan, namun tidak semua pengguna tertarik untuk berlangganan layanan perlindungan tersebut.

  3. 3. Daya tarik smartwatch makin lama makin berkurang

    solen-feyissa-15v6smjHVHQ-unsplash.jpg
    ilustrasi Apple Watch (Unsplash/Solen Feyissa)

    Pada awal pemakaian, smartwatch seperti Apple Watch bisa memberikan pengalaman yang menarik. Pengguna bisa melihat notifikasi, membalas pesan, mengontrol lagu, memantau aktivitas olahraga, melakukan pembayaran hingga menggunakan berbagai fitur kesehatan langsung dari pergelangan tangan. Akan tetapi, rasa antusias itu biasanya mulai berkurang setelah beberapa minggu atau bulan. Fitur yang awalnya terasa inovatif perlahan berubah menjadi rutinitas. Pengguna juga kemudian akan menyadari bahwa sebagian besar fungsi smartwatch sebenarnya bisa dilakukan dengan lebih nyaman melalui HP. Sejumlah fitur memang tetap praktis, seperti membayar menggunakan Apple Pay atau mengontrol lagu tanpa mengeluarkan iPhone, namun setelah terbiasa menggunakannya, pengguna akan menyadari bahwa mereka jarang memanfaatkan sebagian besar fitur smartwatch. Pada tahap ini, smartband yang lebih sederhana, lebih murah dan memiliki daya tahan baterai yang lebih awet jadi opsi yang lebih masuk akal.

  4. 4. Tidak kompatibel dengan perangkat Android

    Salah satu alasan terkuat mengapa pengguna menghindari Apple Watch adalah keterikatan smartwatch ini dengan iPhone. Sampai sekarang, tidak ada cara resmi untuk memasangkan Apple Watch dengan perangkat Android. Ketergantungan ini membuat Apple Watch berbeda dari banyak smartwatch lain yang bisa digunakan lintas platform atau secara khusus dirancang untuk Android. Apple Watch secara teknis memang masih bisa menjalankan beberapa fungsi tanpa harus terhubung ke iPhone, namun pengguna pada akhirnya tetap harus membawa perangkat dari dua ekosistem berbeda yang tidak sepenuhnya terhubung. Data kebugaran dan aktivitas olahraga juga bisa menjadi lebih sulit disinkronkan ke layanan cloud tanpa iPhone. Daripada terus membawa iPhone hanya demi menggunakan Apple Watch, banyak pengguna kemudian lebih memilih Galaxy Watch, Pixel Watch atau smartwatch lain yang lebih mudah terintegrasi dengan perangkat Android mereka.

    Itulah tadi ulasan mengenai beberapa alasan mengapa sejumlah pengguna menghindari Apple Watch. Selain alasan-alasan di atas, menurutmu alasan apa lagi yang membuat banyak orang tidak tertarik untuk menggunakan Apple Watch?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More