Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Ciri Khas Story of Seasons Dibanding Harvest Moon Natsume
Friends of Mineral Town dan Grand Bazaar (dok. Marvelous/Story of Seasons)
  • Story of Seasons adalah kelanjutan orisinal Harvest Moon klasik yang dikembangkan Marvelous, sedangkan Natsume memegang merek Harvest Moon dan membuat seri modern sejak 2014.
  • Marvelous menonjol lewat interaksi warga yang lebih mendalam, visual bergaya Jepang, serta remake judul klasik seperti Friends of Mineral Town dan A Wonderful Life.
  • Story of Seasons juga berkolaborasi dengan Doraemon, sementara versi selulernya dibatalkan setelah kerja sama Marvelous-Tencent berakhir; Natsume merilis Harvest Moon: Home Sweet Home pada 2024.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perubahan nama waralaba Harvest Moon menjadi Story of Seasons sempat membingungkan banyak penikmat game simulasi pertanian. Sengketa hak cipta merek dagang membuat Marvelous selaku pengembang asli harus menggunakan nama Story of Seasons, sementara Natsume tetap memproduksi game baru menggunakan nama Harvest Moon.

Meskipun mengusung tema yang tampak serupa di permukaan, kedua waralaba ini memiliki perbedaan kualitas dan filosofi desain yang sangat mencolok. Yuk, simak lima ciri khas Story of Seasons yang membedakannya dengan Harvest Moon versi modern buatan Natsume!

1. Story of Seasons mewarisi semua aspek orisinal Harvest Moon klasik

Story of Season: A Wonderful Life (dok. Marvelous/Story of Seasons)

Story of Seasons merupakan kelanjutan asli dari seri klasik yang dahulu kita kenal di konsol PlayStation 1, PlayStation 2, hingga Game Boy Advance. Marvelous tetap mempertahankan tim pengembang veteran yang merancang sistem mekanik pertanian, peternakan, dan interaksi sosial sejak puluhan tahun lalu. Warisan histori ini menjamin kualitas gameplay yang tetap konsisten, bernyawa, dan menjaga nostalgia yang autentik. Sementara itu, Harvest Moon modern garapan Natsume sejak 2014 dibuat oleh studio independen baru yang tidak memiliki ikatan sejarah dengan seri klasiknya. Natsume hanya memegang hak paten atas nama merek dagang Harvest Moon, tetapi tidak memiliki ciri khas dan formula utama permainannya. 

2. Kedalaman interaksi sosial dan kepribadian warga desa

gameplay SoS: Grand Bazaar (dok. Marvelous/Sos: Grand Bazaar)

Karakter warga desa di semesta Story of Seasons dirancang dengan latar belakang yang matang, jadwal harian yang dinamis, dan dialog yang kaya. Setiap penduduk memiliki kepribadian unik yang berkembang seiring meningkatnya tingkat persahabatan dan partisipasi pemain dalam festival desa. Hubungan romansa dan proses pernikahan sangat emosional karena dibangun melalui deretan acara heart event yang menyentuh.

Sebaliknya, NPC dalam Harvest Moon versi Natsume cenderung terasa statis dengan pengulangan dialog setelah beberapa saat dimainkan. Interaksi sosial di dalamnya terkesan hanya menjadi syarat formalitas tanpa kedalaman emosional yang memikat hati pemain. Story of Seasons mampu menghadirkan atmosfer kehidupan yang hangat dan bernyawa.

3. Desain visual artistik dan identitas estetika yang kuat

gameplay SoS: Grand Bazaar (dok. Marvelous/Sos: Grand Bazaar)

Marvelous selalu mempertahankan pendekatan gaya seni visual khas Jepang yang detail dan penuh warna. Visualnya digarap dengan sentuhan estetika yang memanjakan mata. Setiap seri Story of Seasons memiliki identitas visual yang khas dan familier bagi para penggemar lamanya. Di sisi lain, game Harvest Moon milik Natsume kerap mendapat kritik tajam karena penggunaan aset grafis tiga dimensi yang terkesan terlalu generik. Tampilan lingkungan dan model karakternya dinilai mirip dengan game mobile kelas yang kurang dipoles dengan maksimal. 

4. Rajin dalam membuat ulang judul klasik

Friends of Mineral Town (dok. Marvelous/SoS: Friends of Mineral Town)

Marvelous menunjukkan komitmen dalam merekonstruksi kenangan para penggemar lama dengan rutin merilis versi remake dari judul-judul legendaris. Game populer masa lalu seperti Friends of Mineral Town dan A Wonderful Life diproduksi kembali menggunakan grafis modern dan pembaruan mekanik yang jauh lebih nyaman dimainkan. Sebaliknya, Natsume sama sekali tidak memiliki akses atau hak kekayaan intelektual atas aset dan cerita dari game-game klasik tersebut. Mereka tidak bisa membuat ulang game nostalgia karena seluruh data mentah dan hak cipta desainnya berada di tangan Marvelous. Dedikasi menghidupkan kembali judul klasik ini menjadi nilai plus yang hanya bisa dihadirkan oleh Story of Seasons.

5. Berkolaborasi dengan waralaba lain (Doraemon)

Doraemon Story of Seasons (dok. Marvelous/Doraemon Story of Seasons)

Story of Seasons menunjukkan keberanian inovasi lewat kolaborasi lintas franchise besar, salah satunya Doraemon. Perpaduan antara mekanik simulasi pertanian dan narasi hangat ala Doraemon menghasilkan dua seri spin-off yang cukup sukses di pasaran. Hal ini membuktikan fleksibilitas formula gameplay milik Marvelous yang tetap memikat meski dipadukan dengan dunia anime populer. Kolaborasi kreatif dengan waralaba ternama seperti ini belum pernah terwujud dalam seri Harvest Moon versi modern. Natsume cenderung terus mengulang formula game independen tanpa ada ekspansi atau kemitraan dengan waralaba terkenal lainnya. 

Meski memiliki banyak keunggulan dibanding Harvest Moon modern, ada satu hal yang belum dimiliki Story of Seasons, yaitu merilis game di platform mobile. Rencana pengembangan Story of Seasons versi seluler dibatalkan setelah Marvelous mengakhiri kerja samanya dengan Tencent. Di sisi lain, Natsume telah meluncurkan Harvest Moon: Home Sweet Home untuk Android dan iOS pada 2024. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article