Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Daftar Game Indie Bertema Hewan Terbaik, Populer di Kalangan Gamers

Daftar Game Indie Bertema Hewan Terbaik, Populer di Kalangan Gamers
Maneater (dok. Tripwire Interactive)
  • Enam game indie menghadirkan perspektif hewan, dari angsa, kucing, hiu, gurita, kera purba, hingga kepiting, dengan pengalaman bermain yang berbeda dari kehidupan manusia.
  • Untitled Goose Game, Stray, Maneater, dan Octodad menawarkan aksi mengacau, eksplorasi kota distopia, perburuan hiu bergaya RPG, serta penyamaran gurita sebagai ayah keluarga.
  • Ancestors: The Humankind Odyssey menekankan survival dan evolusi kera purba, sementara Another’s Crab Treasure memadukan pertarungan Soulslike dengan cangkang dari barang bekas dasar laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selain merasakan pengalaman yang mungkin tidak akan pernah bisa dialami di dunia nyata, melalui game, pemain juga bisa melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda, termasuk dari perspektif makhluk nonmanusia seperti kucing, anjing, bebek dan hiu. Meski game tentang hewan belum terlalu banyak, yang mungkin dikarenakan sulit membayangkan dunia dari sudut pandang makhluk yang sangat berbeda dari manusia, sejumlah studio game indie tetap terus mencoba menghadirkan pengalaman unik tersebut lewat game-game buatan mereka. Game apa saja itu? Berikut beberapa di antaranya.

  1. 1. Untitled Goose Game

    Untitled Goose Game garapan House House menghadirkan pengalaman unik dengan menjadikan pemain sebagai angsa pengacau yang bebas bertindak seenaknya tanpa banyak konsekuensi. Pemain bisa berkeliling membuat kekacauan, menakut-nakuti anak-anak dan orang tua, serta meneror desa kecil demi menyelesaikan berbagai tujuan, di mana menjadi “sumber masalah” seolah-olah merupakan inti gameplay game ini. Menariknya, konsep nakal namun menghibur yang diusungnya ikut mengantarkan game ini meraih penghargaan Game of the Year di D.I.C.E. Awards 2019. Bahkan, House House kemudian juga menambahkan mode co-op agar pemain bisa membuat keributan bersama pemain lain.

  2. 2. Stray

    Stray memang bukan game pertama yang mencoba menyajikan pengalaman sebagai seekor kucing, namun game ini berhasil tampil menarik berkat latarnya yang unik. Selain memungkinkan pemain melakukan berbagai hal yang biasa dilakukan kucing seperti mengeong, bermain dengan benda, mencakar permukaan, hingga tidur, Stray juga menawarkan cerita drama distopia yang tenang di lingkungan kota padat yang terinspirasi dari Kowloon Walled City di Hong Kong. Kombinasi antara simulasi kucing yang digarap semeyakinkan mungkin dengan suasana urban yang penuh misteri inilah yang membuat Stray menjadi pengalaman bermain yang begitu istimewa.

  3. 3. Maneater

    Maneater merupakan game yang memungkinkan pemain bermain sebagai seekor hiu. Namun alih-alih hiu biasa, pemain mengendalikan hiu mematikan yang terus berkembang setiap kali memakan makhluk lain, termasuk manusia. Dengan elemen humor yang kelewat brutal, game ini memparodikan acara dokumenter alam, namun di baliknya menyajikan pengalaman RPG dan survival dengan latar dunia terbuka. Konsep evolusinya mengingatkan pada game lawas seperti E.V.O.: Search for Eden, sembari memberi pemain kebebasan untuk menjelajahi perairan dan memangsa apa pun yang ditemui. Hasilnya adalah perpaduan unik antara gameplay aksi dan eksplorasi.

  4. 4. Octodad: Dadliest Catch

    Octodad: Dadliest Catch membawa premis yang cukup unik yaitu bisakah seekor gurita menyamar sebagai ayah keluarga biasa di kawasan pinggiran kota? Pada game ini, pemain harus membantu sang gurita menjalani kehidupan layaknya manusia, meski ia memiliki delapan tentakel, sehingga setiap gerakannya berisiko membongkar identitas aslinya dan membuatnya berakhir sebagai gurita goreng. Dadliest Catch sendiri merupakan sekuel dari game berjudul Octodad yang dibuat pada tahun 2010 oleh sekelompok mahasiswa. Game itu kemudian melahirkan studio indie bernama Young Horses yang juga menciptakan Bugsnax, game tentang hewan berbentuk makanan.

  5. 5. Ancestors: The Humankind Odyssey

    Ketika trailer pertama Ancestors: The Humankind Odyssey dirilis, banyak pemain langsung menaruh harapan tinggi karena game ini dikembangkan oleh Patrice Désilets, mantan sutradara Assassin’s Creed I-III. Alih-alih menawarkan petualangan fantasi atau sci-fi, game ini mengajak pemain menyelami kehidupan kera purba dan bertahan hidup di lingkungan yang keras tanpa banyak bantuan atau petunjuk. Pendekatan tersebut memang membuatnya terasa kurang ramah bagi pemain baru, tetapi justru menjadi bagian penting dari pengalaman bermain karena pemain harus menemukan sendiri cara bertahan dan berevolusi menjadi manusia. Meski membutuhkan waktu untuk dipahami, game ini tetap merupakan simulasi kehidupan kera purba yang unik, menarik dan layak dicoba.

  6. 6. Another’s Crab Treasure

    Dengan pendekatan Soulslike, Another’s Crab Treasure mengajak pemain bermain sebagai seekor kepiting dalam kisah balas dendam di bawah laut. Pemain berperan sebagai Kril, seekor kepiting yang kehilangan cangkangnya setelah rumahnya disita oleh rentenir laut. Dalam perjalanan merebut kembali tempat tinggalnya, Kril harus memanfaatkan berbagai benda bekas yang ditemukan di dasar laut, seperti kaleng soda dan cangkir kopi, sebagai pengganti cangkang. Benda-benda tersebut bukan hanya melindunginya, tapi juga memberinya kemampuan khusus untuk membantunya menghadapi berbagai ancaman yang ada. Bagi pemain yang menyukai game Soulslike dan butuh sesuatu yang fresh, Another’s Crab Treasure sangat direkomendasikan.

    Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game indie di mana pemain bermain sebagai hewan. Dari 6 game di atas, mana yang paling menarik perhatianmu?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More