Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Game FPS Legendaris yang Kini Sudah Tidak Bisa Dimainkan, Kok Bisa?

5 Game FPS Legendaris yang Kini Sudah Tidak Bisa Dimainkan, Kok Bisa?
Battlefield: Bad Company 2 (dok. DICE)
Intinya Sih
  • Gerakan Stop Killing Games menyoroti hilangnya banyak game FPS legendaris karena penutupan server resmi oleh publisher, membuat sebagian besar tidak lagi bisa dimainkan.
  • Lima game yang kini mati total antara lain MAG, Evolve, Overwatch, Battlefield: Bad Company 2, dan Concord, masing-masing dengan kisah unik di balik kejatuhannya.
  • Beberapa komunitas mencoba menghidupkan kembali game lama lewat server tidak resmi, namun banyak judul tetap lenyap dan hanya dikenang lewat forum serta video nostalgia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Gerakan Stop Killing Games menjadi pengingat bahwa game online favorit pemain bisa kapan saja menghilang selamanya. Banyak game FPS legendaris yang sudah mati setelah servernya ditutup oleh pihak publisher, meski sebagian tetap berhasil "dihidupkan kembali" oleh komunitas pemain melalui server tidak resmi. Sayangnya, tidak semua game seberuntung itu. Ada beberapa game FPS yang benar-benar lenyap tanpa jejak dan hanya menyisakan kenangan sebagai topik pembahasan Reddit, obrolan di X/Twitter dan cuplikan gameplay di YouTube. Berikut beberapa diantaranya.

1. MAG

MAG merupakan game FPS online eksklusif untuk PS3 yang dirilis pada 2010 oleh Zipper Interactive dan menjadi salah satu game paling ambisius pada kala itu. Keunggulan utamanya ada pada lobi multiplayer yang mampu menampung hingga 256 pemain sekaligus. Sayangnya, karena bergantung pada server online, MAG kini sudah tidak bisa dimainkan sama sekali, dan hingga Mei 2026 belum ada cara yang berhasil untuk menghidupkannya kembali. Yang membuat matinya game ini terasa lebih menyakitkan adalah fakta bahwa hingga hari ini belum ada game lain yang benar-benar mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan MAG.

2. Evolve

Evolve sebenarnya membawa konsep yang sangat fresh di mana empat hunter manusia melawan satu monster raksasa yang semakin kuat seiring waktu. Selain itu, game ini juga dirilis jauh sebelum tren game multiplayer asimetris meledak seperti sekarang. Sayangnya, potensi besarnya langsung dirusak oleh keputusan bisnis yang buruk dari 2K selaku publisher. Banderol harga yang mahal untuk game yang hanya punya tiga monster ketika dirilis, ditambah monetisasi agresif yang langsung menjadi bahan cibiran. Meskipun begitu, game ini tetap berhasil membangun basis pemain setia hingga akhirnya server-nya ditutup permanen.

3. Overwatch

Meskipun Overwatch terasa masih "hidup" karena Blizzard menghapus angka "2" dari judul sekuelnya dan sesekali menggelar event Overwatch: Classic, kenyataannya game ini sudah lama mati. Yang ironis, kematiannya lebih pahit dibanding game FPS lain karena Blizzard mematikannya demi memberi jalan bagi penerusnya. Ketika pertama kali hadir di 2016, Overwatch merevolusi genre multiplayer shooter dengan memadukan elemen MOBA dan karakter-karakter menarik yang sulit dilupakan. Nostalgia soal game ini bukan tentang game-nya sendiri, melainkan tentang momen ketika memainkannya di era kejayaannya dulu.

4. Battlefield: Bad Company 2

Pada Desember 2023, EA mematikan server online untuk sejumlah game Battlefield lawas, termasuk Bad Company 2, setelah sebelumnya menghapus game-game tersebut dari toko digital sehingga tidak bisa lagi dibeli. Padahal, daya tarik utama Battlefield ada pada mode multiplayer-nya, sehingga mematikan server sama saja dengan membunuh game-nya. Mode single-player memang masih bisa dimainkan secara offline, tapi aksesnya pun kini jadi terbatas karena sudah tidak bisa dibeli. Di PC, ada alternatif lewat Project Rome untuk tetap mengadakan match secara online, sementara pemain konsol sama sekali tidak memiliki alternatif serupa.

5. Concord

Meski hanya bertahan dua minggu, Concord berhasil mengukir namanya di dalam sejarah industri gaming dengan cara yang ironis. Game ini menjadi contoh paling sempurna dari bagaimana jika game hero shooter dipaksakan masuk ke pasar yang sudah jenuh tanpa menawarkan sesuatu yang fresh atau berbeda. Andai Sony tidak buru-buru mematikannya servernya dan membiarkannya hidup setahun lebih lama, game garapan Firewalk Studios ini mungkin hanya akan tenggelam begitu saja seperti Lawbreakers atau XDefiant. Concord memang gagal total, tapi setidaknya gagalnya dengan cara yang legendaris.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game FPS legendaris yang kini sudah tidak bisa dimainkan. Pernah menjajal game-game di atas?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More