5 Game Horor Survival Rilisan 2026 dengan Konsep Stealth, Seru!

Resident Evil Requiem menampilkan Grace Ashcroft dengan peluru, pisau, dan botol terbatas, sehingga pemain perlu mengalihkan musuh serta menghindari pertarungan langsung.
Silent Hill: Townfall dan Silver Pines membatasi daya tahan senjata, amunisi, serta stamina; pemain dianjurkan bersembunyi, memakai pengalih perhatian, membaca posisi atau suara musuh, lalu kabur.
Reanimal mengandalkan puzzle, benda sekitar, dan kerja sama co-op, sementara Directive 8020 menekankan stealth, QTE, serta pilihan naratif dengan senjata konvensional yang sangat minim.
2026 menjadi tahun yang sangat ramai akan game horor survival hingga di titik setiap minggu setidaknya selalu ada satu game baru dari genre itu. Game horor survival sendiri digemari karena ampuh dalam menciptakan rasa takut dan ketegangan ketika berhadapan dengan makhluk-makhluk mengerikan. Sebagian game mengajak pemain menghabisi makhluk menyeramkan itu dengan senjata, namun sebagian yang lain lebih mendorong pemain untuk bermain stealth alih-alih agresif. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.
1. Resident Evil Requiem

Resident Evil Requiem (dok. Capcom) Di Resident Evil Requiem, bagian Leon S. Kennedy disajikan dengan penuh aksi, sementara bagian Grace Ashcroft sengaja dibuat sebaliknya. Grace merupakan analis FBI yang terbiasa bekerja di balik layar, alih-alih agen lapangan. Ia datang ke Wrenwood Hotel dan kemudian Rhodes Hill Chronic Care Center untuk mencari kebenaran di balik pembunuhan ibunya. Bekalnya hanya segelintir peluru untuk pistol yang hampir tidak ia kuasai, pisau jika ia berhasil menemukannya dan beberapa botol. Pemain harus menggunakan botol untuk mengalihkan perhatian musuh, menyimpan peluru untuk musuh yang lebih mematikan dan membuat pisau agar bisa lepas dari cengkeraman musuh. Keterbatasan ini membuat bagian Grace terasa manusiawi, namun bagian Leon yang sarat aksi terasa jauh lebih keren.
2. Silent Hill: Townfall
Simon, protagonis utama Silent Hill: Townfall membawa senjata yang bisa dibilang menyedihkan. Senjata jarak dekatnya cepat rusak, dan senjata besar seperti shotgun atau flare gun baru muncul menjelang paruh akhir. Pistolnya pun hanya berisi sedikit peluru dan setiap tembakan malah memancing musuh lain untuk mendekat. Rapuhnya senjata di game ini tampaknya ada kaitannya dengan radio milik Simon, di mana radio tersebut memiliki viewfinder yang memperlihatkan posisi musuh sehingga ketegangannya berkurang. Sebagai penyeimbang, senjata dibuat mudah rusak agar pemain masih bisa merasakan tantangan. Itulah kenapa pemain juga lebih dianjurkan untuk tidak bermain agresif dengan cara bersembunyi di lemari, memantau musuh via viewfinder radio atau melempar batu bata sebagai pengalih perhatian.
3. Silver Pines

Silver Pines (dok. Wych Elm) Dalam Silver Pines, peluang pemain memang sengaja dibuat tipis. Senjata jarak dekat langsung rusak setelah beberapa ayunan dan memperbaikinya butuh repair kit atau lakban yang tersembunyi di area tertentu. Ayunan senjatanya lambat dan berat, sehingga timing sangat penting ketika menyerang. Selain itu, senjata api juga merepotkan karena amunisinya sangat terbatas, recoil-nya tinggi dan reload-nya lama, sementara musuh bisa bergerak jauh lebih cepat. Stamina karakter pemain yaitu Red Walker juga pendek, sehingga kelelahan ketika bertarung bisa berakibat fatal. Maka dari itu, menghindar dan kabur menjadi pilihan terbaik. Untuk menandai bahaya, game ini menggunakan isyarat audio yang artinya, pemain harus menghafal pola suara tiap musuh untuk bertahan hidup yang lebih efektif.
4. Reanimal
Senjata di Reanimal tidak lemah, tapi memang minimal. Alih-alih senapan, pemain mengambil benda-benda di sekitar, seperti korek api, linggis, tombak, harpun hingga meriam, untuk membantu The Boy dan The Girl keluar dari bahaya. Ancaman di game ini tidak dihadapi secara frontal, melainkan dikalahkan atau dihindari dengan memecahkan puzzle di sekitar. Karena dikembangkan oleh studio yang sama dibalik seri Little Nightmares, cara efektif memainkan game ini adalah dengan berpikir dulu sebelum bertindak. Pemain perlu bersembunyi di balik kotak untuk menahan tembakan, melempar benda agar musuh menjauh atau menerangi area gelap. Selain itu, menentukan waktu lompatan, bekerja sama dengan teman di mode co-op dan memanfaatkan tikungan untuk mengacaukan pergerakan musuh juga sama pentingnya.
5. Directive 8020

Directive 8020 (dok. Supermassive Games) Directive 8020 garapan Supermassive Games hampir tidak memiliki senjata konvensional. Ketegangan lahir dari situasi dan pilihan pemain, bukan dari pertarungan. Pada game ini, pemain hanya dibekali Electric Stun Baton yang mampu melumpuhkan monster sesaat agar bisa lari dan bersembunyi. Eksplorasi yang tenang dikombinasikan dengan QTE yang mendebarkan dan momen stealth, di mana pemain harus memanfaatkan bayangan untuk menyelinap. Ada pula revolver milik kapten di kapal Cassiopeia yang penggunaannya bisa disetujui atau ditolak berdasarkan kode 552 Captain Corinth. Ini murni pilihan naratif dan jika digunakan, peluru nyasar bisa melubangi lambung kapal, dan keputusan itu juga akan mengubah cara kru berinteraksi dengan pemain serta nasib sebagian dari mereka.
Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game horor survival rilisan 2026 yang lebih tekankan bermain stealth daripada agresif. Tertarik menjajal game-game di atas?





















![[QUIZ] Dari Tab Browser Laptopmu, Ini Karakter Upin & Ipin yang Mirip Kamu](https://image.idntimes.com/post/20241027/firmbee-com-ememmpuojlw-unsplash-c5a9a0496c8116322f66abd71b467e0e.jpg)