Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Game Kloningan Pokemon yang Mungkin Tidak Pernah Kamu Dengar
Dragon Quest Monsters 2 (dok. Enix)
  • Fenomena kloningan Pokémon muncul sejak kesuksesan Pokémon Red dan Blue, dengan banyak studio mencoba meniru konsep RPG dan sistem koleksi monsternya di era 1990-an hingga awal 2000-an.
  • Beberapa game seperti GeGeGe no Kitarō, Metal Walker, Dragon Quest Monsters 2, Telefang, dan Robopon menghadirkan gameplay mirip Pokémon namun dengan sentuhan unik seperti tema futuristik atau mekanik berbeda.
  • Meskipun terinspirasi dari Pokémon, tiap game memiliki ciri khas tersendiri—mulai dari sistem evolusi alternatif hingga konsep komunikasi antar monster—yang membuatnya lebih dari sekadar tiruan sederhana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada tahun 1990-an hingga awal tahun 2000-an, demam Pokémon begitu besar sampai banyak studio lain ikut mencoba “menumpang popularitasnya” meski tidak terlibat langsung dengan franchise tersebut. Mereka memasukkan konsep RPG dari game Pokémon di Game Boy ke dalam game buatan mereka sendiri. Fenomena game kloningan Pokémon sebenarnya sudah ada sejak awal kesuksesan Pokémon Red dan Blue, atau bahkan sebelum lahirnya Game Boy Advance. Ada yang sekadar meniru secara dangkal, tapi ada juga yang berhasil mengembangkan ide Pokemon dengan sentuhan unik sehingga tampak menarik dan berbeda. Berikut beberapa di antaranya.

1. GeGeGe no Kitarō: Yōkai Sōzōshu Arawaru!

GeGeGe no Kitarō: Yōkai Sōzōshu Arawaru! (dok. Act Japan)

GeGeGe no Kitarō sebenarnya sudah ada jauh sebelum Pokémon, karena manga karya Shigeru Mizuki itu pertama kali terbit pada tahun 1960, bahkan sebelum kreator Pokémon, Satoshi Tajiri, lahir. Ceritanya berfokus pada yōkai dengan protagonis utama Kitarō, karakter setengah manusia yang berusaha menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan yōkai. Seiring waktu, GeGeGe no Kitarō diadaptasi kedalam bentuk anime, film, dan game.

Nah, salah satu game-nya yang berjudul Yōkai Sōzōshu Arawaru! dirilis untuk Game Boy tidak lama setelah Pokémon Red & Green diluncurkan. Menariknya, game ini memiliki gameplay yang sangat mirip, mulai dari sistem combat hingga mekanik mengumpulkan monster. Meski terlihat seperti kloningan, game ini bisa juga dianggap sebagai alternatif game Pokémon dari franchise yang sudah lebih dulu populer di Jepang.

2. Metal Walker

Metal Walker dari Capcom mencoba tampil beda dari game Pokémon lewat latar futuristik. Pada game ini, diceritakan bahwa pada akhir abad ke-21 ditemukan logam baru bernama Core yang kemudian membuat sebuah pulau berubah jadi wilayah tandus penuh robot jahat bernama Metal Busters. Cerita game ini berlangsung 50 tahun setelahnya, mengikuti seorang anak dan Metal Walker miliknya dalam misi mencari sang ayah.

Meski premisnya berbeda, kemiripan dengan Pokémon tetap terlihat, terutama dari sistem evolusi monster. Perbedaan terbesarnya ada pada sistem combat-nya yang tetap berbasis giliran, tapi alih-alih memilih serangan dari menu, pemain mengatur arah dan kecepatan gerak layaknya bermain biliar. Alhasil, pengalaman bermainnya unik dan membuat game ini lebih dari sekadar kloningan Pokémon.

3. Dragon Quest Monsters 2

Dragon Quest Monsters 2 (dok. Enix)

Seri Dragon Quest ternyata memiliki pengaruh besar dalam lahirnya Pokémon. Dulu, Satoshi Tajiri dan Ken Sugimori sangat menggemari Dragon Quest II, terutama karena adanya item langka bernama Mysterious Hat. Tajiri kesulitan mendapatkannya, sementara Sugimori punya banyak, dan dari situ muncul keinginan untuk bisa saling berbagi item antar pemain. Ide tersebut akhirnya berkembang menjadi sistem trading di Pokémon. Setelah Pokémon Red dan Blue sukses, inspirasi itu seperti berbalik arah.

Enix merilis Dragon Quest Monsters di Game Boy yang mengusung konsep mengoleksi monster, lengkap dengan sistem breeding bahkan sebelum Pokémon mengadopsinya di Gold and Silver. Serinya semakin mirip Pokémon ketika Dragon Quest Monsters 2 hadir dengan pendekatan unik di mana alih-alih monster eksklusif, game ini menghadirkan item eksklusif yang bisa membuka quest berbeda. Artinya, pemain perlu bertukar item untuk mengakses seluruh konten game-nya.

4. Keitai Denju Telefang

Pada masa keemasan Game Boy, sempat beredar dua game berjudul Pokémon Diamond dan Jade yang ternyata bukan game resmi, melainkan game bootleg yang cukup terkenal. Game ini sebenarnya hanyalah versi terjemahan asal-asalan dari Keitai Denjū Telefang (awalnya rilis di Jepang pada 2000 dengan judul Power dan Speed), sehingga dialog bahasa Inggrisnya terkenal kacau.

Secara konsep, Telefang masih mirip Pokémon di mana pemain mengoleksi monster, bertarung dan ada sistem statistik seperti HP, Attack, Defense, dan lainnya. Namun, game ini memiliki satu keunikan di mana alih-alih menangkap monster, pemain mengumpulkan nomor telepon mereka untuk memanggil mereka ke dalam pertempuran. Monsternya yang disebut Denjū, juga bisa berevolusi sehingga membuat game ini terkesan seperti kloningan Pokémon.

5. Robopon

Robopon (dok. Red Entertainment)

Pada Desember 1998, Hudson Soft tampak sangat terinspirasi oleh kesuksesan Pokémon. Mereka merilis game adaptasi Pokémon Trading Card Game untuk Game Boy Color, sekaligus mencoba menciptakan “versi mereka sendiri” lewat Robopon dengan dua edisi, Sun dan Star. Alih-alih menangkap monster, Robopon berfokus pada robot yang bisa dikoleksi, di-upgrade dan dimodifikasi untuk bertarung, dengan total jumlah robot lebih dari 150.

Pada game ini, pemain berpetualang mengumpulkan Robopon sembari menantang kelompok yang disebut Legend 7. Hudson juga meniru Pokémon lebih jauh lewat versi N64 yang bisa terhubung dengan versi Game Boy menggunakan Transfer Pak, serta merilis edisi ketiga ala Pokémon Yellow bernama Moon. Meski mencoba meniru banyak elemen inti Pokémon, Robopon tetap kesulitan mereplika “cita rasa” yang membuat Pokémon begitu ikonik.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game kloningan Pokemon yang mungkin tidak pernah kamu dengar. Selain game-game di atas, game kloningan Pokemon apa lagi yang menurutmu kurang dikenal?

Editorial Team

Related Article