Apakah Menghapus Windows Defender Bisa Meningkatkan Performa?

- Menonaktifkan atau menghapus Windows Defender hanya memberi peningkatan kecil pada komputer berspesifikasi tinggi, tetapi dapat meringankan RAM hingga 200MB dan prosesor pada perangkat rendah.
- Tanpa Windows Defender, komputer lebih rentan terhadap virus, malware, spyware, pencurian data, dan pembajakan, yang justru berpotensi menurunkan performa saat sistem terinfeksi.
- Penghapusan lebih ditujukan bagi pengguna profesional atau kebutuhan khusus; pengguna awam disarankan menjaga Defender dan meningkatkan performa lewat upgrade RAM/storage, pembersihan, restart, serta menghapus aplikasi tak terpakai.
Windows Defender adalah software antivirus bawaan yang tertanam di semua perangkat Windows secara otomatis. Windows Defender bekerja dengan menghalau virus, spyware, malware, hingga trojan. Kehadiran Windows Defender sangat membantu pengguna untuk mengamankan perangkat, khususnya jika terdapat file berharga dan berkas rahasia.
Namun, mulai muncul narasi di internet bahwa pengguna harus menghapus Windows Defender demi mendapatkan performa maksimal. Banyak yang menganggap bahwa Windows Defender justru membuat perangkat lemot dan performanya tidak optimal. Lantas, apakah menghapus Windows Defender bisa meningkatkan performa Windows? Cari tahu jawabannya di bawah ini, yuk!
1. Apakah menghapus Windows Defender bisa meningkatkan performa?

ilustrasi PC (unsplash.com/Unlimited Access) Berdasarkan pengetesan dari berbagai sumber, menghapus atau mematikan Windows Defender memang bisa meningkatkan performa. Namun, peningkatannya tidak signifikan dan hampir tak terasa, khususnya jika kamu punya komputer dengan spesifikasi tinggi. Sebagai contoh, menghapus Windows Defender hanya akan meningkatkan 2-5 FPS di game. Di penggunaan harian menghapus Windows Defender justru tidak berefek apa pun.
Menghapus Windows Defender hanya akan memberikan efek besar pada komputer dengan spesifikasi rendah seperti RAM 4GB DDR3 atau prosesor Intel Celeron. Sebab, dihapusnya Windows Defender bisa meringankan kinerja RAM dan prosesor karena hilangnya satu software. Penggunaan RAM bisa lebih efisien hingga 200MB, prosesor bisa berjalan dengan lebih ringan, dan akhirnya komputer jadi terasa makin lancar.
2. Risiko menghapus Windows Defender

ilustrasi laptop (unsplash.com/Sunrise King) Tugasnya sebagai antivirus membuat Windows Defender menjadi software yang penting. Menghapus dan menonaktifkannya akan membawa risiko yang cukup fatal. Salah satu risiko terbesarnya adalah komputer menjadi terbuka dari segala arah dan tidak memiliki sistem keamanan. Hal tersebut bisa menjadi pintu bagi virus, malware, hingga spyware untuk masuk ke dalam sistem komputer.
Jika dibiarkan berbagai data penting bisa hilang dan dicuri, entah itu foto, video, atau file lain. Risiko pembajakan juga meningkat secara drastis, khususnya jika kamu sering mengunduh file bajakan atau membuka link yang mencurigakan. Menghapus Windows Defender juga bisa membuat performa komputer menurun jika terdapat malware yang menginfeksi sistem.
3. Kelebihan menghapus Windows Defender

ilustrasi PC (unsplash.com/Seoblur) Meski tidak direkomendasikan dan memiliki beberapa risiko, menghapus Windows Defender juga memiliki banyak kelebihan di kasus spesifik. Laman Make Use Of menerangkan bahwa menghapus Windows Defender membuat privasi pengguna lebih terjaga dan aman. Menghapus Windows Defender juga membuat kamu bisa menginstal berbagai aplikasi dengan lebih mudah, bahkan aplikasi bajakan sekali pun. Hilangnya Windows Defender juga membuat RAM dan storage makin lega karena ada satu software yang dihapus. Seperti yang sudah dijelaskan, menghapus Windows Defender bisa meningkatkan performa komputer dengan spesifikasi rendah.
4. Windows Defender masih dibutuhkan untuk pengguna awam

ilustrasi laptop (unsplash.com/Ricardo Resende) Laman ZDNET menerangkan bahwa menghapus Windows Defender hanya disarankan untuk profesional, orang yang sudah mengerti tentang komputer, atau pengguna dengan kebutuhan khusus seperti programming. Buat pengguna awam yang menggunakan komputer hanya untuk mengetik, sekolah, atau kegiatan ringan menghapus Windows Defender tidak disarankan.
Pengguna awam masih sangat membutuhkan Windows Defender. Di banyak kesempatan pengguna awam yang tak mengerti komputer sangat rawan untuk membuka link phising, mengunduh file bajakan, atau membuka file berisi virus yang berbahaya. Di saat-saat itulah Windows Defender akan bekerja untuk mencegah komputer terinfeksi virus, dibajak, atau disusupi malware.
5. Cara meningkatkan performa Windows tanpa risiko

ilustrasi laptop (unsplash.com/Dell) Daripada menghapus Windows Defender ada cara lain yang lebih efektif untuk meningkatkan performa Windows atau komputer. Laman Kingston Technology menjelaskan bahwa beberapa di antaranya adalah melakukan upgrade RAM dan storage, lakukan restart komputer secara berkala, bersihkan storage secara rutin, serta hapus aplikasi yang sudah tidak terpakai. Kamu juga bisa melakukan pembersihan atau cleaning. Dalam beberapa bulan sekali kamu juga harus melakukan repasta agar prosesor tetap stabil dan terhindar dari overheat.
Dari jawaban ini kamu bisa menentukan apakah hendak menghapus Windows Defender atau tidak. Jika tidak ingin menghapusnya, komputer kamu bisa lebih aman dan bebas khawatir. Misal pun tetap ingin menghapusnya, maka kamu harus bisa menerima semua risiko yang menyertai.





















