Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Aplikasi Fitness untuk Dicoba Selain Google Health

5 Aplikasi Fitness untuk Dicoba Selain Google Health
ilustrasi Google Health (dok. Google)
  • Google Health dinilai lebih menonjolkan AI, dengan beberapa metrik sulit ditemukan dan pencatatan makanan lemah, sehingga sebagian pengguna Fitbit mempertimbangkan alternatif.
  • Strava menawarkan pelacakan GPS, lebih dari 50 olahraga, komunitas, dan kompatibilitas perangkat; FitoTrack menjadi opsi sederhana, bebas iklan, open-source, serta berfokus pada privasi.
  • Samsung Health menyediakan pemantauan kesehatan dan program latihan, Yazio mengutamakan pencatatan nutrisi berbasis AI, sedangkan Sweatcoin memotivasi kebiasaan berjalan melalui hadiah dari langkah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sejak diakuisisi Google pada 2021, aplikasi Fitbit mengalami banyak perubahan hingga akhirnya dilebur ke dalam Google Health. Aplikasi baru ini memang menggabungkan berbagai fitur, mulai dari olahraga, tidur, hingga pencatatan nutrisi, namun perubahan tersebut membuat pengalaman penggunaan terasa berbeda. Google Health lebih menonjolkan AI, beberapa metrik penting lebih sulit ditemukan, sementara fitur pencatatan makanan dinilai masih lemah. Karenanya, sebagian pengguna Fitbit mulai mempertimbangkan untuk pindah ke aplikasi lain, apalagi Android menyediakan banyak pilihan aplikasi fitness yang tak kalah menarik untuk dicoba. Berikut 5 di antaranya.

  1. 1. Strava

    1.jpg
    Strava (dok. Strava)

    Strava merupakan salah satu aplikasi kesehatan dan kebugaran paling populer di Android, dengan lebih dari 100 juta unduhan di Google Play Store. Mengandalkan pelacakan aktivitas berbasis GPS, aplikasi ini cocok untuk pendaki, pesepeda, maupun pengguna yang rutin berjalan kaki, serta mendukung lebih dari 50 jenis olahraga. Strava juga bisa terhubung dengan berbagai perangkat seperti smartwatch dan fitness tracker, sehingga pengguna Google Health tidak perlu khawatir soal kompatibilitas perangkat. Versi gratisnya sudah menyediakan fitur utama, termasuk pencatatan aktivitas, leaderboard dan komunitas, sementara fitur yang lebih canggih seperti Athlete Intelligence, laporan latihan terperinci dan pembuatan rute khusus—hanya tersedia bagi pengguna yang berlangganan versi berbayar.

  2. 2. Fitotrack

    FitoTrack merupakan alternatif aplikasi fitness yang lebih independen dibanding Google Health atau Strava, dengan keunggulan utama berupa open-source bebas iklan, berfokus pada privasi, serta bisa digunakan tanpa membuat akun. Aplikasi ini bisa merekam berbagai aktivitas seperti lari, bersepeda dan mendaki menggunakan GPS, lengkap dengan peta rute, kecepatan, jarak, pace, serta grafik perkembangan performa. Namun, karena sangat mengutamakan privasi, FitoTrack tidak memiliki fitur sosial seperti leaderboard atau kompetisi, dan belum menyediakan fitur kesehatan yang lebih lengkap, misalnya dukungan pemantauan tidur. Dengan kata lain, FitoTrack cocok bagi pengguna yang menginginkan aplikasi fitness yang lebih sederhana.

  3. 3. Samsung Health

    2.jpg
    Samsung Health (dok. Samsung)

    Melalui Samsung Health, Samsung menawarkan aplikasi fitness yang sangat cocok bagi pengguna perangkat Galaxy buatan mereka, meski tetap bisa digunakan di berbagai perangkat Android buatan brand lain. Aplikasi ini mampu memantau langkah kaki, intensitas olahraga, detak jantung, tingkat stres, kadar oksigen dalam darah, serta membantu mencatat makanan dan berat badan tanpa memerlukan aplikasi tambahan. Samsung Health juga menyediakan video latihan dan program olahraga terstruktur untuk berbagai tingkat kemampuan, termasuk latihan pernapasan dan akses ke Calm untuk meditasi, cerita pengantar tidur, serta musik yang menenangkan. Meski beberapa fitur seperti sinkronisasi antar perangkat lebih terbatas bagi pengguna non-Samsung, popularitasnya tetap tinggi dengan lebih dari satu miliar unduhan di Google Play Store.

  4. 4. Yazio

    Yazio menjadi alternatif Google Health yang lebih berfokus pada nutrisi daripada sekadar pelacakan kebugaran. Aplikasi ini dilengkapi fitur pencatatan makanan bertenaga AI, termasuk kemampuan memotret makanan untuk memperkirakan jumlah kalori dan kandungan nutrisinya. Selain itu, Yazio juga menawarkan pengingat minum air, program puasa, serta lebih dari 3,000 resep yang dapat disaring berdasarkan preferensi pengguna. Meski sebagian pengguna menilai proses konfigurasi di awal dan pencatatan makanan cukup merepotkan, integrasi AI membantu mengurangi pekerjaan manual tersebut. Dengan lebih dari 50 juta unduhan di Google Play Store, Yazio layak dipertimbangkan bagi pengguna yang ingin memahami pola makan, terutama karena fitur pelacakan diet masih menjadi salah satu kelemahan utama Google Health.

  5. 5. Sweatcoin

    3.jpg
    Sweatcoin (dok. Sweatco)

    Google Health dan kebanyakan aplikasi fitness di daftar ini menawarkan fitur pelacakan kesehatan yang lebih lengkap, sementara Sweatcoin ditujukan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman sederhana. Aplikasi ini pada dasarnya hanya berfungsi sebagai penghitung langkah, tanpa fitur untuk memantau kalori atau mencatat latihan, sehingga lebih cocok bagi pengguna yang ingin membangun kebiasaan berjalan kaki setiap hari atau sekadar mengetahui seberapa aktif mereka bergerak. Keunggulan Sweatcoin terletak pada sistem motivasinya yang mengubah jumlah langkah menjadi mata uang virtual bernama Sweatcoins, yang bisa ditukar dengan hadiah seperti gift card dan diskon untuk aplikasi yang bekerja sama dengan mereka.

    Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa aplikasi fitness terbaik untuk dicoba selain Google Health. Tertarik menjajal salah satu aplikasi di atas?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More