7 Rekomendasi Aplikasi untuk Membantu Penulisan Novel di HP

Aplikasi menulis di HP membantu penulis menyusun dan mengembangkan novel.
Novelist, Fortelling, Jotterpad, dan beragam aplikasi lain menawarkan fitur untuk mengatur naskah.
Claude dapat membantu penulis melakukan brainstorming, mengembangkan dialog, dan menyunting draf.
Proses penulisan novel pada era digital dan akal imitasi (AI) sudah tidak lagi terlalu sulit. Para penulis umumnya dihadapkan oleh banyak hal yang harus dikerjakan, mulai dari pencarian inspirasi, penyusunan kerangka cerita, merancang panduan karakter (character bible), dan masih banyak lagi. Menariknya, semua itu sudah dapat dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone.
Keberadaan berbagai aplikasi menulis di Android dan iOS mempermudah penulis menjaga konsistensi alur narasi di tengah kesibukan harian. Berikut rekomendasi aplikasi Android dan iOS untuk membantumu dalam proses penulisan novel. Apa saja?
1. Novelist

aplikasi Novelist (novelist.com) Novelist merupakan alat manajemen proyek penulisan novel lengkap yang menyediakan seluruh fitur esensialnya secara gratis tanpa gangguan iklan. Penulis dapat membagi alur kerja ke dalam empat tahapan terstruktur, yaitu merencanakan kerangka, menyusun draf, mengatur tata letak bab, dan merevisi naskah. Kemampuan mengekspor berkas langsung ke format EPUB dan PDF merupakan salah satu kelebihan aplikasi Novelist yang sudah digunakan oleh jutaan penulis.
2. Fortelling

Fortelling (fortelling.web.app) Aplikasi ini menawarkan ruang kerja untuk membangun elemen semesta cerita fiksi secara terperinci. Fitur papan alur visualnya memungkinkan penulis memetakan hubungan antartokoh dan garis waktu peristiwa penting dengan mudah. Selain itu, fitur pelacak target jumlah kata hariannya cukup efektif untuk memotivasi penulis agar tetap disiplin menuntaskan target naskah.
3. Jotterpad

Jotterpad (jotterpad.app) Alat pengolah kata populer ini dirancang khusus bagi penulis kreatif dengan antarmuka elegan yang mendukung format Markdown. Melalui aplikasi ini, kamu dapat menyinkronkan draf cerita secara instan ke berbagai layanan penyimpanan awan, termasuk Google Drive dan Dropbox, demi keamanan data. Kehadiran kamus bawaan dan tesaurus di dalamnya berguna untuk memperkaya diksi ketika menyusun adegan penting.
4. Pure Writer

Pure Writer (dok. Drakeet/Pure Writer) Pure Writer memprioritaskan keamanan naskah dengan sistem pencegahan kehilangan data melalui penyimpanan otomatis setiap beberapa detik. Tampilan antarmuka Pure Writer dikenal bersih agar fokus penulis tidak terdistraksi saat menuangkan kalimat demi kalimat cerita. Selain itu, fitur riwayat revisi dan enkripsi biometrik di dalamnya berguna untuk mengamankan data naskah yang sangat berharga bagi para penulis.
5. Obsidian

aplikasi Obsidian (obsidian.md) Aplikasi pencatat berbasis jejaring pengetahuan ini berfungsi untuk menyambungkan berbagai referensi dan catatan latar belakang dunia cerita yang kompleks. Obsidian direkomendasikan bagi kamu yang sedang menulis novel panjang dengan tingkat kerumitan plot dan karakter yang tinggi. Melalui sistem tautan dua arah, kamu dapat menghubungkan profil karakter dengan peristiwa masa lalu secara cepat dan fleksibel. Seluruh berkas tersimpan secara lokal dalam format Markdown sehingga privasi naskah tetap terjaga aman di perangkat.
6. Pluot

Pluot (pluot.app) Pluot hadir sebagai aplikasi perencana cerita yang intuitif bagi kamu yang ingin mematangkan adegan demi adegan secara mendalam. Di sini, kamu dapat memanfaatkan kartu adegan interaktif untuk menggeser, mengelompokkan, dan menata ulang dinamika konflik alur cerita. Kumpulan lembar kerja karakter di dalamnya juga membantu penulis pemula dalam menggali motivasi dan kelemahan psikologis tokoh utama.
7. Claude

Claude AI (unsplash.com/@planetvolumes) Claude yang merupakan aplikasi AI buatan Anthropic sangat unggul dalam memahami konteks cerita panjang untuk membantu proses brainstorming dan pengembangan dialog. Kamu dapat memanfaatkan Claude untuk menguji konsistensi logika alur, membedah kebuntuan ide, dan menyunting draf narasi yang kaku. Kemampuannya memproses bahasa secara alami menjadikan Claude rekan diskusi editorial virtual responsif di perangkat Android.
Ketujuh aplikasi di atas bisa digunakan secara gratis dan punya fitur yang sudah cukup lengkap walau tanpa berlangganan. Namun, Claude menerapkan sejumlah batasan token bagi pengguna gratis. Karena itu, tahap penyuntingan draf mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama. Jadi, mana yang mau kamu pilih?




















