Mayoritas game open-world memberi pemain kebebasan untuk menjalani “kehidupan impian”, entah itu menjadi pahlawan super yang bisa melakukan hal luar biasa atau sekadar hidup santai dengan bertani dan membangun komunitas. Namun, ada juga sebagian kecil game open-world yang berfokus pada kekuasaan, namun bukan kekuatan fisik, melainkan kekuatan politik, di mana pemain berperan sebagai karakter yang bisa memanipulasi informasi atau menggunakan tekanan demi mencapai tujuan. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.
4 Game Open-World yang Membolehkan Pemain Menyalahgunakan Kekuasaan

1. Fable 3
Di paruh awal Fable 3, pemain berperan sebagai pemimpin revolusi yang berusaha menjatuhkan kakak mereka yang tiran, sembari mengumpulkan dukungan dengan membuat berbagai janji politik kepada rakyat dan faksi-faksi yang ada. Menariknya, di tengah cerita, pemain benar-benar naik takhta dan harus memerintah Albion, alih-alih sekadar merebutnya. Tantangannya, pemain perlu mengumpulkan sekitar 6,5 juta koin emas untuk menyelamatkan kerajaan, dan jumlah itu bisa membengkak jika pemain memilih tetap berpegang pada janji dan moralitas. Masalahnya, keputusan baik menguras kas negara, sementara keputusan korup memberi keuntungan finansial. Alhasil, pemain jadi dipaksa memilih antara menjadi penguasa yang dicintai tapi bangkrut atau diktator kaya yang dibenci, atau mencoba menyeimbangkan keduanya.
2. The Outer Worlds
Di The Outer Worlds, pemain hidup di dunia yang dikuasai korporasi secara ekstrem, di mana manusia diperlakukan layaknya aset. Awalnya, karakter pemain hanyalah bagian kecil dari sistem itu, namun setelah perjalanan ke Halcyon berujung berantakan, ia bangun dengan perspektif baru dan kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri. Dari situ, pemain bisa memilih jalan sebagai pahlawan atau justru mendukung faksi jahat seperti The Board untuk tetap berkuasa. Meski kebanyakan pemain cenderung berpihak pada Phineas karena lebih terasa seperti jalur cerita “resmi” dan lebih kaya konten, bermain sebagai antek korporasi yang kejam justru menawarkan keseruan tersendiri. Terlebih, The Board digambarkan sangat korup dan agak konyol, sehingga bekerja sebagai kaki tangan mereka terasa absurd tapi menarik.
3. Fallout 4
Fallout 4 tidak pernah benar-benar menampilkan satu faksi sebagai pilihan terbaik untuk masa depan Commonwealth. Brotherhood of Steel memang terlihat paling mampu menciptakan ketertiban berkat kekuatan, sejarah, dan sumber daya mereka, tetapi cara mereka sangat otoriter. Dalam beberapa misi, pemain bahkan diposisikan seperti penguasa yang bisa menyalahgunakan kekuasaan, terutama di misi “Feeding the Troops,” di mana pemain diminta mengumpulkan hasil panen dari para petani. Meski ada opsi untuk membayar secara adil, Fallout 4 juga memberi pilihan untuk mengintimidasi, memanipulasi atau bahkan membunuh mereka demi efisiensi, sehingga keputusan untuk bertindak kejam sepenuhnya ada di tangan pemain.
4. Saints Row 4
Di awal permainan, setelah pengantar singkat, karakter utama pemain di Saints Row 4 tiba-tiba sudah menjadi Presiden Amerika Serikat. Di Gedung Putih, pemain langsung dihadapkan pada pilihan sulit yaitu menyembuhkan kanker atau mengakhiri kelaparan dunia, yang katanya memengaruhi tingkat persetujuan publik terhadap stasus pemain sebagai pemimpin negara. Namun, sama seperti game Saints Row lainnya yang penuh guyonan satir, keputusan tersebut sebenarnya tidak memiliki dampak yang berarti terhadap jalannya permainan. Segmen singkat itu lebih menekankan sisi humor, apalagi ketika invasi alien dimulai dan karakter pemain berubah menjadi sosok superkuat yang jauh dari citra pemimpin negara yang serius.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game open-world terbaik di mana pemain bisa menyalahgunakan kekuasaan. Pernah memainkan game-game di atas?