Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Game Open-World yang Lahir dari Kampanye Kickstarter
Coral Island (dok. Stairway Games)
  • Kickstarter membuka peluang pendanaan bagi studio indie untuk mengembangkan game open-world ambisius yang sulit dibiayai lewat jalur konvensional.
  • We Happy Few dan The Long Dark menawarkan eksplorasi serta survival menegangkan, dengan dunia distopia London alternatif dan alam liar bersuhu ekstrem.
  • Starsand Island, Coral Island, My Time at Sandrock, serta Kingdom Come: Deliverance menghadirkan simulasi, pemulihan lingkungan, pembangunan kota, hingga RPG medieval berkat dukungan backer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kickstarter menjadi terobosan penting dalam dunia crowdfunding karena memberi kesempatan bagi studio game indie untuk mewujudkan proyek yang mungkin sulit mendapatkan pendanaan lewat jalur konvensional. Para pemain pun diuntungkan karena bisa menikmati lebih banyak game unik, termasuk sejumlah game open-world yang biasanya membutuhkan biaya dan sumber daya besar. Meski tantangannya tidak sedikit, beberapa studio game indie berhasil mengambil risiko tersebut berkat dukungan para backer alias orang atau pihak yang membantu memberikan dukungan dana. Berikut beberapa game open-world yang lahir dari kampanye Kickstarter.

1. We Happy Few

We Happy Few menyajikan gambaran kota London tahun 1960-an dalam sejarah alternatif yang terlihat aneh. Warganya tampak selalu bahagia, tetapi kehidupan mereka dikendalikan secara ketat oleh sebuah obat yang menciptakan kebahagiaan palsu. Pemain mengikuti kisah tiga karakter yang berusaha melarikan diri dari kota tersebut sembari menjelajahi distrik-distrik yang dibangun secara prosedural. Daya tarik utama game ini terletak pada cerita dan karakter-karakternya, termasuk alasan pribadi mereka untuk menentang masyarakat yang tampak sempurna. Sementara itu, suasana serba tidak wajar serta elemen bertahan hidup membuat dunia game ini terasa semakin mencekam.

2. The Long Dark

Di The Long Dark, pemain berperan sebagai seorang pilot yang terdampar di alam liar bersama rekannya, seorang dokter. Untuk bertahan hidup, pemain harus menghadapi hawa dingin, kelaparan, kelelahan, serta keterbatasan sumber daya sembari menjelajahi hutan, mengatur waktu berdasarkan sinar matahari, dan mencari kebutuhan penting. Game ini memiliki mode cerita dengan format episodik bernama Wintermute, namun cara terbaik untuk memainkannya adalah lewat mode Survival karena menghadirkan pengalaman bertahan hidup yang benar-benar menegangkan, di mana setiap kesalahan bisa berujung pada kematian permanen.

3. Starsand Island

Starsand Island merupakan game simulasi bertani yang mengandalkan visual yang menawan. Selain tampil cantik dengan pulau yang mudah dijelajahi, game ini juga menawarkan beragam tanaman dan bunga untuk dibudidayakan, hewan untuk dirawat, serta peralatan dan mesin yang bisa ditingkatkan demi mengembangkan lahan. Selain itu, dunianya juga cukup luas dengan beberapa properti di berbagai penjuru pulau yang bisa diperluas dan dipercantik sesuai keinginan. Hal ini memungkinkan pemain menciptakan tema serta gaya arsitektur berbeda di setiap tempat tanpa harus membuat save file baru atau terus-menerus membongkar rumah lama. Eksplorasinya pun terasa menyenangkan berkat lingkungan yang indah dan beragam pilihan kendaraan untuk berkeliling.

4. Coral Island

Seperti Starsand Island, Coral Island merupakan game cozy dengan konsep open-world yang berlatar di sebuah pulau dan berawal dari proyek Kickstarter. Namun, game ini lebih menonjolkan kehidupan pulau serta laut, termasuk mekanisme pelestarian terumbu karang dan perlindungan ekosistem bawah laut. Unsur fantasi juga turut memperkaya pengalaman bermain, terutama ketika pemain menjelajahi peradaban duyung yang tinggal di sekitar pulau. Dengan suasana yang hangat, penuh imajinasi dan gameplay yang tidak hanya berfokus pada bertani, Coral Island cocok dimainkan ketika ingin memperbaiki mood atau mencari pengalaman yang berbeda dari formula game simulasi bertani pada umumnya.

5. My Time at Sandrock

My Time at Portia dan My Time at Sandrock sama-sama berhasil dikembangkan Pathea berkat dukungan Kickstarter, dan studio tersebut mampu memenuhi janjinya kepada para backer. Kini, My Time at Evershine juga tengah menggalang dana melalui Kickstarter dan berpotensi menjadi game yang tak kalah istimewa. Nah, pada My Time at Sandrock sendiri, pemain berperan sebagai seorang Builder di kota kecil yang berada di tengah gurun dan bergantung pada sumber air yang semakin menipis. Ancaman badai pasir serta berbagai masalah lingkungan menjadi bagian penting dari cerita utama yang berfokus pada upaya memulihkan Sandrock. Selain alur ceritanya seru untuk diikuti, game ini juga menawarkan karakter-karakter menarik dan banyak referensi pop culture.

6. Kingdom Come: Deliverance

Kingdom Come: Deliverance menjadi salah satu contoh terbaik tentang bagaimana Kickstarter dapat membantu mewujudkan proyek game yang ambisius. Berkat pendanaan dari para backer, Warhorse berhasil membuat game open-world RPG berlatar Bohemia abad pertengahan dengan tingkat kedalaman dan realisme yang mengesankan. Meski cerita serta karakternya solid, game ini sayangnya belum mampu melampaui kualitas sekuelnya, Kingdom Come: Deliverance II. Namun, keberhasilannya menjadi fondasi penting bagi lahirnya sekuel tersebut dan membuktikan bahwa crowdfunding bisa membuka jalan bagi pengembang untuk menciptakan IP baru serta membangun masa depan studio mereka.

Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game open-world yang lahir dari kampanye Kickstarter. Pernah memainkan game-game di atas?

Curated For You

Editorial Team

Related Article