Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Game Paling Sukses Meski Tanpa Marketing yang Jor-joran
Rocket League (dok. Psyonix)
  • Portal sukses lewat sambutan terhadap puzzle unik dan GLaDOS, meski awalnya hanya bagian The Orange Box; popularitasnya kemudian menghasilkan rilis terpisah serta sekuel 2011.
  • Among Us, Five Nights at Freddy’s, dan Phasmophobia melejit melalui streamer serta content creator, dengan perhatian organik yang menjangkau audiens luas tanpa kampanye iklan besar.
  • Rocket League memanfaatkan akses gratis PlayStation Plus dan gameplay sepak bola-mobil, sementara Meccha Chameleon menjual lebih dari 15 juta kopi dalam kurang dari sebulan lewat promosi kreator dan mulut ke mulut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Game AAA biasanya menghabiskan anggaran besar untuk pemasaran karena kualitas saja tidak cukup jika game tersebut tidak diketahui banyak orang. Promosi membantu menarik perhatian publik dan mendorong penjualan, sehingga tak heran jika pemain sering melihat banyak trailer serta kampanye iklan bermunculan di internet. Kendati demikian, ada pula sejumlah game yang berhasil meraih kesuksesan tanpa dukungan biaya pemasaran yang besar. Meski pencapaian seperti ini tidaklah mudah, beberapa game telah membuktikan bahwa game yang hebat tetap bisa dikenal dan sukses melalui cara-cara promosi yang lebih sederhana. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.

1. Portal

Awalnya, Portal bukanlah game yang dirilis secara standalone, melainkan bagian dari bundle The Orange Box bersama Half-Life 2 dan Team Fortress 2. Karena dua game tersebut dianggap sebagai daya tarik utama, promosi bundle-nya pun lebih banyak menonjolkan keduanya, sementara Portal masih belum banyak dikenal. Namun, game puzzle dengan konsep senjata portal yang unik ini justru mendapat sambutan luar biasa berkat desain puzzle-nya yang cerdas serta karakter AI cerewet bernama GLaDOS. Popularitasnya kemudian mendorong Valve untuk merilis Portal sebagai game terpisah, yang berujung sukses besar dan akhirnya melahirkan sekuel pada tahun 2011.

2. Among Us

Pandemi COVID-19 memang menjadi masa sulit bagi banyak orang, tetapi justru membawa keberuntungan besar bagi Among Us. Meski sudah dirilis sejak tahun 2018, game social deduction ini baru benar-benar dikenal luas ketika para content creator atau streamer populer seperti xQc dan Pokimane mulai memainkannya selama masa lockdown. Bahkan politikus Amerika Serikat, Alexandria Ocasio-Cortez, juga ikut melakukan streaming game ini. Berkat perhatian dari para orang terkenal itu, Among Us berubah menjadi fenomena global tanpa perlu mengandalkan iklan besar-besaran.

3. Rocket League

Sejak dirilis pada tahun 2015, Rocket League berhasil menjadi sangat populer tanpa mengandalkan marketing tradisional. Kesuksesan awalnya didorong oleh kehadirannya sebagai game gratis bagi pelanggan PlayStation Plus di PS4, sehingga banyak pemain langsung mencobanya dan membicarakannya di media sosial. Popularitas tersebut kemudian mendorong lebih banyak pemain membeli versi PC-nya di Steam, sementara pemain Xbox One ikut mendapatkannya setelah game ini dirilis di konsol tersebut. Selain strategi distribusinya, daya tarik utama Rocket League juga terletak pada gameplay-nya yang unik, di mana game ini memadukan sepak bola dengan mobil.

4. Five Nights at Freddy’s

Saat ini, Five Nights at Freddy’s (FNAF) telah berkembang menjadi franchise besar yang mencakup banyak game dan bahkan film, sehingga setiap proyek barunya selalu mendapat promosi besar-besartan serta dukungan anggaran marketing yang tinggi. Namun, hal itu tidak berlaku untuk game pertamanya yang dirilis pada tahun 2014 sebagai proyek indie kecil tanpa banyak publisitas. Popularitasnya mulai melonjak berkat YouTuber seperti Markiplier dan Jacksepticeye yang menarik perhatian pemain melalui video mereka ketika bermain dan ketakutan menghadapi jumpscare.

5. Phasmophobia

Saat dirilis secara early access pada September 2020, Phasmophobia belum banyak dikenal sehingga hanya sedikit pemain yang menantikan kehadirannya. Namun, popularitasnya melonjak menjelang Halloween setelah banyak streamer besar memainkannya di Twitch dan YouTube, sementara berbagai cuplikan gameplay-nya ikut tersebar luas di internet. Berkat promosi organik semacam itu, game horor co-op garapan Kinetic Games ini akhirnya berkembang pesat dan meraih kesuksesan besar tanpa perlu mengandalkan marketing tradisional. Hingga kini, Phasmophobia masih konsisten dimainkan oleh 5,000-10,000 pemain setiap harinya.

6. Meccha Chameleon

Meccha Chameleon merupakan game petak umpet yang berhasil mencuri perhatian besar di internet dan menjadi bukti betapa kuatnya pengaruh para content creator. Dalam waktu kurang dari sebulan sejak dirilis, game ini sudah terjual sebanyak lebih dari 15 juta kopi berkat promosi dari mulut ke mulut serta dukungan para streamer. Banyak content creator telah memainkan game yang satu ini, sementara cuplikan-cuplikan gameplay-nya yang seru tersebar luas di berbagai platform, sehingga tak mengherankan apabila popularitasnya tumbuh dengan sangat cepat.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa game paling sukses meski tanpa marketing yang jor-joran. Pernah memainkan salah satu game di atas?

Curated For You

Editorial Team

Related Article