Clair Obscur: Expedition 33 menjadi salah satu game paling fenomenal dalam beberapa tahun terakhir karena berhasil memukau jutaan pemain lewat ceritanya yang menyayat hati, gaya visual yang memesona dan sistem combat berbasis giliran yang seru dimainkan. Sandfall Interactive selaku studio pengembang di balik game ini, secara terang-terangan mengakui bahwa karya mereka banyak terinspirasi dari RPG-RPG legendaris di masa lalu, sehingga tak mengherankan jika elemen-elemen klasik dari game RPG lawas begitu terasa di dalam Expedition 33. Game apa saja itu? Berikut daftarnya.
5 Game RPG Klasik yang Menginspirasi Clair Obscur: Expedition 33

1. Final Fantasy X
Clair Obscur: Expedition 33 ternyata banyak terinspirasi dari seri Final Fantasy, khususnya trilogi pasca-Final Fantasy VII, dengan Final Fantasy X sebagai inspirasi utamanya. Game legendaris PS2 ini mengikuti kisah Tidus, seorang atlet yang tersesat ke dunia Spira dan berjuang memburu Sin, monster raksasa yang telah menghancurkan kampung halamannya. Di sepanjang permainan, pemain akan menjelajahi berbagai lokasi indah sembari bertarung melawan makhluk sekelas dewa, lengkap dengan elemen khas Final Fantasy seperti sihir, Limit Break, hingga mini-game seru bernama Blitzball. Tak heran jika Final Fantasy X dianggap sebagai salah satu game PS2 terbaik sepanjang masa karena pengaruhnya ternyata begitu melekat pada salah satu game RPG paling sukses dalam beberapa tahun terakhir.
2. Lost Odyssey
Tidak semua inspirasi di balik Clair Obscur: Expedition 33 berasal dari game legendaris yang sudah dimainkan banyak orang, karena ternyata Sandfall juga terinspirasi dari Lost Odyssey, salah satu game JRPG yang kurang mendapat sorotan meski digarap oleh para veteran Final Fantasy sebagai penulis dan komposernya. Game ini membawa dunia bertema steampunk dengan sihir didalamnya dan mengikuti kisah Kaim yang berusaha mengingat kembali masa lalunya sembari terjebak dalam konflik politik antarnegara. Sistem combat game ini memadukan elemen memadukan sihir dan kemampuan fisik, dengan mekanisme unik berupa pembagian karakter Mortal dan Immortal. Sayangnya, sejak rilis di akhir tahun 2000-an, Lost Odyssey tak pernah mendapat sekuel atau remaster, sehingga makin lama makin terlupakan.
3. Persona 5
Clair Obscur: Expedition 33 menyajikan gaya visual yang memukau, dunia yang penuh warna dan fantastis, serta elemen menu/UI yang terlihat jelas sangat terinspirasi Persona 5. Persona 5 sendiri berhasil menghadirkan karakter luar biasa tidak hanya lewat cerita utamanya, tapi juga lewat detail-detail kecil pada UI-nya. Berlatar Tokyo modern, game ini mengikuti kisah Phantom Thieves, sekelompok siswa SMA yang memasuki dunia alternatif bernama Metaverse untuk mengubah hati dan pikiran orang-orang yang telah merusak masyarakat. Metaverse menawarkan berbagai lokasi fantastis, mulai dari bank yang melayang hingga piramida Mesir yang terbengkalai, dengan tampilan UI merah menyala yang mencerminkan jiwa pemberontak para Phantom Thieves di setiap aksinya.
4. Devil May Cry
Para pengembang Clair Obscur: Expedition 33 memang dikenal sebagai gamer sejati yang tak segan menunjukkan kecintaan mereka pada game aksi, dan hal ini terbukti ketika terungkap bahwa sang sutradara ternyata memiliki kanal YouTube khusus soal Devil May Cry. Bagi yang asing, Devil May Cry sendiri merupakan seri game aksi legendaris yang mengikuti kisah Dante dalam memburu iblis dengan gameplay hack-and-slash dan sistem combo yang menuntut pemain merangkai serangan demi meraih Style Rank tinggi. Meski sistem combat Clair Obscur berbasis giliran yang notabene jauh berbeda dari DMC, karakter Verso juga dilengkapi sistem Style Rank dalam gameplay-nya, yang menandakan pengaruh DMC yang cukup kentara di balik desain combat Clair Obscur.
5. Sekiro: Shadows Die Twice
Sistem combat di Clair Obscur: Expedition 33 tidak hanya soal mencari titik lemah musuh ketika giliran menyerang, tapi juga menuntut ketepatan waktu ketika melakukan dodge dan parry agar bisa memberikan damage maksimal. Nah, lapisan tantangan ini ternyata terinspirasi dari game Soulslike garapan FromSoftware yaitu Sekiro: Shadows Die Twice. Pada game ini, pemain berperan sebagai shinobi yang melawan klan Ashina untuk menyelamatkan tuannya, dengan sistem combat yang sulitnya bukan main. Meski pendekatan stealth bisa digunakan, inti combat-nya tetap soal dodge dan parry untuk melemahkan musuh sebelum akhirnya mengeksekusi mereka. Meski bukan game Soulslike, Clair Obscur juga memiliki banyak musuh yang menuntut penguasaan penuh sistem dodge dan parry yang membuatnya terasa sama menantangnya dengan game-game Soulslike pada umumnya.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa game RPG klasik yang ternyata menginspirasi Clair Obscur: Expedition 33. Dari 5 game di atas, mana yang menurutmu paling memberi pengaruh kuat terhadap Clair Obscur: Expedition 33?
Curated For You
- 5 Alasan Kamu Wajib Main Game Clair Obscur: Expedition 3309 Des 2025, 15:04 WIB
- 7 Game Alternatif Jika Kamu Suka Clair Obscur: Expedition 3322 Mei 2025, 05:05 WIB