Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Game yang Jadi Sekuel untuk Filmnya

7 Game yang Jadi Sekuel untuk Filmnya
Wanted: Weapons of Fate (dok. I-play)
Intinya Sih
  • Game-game adaptasi film menjadi sekuel cerita
  • The Thing, Wanted: Weapons of Fate, dan From Dusk Till Dawn menawarkan kisah lanjutan dalam format game yang unik
  • Army of Darkness, James Bond 007: Everything or Nothing, dan Scarface: The World Is Yours juga memberikan pengalaman bermain yang layak untuk melanjutkan cerita filmnya
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Game yang mengadaptasi film selalu punya reputasi buruk dan itu bukan tanpa alasan. Dulunya, hampir setiap film selalu memiliki adaptasi game yang dirilis berdekatan dengan tujuan sebagai marketing sekaligus memaksimalkan pendapatan. Namun menariknya di beberapa kasus, ada game yang alih-alih mengadaptasi film, malah menjadi sekuel untuk film itu sendiri. Dengan begitu, pemain jadi bisa melihat kisah lanjutan namun dalam format yang jauh berbeda. Penasaran? Berikut 7 di antaranya.

1.The Thing

20 tahun setelah film horor karya John Carpenter membuat banyak orang ketakutan, The Thing akhirnya kembali hadir dalam bentuk game yang memungkinkan pemain merasakan ketegangan dalam format yang berbeda. Game third-person shooter ini memiliki sistem infeksi yang unik, di mana karakter NPC bisa berubah menjadi monster kapan saja. Ceritanya berlatar tiga bulan setelah peristiwa di filmnya, mengikuti tim pasukan khusus yang pergi menyelidiki Outpost 31. Game yang tahun lalu mendapat versi remaster ini tidak terlalu bergantung pada plot di filmnya, sehingga pemain tetap bisa menikmatinya tanpa harus menonton filmnya terlebih dahulu.

2.Wanted: Weapons of Fate

Wanted: Weapons of Fate mengejutkan banyak pemain karena kualitasnya yang solid, terutama di masa ketika game adaptasi film seringkali dibuat asal-asalan. Diadaptasi dari film Wanted yang notabene mengadaptasi novel grafis, game ini melanjutkan kisah Wesley Gibson setelah ending di film, di mana ia memburu cabang-cabang organisasi pembunuh bayaran bernama Fraternity. Gameplay-nya menawarkan mekanisme cover shooter yang seru, efek bullet-time seperti di filmnya dan penggunaan QTE (Quick Time Event) meski kuantitasnya bagi beberapa pemain dianggap sedikit berlebihan.

3.From Dusk Till Dawn

From Dusk Till Dawn mungkin bukan game yang dikembangkan dengan budget masif atau yang punya visual memukau, namun game ini tetap menawarkan pengalaman bermain yang menyenangkan. Sebagai sekuel dari film berjudul sama yang ceritanya sendiri sudah cukup absurd, game rilisan 2001 ini justru menaikkan level keabsurdan itu dengan menambahkan zombie ke dalam konflik melawan vampir. Kombinasi gameplay first-person dan third-person yang diusung game ini memang biasa saja, namun ceritanya ditulis oleh Hubert Chardot, kreator Alone in the Dark dan salah satu pelopor genre horor survival.

4.Evil Dead: Hail to the King

Meskipun menyandang predikat film cult classic, Army of Darkness sebenarnya tidak sukses di bioskop, sehingga kelanjutan ceritanya lewat film sangat tidak memungkinkan. Untungnya, para penggemar film tersebut tetap bisa menikmati kelanjutan kisah Ash Williams lewat game Evil Dead: Hail to the King yang rilis pada 2000 silam. Gameplay-nya sendiri kaku dan mirip Resident Evil pertama, namun secara keseluruhan, game ini tetap layak dimainkan berkat alur cerita yang seru dan Bruce Campbell sebagai pengisi suara. Bagi beberapa pemain, kisah lanjutan Army of Darkness terasa lebih cocok disampaikan lewat game ketimbang film.

5.James Bond 007: Everything or Nothing

James Bond 007: Everything or Nothing menunjukkan bahwa game bisa menjadi cara efektif untuk melanjutkan kisah sebuah film, terutama ketika aktor James Bond sudah tidak bisa lagi memerankan karakter tersebut. Meski Pierce Brosnan pensiun sebagai James Bond setelah film Die Another Day (2002), game yang dirilis pada 2004 ini tetap menggunakan wajah dan suara aktor ternama itu. Dengan cerita yang melibatkan nanoteknologi dan deretan pengisi suara asli dari film Die Another Day, Everything or Nothing menjadi bagian yang layak di dalam semesta James Bond.

6.Scarface: The World is Yours

Scarface: The World Is Yours merupakan game yang menawarkan versi alternatif dari ending film Scarface (1983), di mana pemain berperan sebagai Tony Montana dan diberi kesempatan untuk mengubah nasibnya dengan selamat dari serangan musuh. Berbeda dari game sejenis seperti GTA: San Andreas, game ini menawarkan mekanisme yang lebih mendalam, seperti bernegosiasi dengan polisi, menjual narkoba secara diam-diam, membeli properti, hingga membangun bisnis demi mengembalikan kekuasaan dan kekayaan Tony. Selain itu, sistem combat game ini juga dibuat lebih kompleks.

7.Alien: Isolation

Alien: Isolation sering disebut sebagai contoh terbaik dari game adaptasi franchise film yang berhasil dieksekusi dengan sangat baik. Dirilis pada 2014, game ini masih mengesankan hingga sekarang berkat nuansa horor yang mencekam dan AI musuh yang sangat realistis. Ceritanya berlatar setelah film Alien (1979) dan sebelum Aliens (1986), di mana Amanda Ripley, putri dari Ellen Ripley, menyelidiki sebuah stasiun luar angkasa bernama Sevastopol. Di dalamnya, ia menghadapi berbagai ancaman mulai dari manusia, android, hingga Xenomorph yang akan mengintai tanpa henti.

Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game yang jadi sekuel untuk filmnya. Tertarik menikmati kisah lanjutan filmnya lewat game-game di atas?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
Mochammad Arif Gunawan
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Tech

See More