Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kota di GTA Selalu Memakai Nama Fiksi?
Salah satu karakter di GTA 6 (dok. Rockstar Games/GTA 6)
  • Rockstar memakai kota fiksi seperti Liberty City, Vice City, dan Los Santos untuk menyampaikan satir budaya, media, serta gaya hidup Amerika dengan lebih bebas.
  • Nama parodi memberi fleksibilitas desain open-world, sehingga Rockstar dapat memadatkan wilayah dan menambahkan lokasi tanpa terikat tata letak geografis kota asli.
  • Kota fiksi membantu mengurangi risiko hukum dan kontroversi, memisahkan narasi kriminal dari realitas, serta membangun semesta GTA yang saling terhubung dan tetap terasa autentik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seri Grand Theft Auto (GTA) selalu menyajikan lanskap perkotaan ikonik seperti Liberty City, Vice City, dan Los Santos. Meski merepresentasikan kota besar dunia nyata seperti New York, Miami, dan Los Angeles, Rockstar Games tetap enggan memakai nama aslinya.

Penamaan kota dengan nama parodi dalam seri GTA sendiri sudah dimulai sejak era PS1. Rockstar menerapkan ini dengan mempertimbangkan aspek satir budaya, fleksibilitas teknis, hingga batasan hukum. Berikut lima alasan kenapa kota dalam seri GTA memakai nama parodi atau fiksi.

1. Kebebasan satir dan parodi sosial

Leonida Keys GTA 6 (dok. Rockstar Games/GTA 6)

GTA pada dasarnya merupakan sebuah satir yang menyindir habis-habisan budaya konsumen dan gaya hidup modern Amerika Serikat. Melalui nama fiktif, pengembang bebas menciptakan iklan, media massa, dan karakter yang merupakan parodi dari dunia nyata. Kota fiksi menjadi panggung pertunjukan yang sangat efektif untuk menertawakan berbagai kegilaan sosial politik. Jika Rockstar memakai nama kota nyata, satir semacam ini akan dianggap terlalu eksplisit. Nama fiksi justru memberikan jarak estetis yang membuat sindiran tersebut dapat diterima secara luas sebagai hiburan.

2. Fleksibilitas desain tata letak kota

Port Gellhorn (dok. Rockstar Games/GTA 6)

Meniru kota nyata secara persis dalam skala satu banding satu tentu bukan formula yang ideal untuk sebuah game open-world. Rockstar membutuhkan kebebasan penuh untuk mendesain sebuah dunia yang kompleks. Nama fiksi memungkinkan tim developer memadatkan jarak wilayah agar pengalaman berkendara tetap seru dan dinamis. Selama ini, Rockstar  dapat dengan mudah menambahkan pulau buatan, lapangan terbang tersembunyi, ata markas militer di tengah wilayah urban. Kebebasan Rockstar sebagai pengembang mustahil terwujud jika mereka terikat oleh tata letak geografis kota dunia nyata yang sesungguhnya. 

3. Perlindungan hukum dan hak cipta

Los Santos GTA V (dok. Rockstar Games/GTA V)

Penggunaan nama kota asli berpotensi memicu masalah hukum. Beberapa otoritas kota di dunia nyata bisa saja keberatan jika wilayah resmi diasosiasikan dengan tingginya tingkat kejahatan. Dengan kata lain, Rockstar berusaha meminimalkan risiko gugatan pencemaran nama baik wilayah publik dengan menggunakan kota parodi. Hal serupa juga berlaku untuk berbagai merek dagang, kepolisian, gedung perkantoran, dan layanan darurat di dalam permainan. Rockstar lebih memilih membuat parodi dari kepolisian atau rumah sakit ketimbang menampilkan logo lembaga resmi secara langsung. 

4. Pemisahan narasi kriminal dari realitas

salah satu karakter GTA 6 (dok. Rockstar Games/GTA 6)

GTA sarat dengan aksi kekerasan seperti perampokan bersenjata, pembunuhan brutal, hingga perdagangan barang terlarang dalam alur cerita utamanya. Mengaitkan kejahatan ekstrem tersebut dengan kota nyata dapat memicu kontroversi moral yang tidak perlu di tengah masyarakat umum. Nama fiksi secara psikologis memberi sinyal jelas kepada pemain bahwa seluruh kekacauan ini hanyalah simulasi fiktif belaka. Pemain dapat menikmati fantasi kriminal tanpa terbebani oleh bayang-bayang tuntutan hukum di dunia nyata. Pemisahan ruang ini membantu menjaga integritas moral dari pengalaman bermain yang ditawarkan oleh pengembang.

5. Pembangunan semesta fiksi yang saling terhubung

ilustrasi pantai Vice City (dok. Rockstar Games/GTA VI)

Rockstar telah membangun semesta fiksi GTA selama beberapa dekade dengan berbagai hal yang saling terhubung. Inilah yang membuat para karakter tertentu dapat berpindah dari Liberty City menuju Los Santos. Hal tersebut dapat menciptakan kedalaman cerita yang jauh lebih menarik bagi para penggemar. Setiap kota fiksi memiliki karakter visual dan atmosfer kultural yang dirancang dengan matang oleh tim pengembang. Keberadaan semesta fiktif yang mandiri dalam seri GTA membuat dunia dalam game ini seperti sebuah dimensi alternatif yang utuh dan bernyawa.

Meskipun berlatar kota fiksi, riset lapangan Rockstar begitu mendalam hingga para pengembang game menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk memotret ribuan lokasi asli demi merekam esensi kota tersebut. Faktor inilah yang membuat kota-kota parodi di semesta GTA tetap begitu hidup sekaligus abadi di ingatan para pemain.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article