Kenapa TheoTown Jadi Ramai Dimainkan di Indonesia?

- TheoTown viral di Indonesia karena spesifikasi kentang, bisa dimainkan di perangkat dengan spesifikasi rendah
- Game ini menawarkan dua mode bermain yang bisa dinikmati secara santai maupun serius
- Konten TheoTown semakin kaya berkat plugin bernuansa Nusantara dan menjadi ruang ekspresi kritik yang menghibur dan penuh humor
TheoTown (2019) adalah game simulasi perkotaan (city building) garapan blueflower dan Lobby Divinus. Ia tersedia untuk PC melalui Steam serta perangkat mobile via Play Store. Di dalamnya, kamu berperan sebagai pemerintah yang bertugas membangun infrastruktur sekaligus merancang kebijakan.
Meski grafiknya terkesan ketinggalan zaman, TheoTown justru sedang viral di kalangan gamer Indonesia. Fenomena ini memicu rasa penasaran dan mendorong gamer lain untuk mencoba TheoTown. Alhasil, banyak dari mereka merasa ketagihan berkat beragam fitur yang ditawarkan.
Lantas, apa saja faktor yang membuat TheoTown viral di Indonesia? Berikut penjelasannya.
1. Spesifikasi kentang menjadi salah satu daya tarik TheoTown di Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak game terbaru menuntut spesifikasi perangkat yang tinggi. Bagi sebagian gamer Indonesia, khususnya dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, keterbatasan perangkat menjadi kendala tersendiri. Akibatnya, mereka harus menabung terlebih dahulu untuk membeli perangkat baru demi memainkan game idaman.
Sebagai game lawas, TheoTown tidak mewajibkanmu menggunakan perangkat high-end. Ia sudah bisa dijalankan di PC dengan sistem operasi Windows 7, prosesor Intel Pentium, dan memori RAM 1 GB. Selain itu, TheoTown juga bisa dimainkan di mobile yang dapat diunduh secara gratis dengan ukuran file sekitar 88 MB saja.
2. TheoTown bisa dimainkan secara santai maupun serius

TheoTown menawarkan dua mode bermain yang bisa kamu pilih. Sandbox Mode memberi kebebasan penuh untuk bereksperimen tanpa batasan finansial. Mode ini cocok untuk kamu yang gemar berkreasi dan mencoba berbagai ide tanpa perlu khawatir mengalami kerugian.
Sementara itu, Simulation Mode menawarkan pengalaman simulasi yang lebih realistis. Kamu dituntut mengatur anggaran, mengelola kota, serta menjaga kesejahteraan warga dengan sumber daya yang terbatas. Kehadiran dua mode ini membuat TheoTown dapat dinikmati siapa saja, baik yang ingin bermain santai maupun merasakan sensasi sebagai pemerintah secara serius.
3. Plugin bernuansa Nusantara membuat konten TheoTown semakin kaya

Sebuah game akan terasa lebih hidup ketika gamer dilibatkan dalam proses pengembangannya. Tak hanya sebagai pemain, TheoTown juga memungkinkanmu berkontribusi memperkaya konten permainan. Salah satunya dengan menciptakan plugin yang bisa dinikmati oleh seluruh komunitas.
Dalam TheoTown, plugin merupakan fitur yang memungkinkanmu menambahkan elemen dan konten hasil kreasi ke dalam game. Tak sedikit modder yang membuat plugin bertema kelokalan, seperti restoran Mie Gacoan, perkebunan sawit, dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kamu juga dapat merancang, mengunggah, dan membagikan plugin buatanmu melalui berbagai alat bantu, salah satunya TheoTown Plugin Creator.
4. TheoTown menjadi ruang ekspresi kritik yang menghibur dan penuh humor

TheoTown bukan sekadar game simulasi membangun kota dengan elemen sandbox yang kaya. Bagi gamer Indonesia, ia juga bisa menjadi arena bermain peran (roleplay) sebagai pemerintah. Kamu dapat mengatur kebijakan, mendirikan bangunan, hingga mengubah besaran pajak dengan cara yang nyeleneh.
Berkat kreativitas para gamer, TheoTown kerap dijadikan medium kritik sosial dan politik yang dikemas secara jenaka. Banyak dari mereka membagikan momen unik saat bermain, mulai dari menaikkan pajak secara gila-gilaan hingga membakar hutan demi membuka perkebunan sawit. Keabsurdan dan tingkah lucu para gamer ini membuat TheoTown terasa lebih hidup dan berwarna.
5. Budaya FOMO mendorong popularitas TheoTown di Indonesia

Fear of Missing Out (FOMO) adalah perasaan takut tertinggal tren, informasi, atau pengalaman yang tengah ramai dibicarakan orang lain. Di era internet saat ini, FOMO menjadi fenomena yang kian lumrah ditemui. Faktor tersebut membuat TheoTown cepat viral di Tanah Air.
Banyak gamer membagikan cuplikan TheoTown di berbagai media sosial, seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan X (dulu Twitter). Alhasil, mereka yang belum mengenal game ini pun merasa penasaran dan terdorong untuk mencobanya. Karena mudah dimainkan bahkan di perangkat berspesifikasi kentang, jumlah pemain TheoTown terus meningkat dari waktu ke waktu.
TheoTown memang bukan game dengan grafik modern. Namun, kreativitas gamer serta komunitas yang aktif membuat game simulasi kota ini semakin populer di Indonesia. Jadi, apakah kamu tergiur untuk menjelajahi TheoTown?

















