"Semangat mereka dalam menciptakan solusi yang relevan dan bernilai tambah bagi komunitas mencerminkan potensi besar dari generasi muda Indonesia untuk perubahan positif bagi masyarakat," ujarnya di Jakarta, pada Selasa (13/01/2026).
Grab Ventures Velocity Baru Saja Meluluskan 8 Startup

- Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 menutup program akselerator dengan lima startup terpilih yang fokus pada teknologi iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular.
- Para startup melalui mentorship, integrasi ke dalam ekosistem digital Grab, dan peluang pitching dengan mitra strategis sebelum merayakan Graduation Day.
- Implementasi pilot project di dalam ekosistem Grab membantu startup menguji solusi mereka secara langsung, memperluas skala, dan meningkatkan dampak.
Grab Indonesia resmi menutup rangkaian Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 melalui sesi Graduation Day, yang menjadi momentum refleksi capaian dan dampak dari lima startup terpilih setelah mengikuti program akselerator intensif selama enam bulan.
Mengusung tema “Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations”, GVV Batch 8 ini berfokus pada teknologi iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular. Fokus tersebut diwujudkan melalui lima finalis startup yang telah terpilih dari ratusan peserta yaitu CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak.
Berbagai rangkaian telah dilalui

Sejak Agustus 2025, para startup terpilih telah melalui berbagai rangkaian intensif, mulai dari mentorship mendalam bersama praktisi industri, integrasi ke dalam ekosistem digital Grab melalui implementasi pilot project, hingga peluang pitching dengan mitra strategis.
Seluruh perjalanan tersebut mencapai puncaknya pada acara Graduation Day GVV Batch 8 yang untuk merayakan milestone dari para founder terpilih. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan venture capital, mentor leaders sebagai mitra strategis program, juga alumni founder dari program GVV Batch sebelumnya.
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia, mengatakan bahwa mereka bangga melihat para startup terpilih ini berhasil menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang akan berdampak jangka panjang.
Pilot project
Implementasi pilot project di dalam ekosistem Grab menjadi salah satu tonggak terpenting dalam rangkaian program GVV Batch 8. Melalui momentum penting ini, para startup dapat menguji solusi mereka secara langsung di ekosistem Grab.
Inisiatif ini membantu startup memperluas skala, meningkatkan dampak, dan berkolaborasi dengan berbagai lini bisnis Grab.
Kata para alumni

Arfan Arlanda, CEO & Founder of Jejakin, Peserta GVV Batch 8 menyampaikan bahwa Jejakin bekerjasama dengan Grab dan Grab For Business dalam menciptakan fitur “Sustainability as a Service” yang memungkinkan penanaman sekitar 400 pohon mangrove di Bangka Belitung dan berkontribusi pada pengurangan emisi hingga sekitar 733 kilogram CO₂ per bulan
"Kami optimistis pilot project ini dapat menjadi contoh kolaborasi strategis yang menghasilkan dampak terukur dalam pengurangan emisi karbon," katanya.
Program akselerator GVV memberikan pendampingan strategis dan membantu memperkuat upaya Liberty Society untuk mendorong ekonomi sirkular di Indonesia. Tamara Soerijo, CEO of Liberty Society, Peserta GVV Batch 8 mengungkapkan.
“Melalui kolaborasi bersama Grab kami membuat merchandise berbasis upcycling dari jaket mitra pengemudi Grab, serta minyak jelantah bekas para Grab merchant. Beberapa produk tersebut dijual kembali ke Grab Mart. Inisiatif ini menghemat emisi karbon hingga 208 kg CO₂e, atau sebanding dengan menanam 9 pohon.
Program pendampingan GVV telah meningkatkan kapasitas Sirsak dalam mengembangkan pendekatan B2C untuk mengajak partisipasi langsung masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Melalui kampanye promo-to-donation bersama Grab, kami mengajak pengguna berkontribusi pada pengelolaan sampah melalui donasi sebesar Rp1. Program ini berhasil menyalurkan insentif pengumpulan untuk 25 ton sampah daur ulang serta memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja sampah. Sebanyak 20.000 voucher kupon berhasil diredeem dalam waktu dua hari, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi melalui kontribusi sederhana,” Angeline Callista, CEO & Co-Founder of Sirsak menjelaskan.
Melalui integrasi API antara Rekosistem dan Grab serta kolaborasi dengan ekosistem di dalamnya pada program GVV Batch 8, mereka dapat menghadirkan solusi pengelolaan dan daur ulang sampah langsung ke tangan pengguna dengan lebih mudah dan kategori yang lebih luas.
Integrasi ini memungkinkan pengguna melakukan setor sampah dengan praktis, memperluas jangkauan layanan ke wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membuka peluang pengembangan model bisnis sirkular baru melalui solusi transportasi logistik dan mendorong terwujudnya budaya Pilah-Kemas-Setor sampah di masyarakat.
Sementara itu, transisi menuju ekonomi rendah karbon juga menuntut kesiapan infrastruktur energi bersih yang mendukung mobilitas masa depan. GVV Batch 8 turut memfasilitasi startup di sektor kendaraan listrik untuk menguji solusi yang relevan dengan kebutuhan ekosistem Indonesia.
“Sebagai bagian dari upaya membangun infrastruktur pendukung mobilitas listrik di Indonesia, ini adalah tonggak penting bagi Casion untuk memperkuat pondasi bisnis. Melalui pemahaman pasar dan pilot project bersama Grab, kami dapat memvalidasi solusi EV charging yang terjangkau dan relevan, sekaligus mempercepat perluasan infrastruktur kendaraan listrik secara berkelanjutan,” Kevin Pudjiadi, CEO & Co-Founder of CASION menuturkan.

















