ONIC Sukses Kalahkan BGT di Swiss Stage M7, Hampir Dihabisi Minion!

- BGT unggul di early game berkat permainan agresif Kazue (Hayabusa) yang membuat ONIC terhambat.
- ONIC berhasil membalikkan keadaan secara perlahan di late game dengan hero late game yang kuat.
- Base ONIC hampir dihancurkan oleh Super Minion, tetapi mereka berhasil mengamankan pertandingan pada menit ke-28.
Babak Swiss Stage M7 World Championship 2025 akhirnya resmi dimulai pada Sabtu (10/1/2026) kemarin. ONIC Esports (ONIC) kebetulan menjadi tim pertama yang bertanding. Lawan mereka adalah sang juara babak Wildcard, Boostgate Esports (BGT). Laga pembuka tersebut berlangsung sengit dan dramatis.
Pertandingan berjalan panjang. Namun, ONIC akhirnya berhasil memenangkan pertandingan. Meski memang diunggulkan, ONIC dikejutkan dengan gameplay BGT yang solid. Penasaran bagaimana serunya pertandingan tersebut? Simak di bawah ini!
1. Early game dikuasai oleh BGT berkat permainan yang agresif

Pernah mengadapi ONIC beberapa kali di MPL ID, Coach Tezet seolah sudah punya strategi khusus untuk menghadapi sang Raja Langit. Coach Tezet sepertinya fokus untuk ban hero power dari Sanz dan Kiboy, seperti Ruby dan Zhuxin. Sementara, Coach Adi juga tidak gengsi untuk respect ban Selena dan Yve yang jadi andalan midlaner BGT, Identity.
Pada game pertama, BGT berhasil unggul di early game. Semua berkat sang jungler, Kazue (Hayabusa) bermain agresif. Ia memulai dengan ganking Lutpiii (Uranus), lalu mengincar Skylar (Claude). Ini membuat ONIC cukup terhambat. BGT berhasil memegang early game. Bahkan, pada lima menit pertama, Kazue sudah dapat tiga poin kill. BGT makin unggul setelah mendapatkan perfect Turtle.
2. Memasuki late game, ONIC berhasil membalikkan keadaan secara perlahan

Meski ditekan BGT selama hampir 15 menit, ONIC tidak menyerah begitu saja. Mereka terus bertahan dengan bermain disiplin. ONIC tentu saja mengincar potensi late game dari hero yang mereka bawa. Akhirnya, pada menit ke-17, ONIC berhasil mengagalkan snowball dari BGT yang sebelumnya mendominasi. Kombinasi Blazing Duet dari Skylar (Claude) dan follow up dari Kairi (Yi Shun-shin) berhasil menumbangkan empat pemain BGT.
Akibat serangan tersebut, keunggulan 5 ribu gold BGT langsung terkejar oleh ONIC. Seperti dugaan, giliran ONIC yang mulai mendominasi berkat hero late game yang kuat. Kalau pada awalnya Kiboy (Kalea) nyaris tidak bisa berkutik, kini ia menggila. Skill Tsunami Slam menjadi mimpi buruk pemain BGT.
Perlahan tapi pasti, ONIC membalikkan keadaan di fase late game. Kairi dan Sanz (Kadita) langsung berburu poin kill sambil memberikan tekanan tiada henti. Namun, meski berkali-kali nyaris dihabisi, pemain BGT menunjukkan perlawanan hebat. Mereka juga berhasil mencuri Lord beberapa kali pada momen kritis.
3. Base ONIC hampir dihancurkan Super Minion yang menyerang dari Top Lane, tetapi mereka akhirnya bisa amankan pertandingan

Ada hal menarik menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-24, wave Super Minion dari top lane berhasil menyerbu ke dalam base ONIC ketika seluruh pemainnya sibuk menggempur base BGT. Alhasil, punggawa ONIC langsung menghentikan serangan dan balik ke base. Untungnya, Skylar recall tepat waktu sehingga bisa mempertahankan base. Telat beberapa detik saja, kemungkinan Super Minion BGT akan sukses meruntuhkan base ONIC, nih!
Setelah pertandingan sengit dan penuh drama, ONIC berhasil mengakhiri pertandingan saat waktu memasuki menit ke-28. ONIC sukses menghancurkan base BGT dengan bantuan Lord dalam serangan all-in terakhir. Ia menjadi pertandingan pembuka yang sangat panjang dan menjadi bukti ketatnya persaingan di M World Championship musim ini.
Kemenangan ini mengantarkan ONIC ke Upper Bracket 1-0 dan BGT harus turun ke Lower Bracket 0-1. Berikutnya, ONIC akan menghadapi Yangon Galacticos (YG) pada laga Minggu (11/1/2026) sore WIB nanti untuk memperebutkan posisi Upper Bracket 2-0. Jangan lupa nonton, ya!



















