Minggu (14/6/2026) menjadi hari yang paling bersejarah bagi Bigetron by Vitality (BTR). Setelah menunggu selama 16 season tanpa gelar, mereka akhirnya berhasil meraih gelar juara MPL Indonesia untuk pertama kalinya. Momen tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang salah satu tim esports terbesar di Indonesia ini.
5 Fakta Perjalanan BTR Menuju Gelar Juara MPL ID S17

- Bigetron by Vitality (BTR) akhirnya meraih gelar juara MPL Indonesia Season 17 setelah menunggu 16 season, menumbangkan ONIC dengan skor 4-1 di grand final.
- Perjalanan BTR penuh dinamika, mulai dari menjadi satu-satunya tim yang dua kali kalahkan ONIC hingga sempat kalah mengejutkan dari RRQ yang sedang terpuruk.
- BTR berhasil membuktikan diri di playoff meski sempat diragukan, bangkit dari lower bracket, dan Morenoo dinobatkan sebagai Finals MVP setelah tujuh season tanpa gelar.
Pada grand final MPL ID S17, BTR sukses mengalahkan ONIC dengan skor 4-1. Namun, perjalanan mereka dalam meraih gelar juara ini tidak selalu berjalan mulus. Ada berbagai momen menarik yang mewarnai perjalanan BTR menuju gelar juara MPL ID S17.
1. BTR jadi satu-satunya tim yang mengalahkan ONIC dua kali di regular season

Kekuatan BTR sebenarnya sudah terlihat sejak babak regular season. Mereka menjadi satu-satunya tim yang mampu mengalahkan ONIC dalam dua leg. Catatan tersebut menunjukkan bahwa BTR memiliki kemampuan untuk bersaing dengan tim terkuat di MPL Indonesia.
Saat itu, ONIC tampil sangat dominan dan hampir tidak tersentuh oleh tim lain. Karena berhasil menghentikan laju kemenangan ONIC, BTR pun mendapat julukan sebagai "Pemecah Win Streak". Menariknya, mereka tidak hanya memutus rekor kemenangan ONIC di regular season, tetapi juga menghentikan langkah ONIC untuk kembali menjadi juara MPL Indonesia.
2. BTR jadi tim pertama yang kalah oleh RRQ yang sedang terpuruk

Selain dikenal sebagai "Pemecah Win Streak", BTR juga sempat mendapat julukan lain, yaitu "Pemecah Lose Streak". Julukan ini muncul karena mereka menjadi tim pertama yang kalah dari RRQ. Padahal, saat itu RRQ mengalami delapan kali lose streak.
Kekalahan itu cukup mengejutkan para penggemar MPL Indonesia. Pasalnya, BTR yang sebelumnya mampu menumbangkan ONIC justru kalah telak 0-2 dari RRQ yang sedang berada dalam performa buruk. Kekalahan ini sempat membuat banyak orang mempertanyakan konsistensi permainan BTR sepanjang musim.
3. BTR melaju ke playoff setelah RRQ mengalahkan Alter Ego

Meski sempat menjadi korban kebangkitan RRQ, BTR juga mendapat keuntungan dari salah satu hasil pertandingan Sang Raja. Secara tidak langsung, kemenangan RRQ atas Alter Ego di leg kedua membantu BTR mengamankan tiket menuju babak playoff. Situasi ini membuat posisi BTR menjadi lebih aman dalam persaingan klasemen.
Saat itu, Alter Ego wajib menang jika ingin menjaga peluang lolos ke playoff. Namun, kekalahan dari RRQ membuat mereka tidak lagi mampu mengejar poin yang dibutuhkan. Hasil tersebut sekaligus memastikan posisi BTR aman di zona playoff tanpa harus menunggu pertandingan lainnya.
4. BTR sempat diprediksi pulang lebih awal di playoff

Meski dua kali mengalahkan ONIC di regular season, banyak fans yang masih ragu dengan peluang BTR di playoff. BTR bahkan sempat diprediksi akan pulang di babak awal. Keraguan tersebut muncul karena rekam jejak BTR di fase playoff pada beberapa season sebelumnya.
Alasannya cukup sederhana. Selama beberapa season terakhir, BTR dikenal sebagai tim yang sering tampil bagus di regular season, tetapi kesulitan ketika memasuki babak playoff. Ditambah lagi, lawan pertama mereka adalah EVOS, tim yang menyingkirkan BTR pada playoff MPL ID S16.
Namun, BTR berhasil mematahkan prediksi tersebut. Mereka mampu melewati berbagai rintangan dan terus melaju hingga mencapai babak grand final. Penampilan mereka di playoff menjadi bukti bahwa BTR telah berkembang menjadi tim yang lebih baik.
5. Akhirnya BTR juara pada season ke-17 MPL Indonesia

Penantian panjang BTR akhirnya berakhir di MPL ID S17. Setelah 16 season berlalu tanpa gelar, mereka sukses mengangkat trofi juara usai mengalahkan ONIC dengan skor 4-1 di grand final. Gelar ini menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah perjalanan BTR di MPL Indonesia.
Perjalanan mereka menuju gelar juara juga tidak mudah. BTR sempat kalah dari ONIC di final upper bracket dan harus turun ke lower bracket terlebih dahulu. Namun, mereka mampu bangkit, melaju kembali ke grand final, lalu membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan.
Keberhasilan BTR semakin lengkap karena pemain senior mereka, Morenoo, dinobatkan sebagai Finals MVP. Setelah tujuh season memperkuat BTR tanpa pernah merasakan gelar juara, penantian panjang Morenoo akhirnya terbayar lunas di musim kedelapannya. Penghargaan tersebut menjadi pelengkap sempurna bagi perjalanan luar biasa yang ia jalani bersama BTR.
Perjalanan BTR menuju gelar juara MPL ID S17 memang penuh liku-liku. Mereka pernah dipuji karena mampu menghentikan dominasi ONIC, tetapi juga sempat diragukan setelah kalah dari RRQ. Namun, semua keraguan itu akhirnya terjawab di grand final. Setelah menunggu selama 17 season, Bigetron by Vitality akhirnya berhasil menorehkan sejarah dengan meraih gelar juara MPL Indonesia pertamanya.


















