Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Punya Skor Ulasan yang Rendah, 5 Game PS5 Ini Ternyata Menarik

4 min read
Punya Skor Ulasan yang Rendah, 5 Game PS5 Ini Ternyata Menarik
The Callisto Protocol (dok. Striking Distance Studios)
  • Sejumlah game PS5 awalnya mendapat ulasan rendah akibat masalah teknis, fitur kurang matang, atau gameplay yang dinilai sederhana, tetapi kemudian menunjukkan kualitas setelah pembaruan.

  • Bugsnax, The Medium, dan The Callisto Protocol menawarkan kekuatan berbeda, mulai dari konsep kreatif, horor psikologis, hingga aksi sci-fi, sambil memperbaiki kekurangan lewat update.

  • Avatar: Frontiers of Pandora dan Halloween: The Game menghadapi kritik teknis, namun patch serta konten tambahan meningkatkan pengalaman bermain, eksplorasi, dan nuansa horornya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

PlayStation 5 dikenal sebagai salah satu konsol generasi terbaru dengan jajaran game eksklusif yang luar biasa. Sayangnya, seperti semua konsol pada umumnya, tidak semua game yang tersedia di konsol garapan Sony ini langsung memperoleh apresiasi. Beberapa game malah menerima banyak ulasan negatif dari para kritikus karena berbagai alasan, mulai dari masalah teknis hingga fitur yang tidak dieksekusi dengan baik. Namun seiring berjalannya waktu, sejumlah game PS5 yang dikritik pedas mengalami peningkatan kualitas lewat update dan konten tambahan. Berikut beberapa game PS5 yang mendapat skor ulasan rendah padahal berkualitas tinggi.

  1. 1. Bugsnax

    Bugsnax merupakan salah satu game yang hadir pada masa awal peluncuran PS5. Game petualangan ini mengajak pemain menjelajahi sebuah pulau misterius yang dihuni makhluk unik berbentuk makanan hidup. Pemain berperan sebagai jurnalis yang mencari seorang penjelajah yang hilang, sekaligus mempelajari dan menangkap berbagai jenis Bugsnax di sejumlah bioma yang berbeda. Ketika dirilis, kritikus memang memuji humor absurd dan konsepnya yang kreatif, namun mereka menilai gameplay-nya belum sepenuhnya menyenangkan. Salah satu kekurangan yang cukup disorot adalah tidak adanya fitur fast travel. Menjawab kritik itu, Young Horses kemudian merilis update gratis yang menambahkan fast travel, area untuk memajang Bugsnax, peningkatan quality-of-life dan Bugsnax baru yang lebih menantang untuk ditangkap.

  2. 2. The Medium

    The Medium merupakan game horor psikologis dari Bloober Team, studio yang kemudian semakin dikenal melalui game remake Silent Hill 2. Cerita game ini berfokus pada Marianne, seorang medium asal Polandia yang mampu berpindah antara dunia manusia dan alam roh. Ia menyelidiki misteri yang berkaitan dengan kekuatannya sembari menghadapi trauma serta sejarah kelam yang berhubungan dengan masa lalu Polandia. Saat dirilis, sejumlah kritikus menilai game ini terlalu sederhana dan menyebutnya sebagai langkah yang kurang berhasil bagi Bloober Team. Namun, pendekatan sederhana itu lah yang menjadi salah satu kekuatan game ini. Alih-alih mengandalkan teror tanpa henti, The Medium membangun suasana mencekam melalui lingkungan sekitar, soundtrack, simbolisme dan cerita yang lebih personal.

  3. 3. The Callisto Protocol

    The Callisto Protocol sering kali dibandingkan dengan Dead Space, terutama karena game ini dikembangkan oleh Glen Schofield, salah satu sosok penting di balik Dead Space. Pada game ini, pemain akan mengikuti cerita Jacob Lee, seorang kapten kapal luar angkasa yang jatuh di salah satu bulan Jupiter dan kemudian dipenjara. Situasi berubah menjadi mimpi buruk ketika wabah misterius mengubah para penghuni penjara menjadi makhluk mengerikan. Reaksi awal terhadap game ini cukup beragam. Banyak kritikus menilai bahwa game ini terlalu mirip dengan game-game Schofield sebelumnya, memiliki tingkat kesulitan yang tidak konsisten dan dipenuhi masalah teknis yang mengganggu pengalaman bermain. Striking Distance Studios akhirnya merilis patch untuk menambal berbagai masalah itu dan meski masih belum mampu menyamai kualitas Dead Space, saat ini The Callisto Protocol sudah lebih stabil dan lebih baik dibandingkan kondisi ketika pertama kali dirilis.

  4. 4. Avatar: Frontiers of Pandora

    Sebagai game adaptasi dari film garapan James Cameron, Avatar: Frontiers of Pandora menawarkan dunia terbuka yang luas dan penuh warna. Pemain mengendalikan seorang Na’vi yang bergabung dalam perlawanan melawan manusia yang berusaha mengeksploitasi serta menjajah Pandora. Eksplorasi menjadi bagian penting, di mana pemain diajak menjelajahi berbagai bioma, membangun hubungan dengan klan Na’vi dan memanfaatkan kemampuan bertahan hidup di Pandora yang kini penuh ancaman. Awalnya, masalah teknis dan ekspektasi tinggi terhadap Avatar membuat banyak kritikus kurang menyukai game ini. Untungnya, Ubisoft kemudian memperbaiki masalah yang ada, menambahkan konten baru dan menawarkan opsi perspektif third-person. Setelah beberapa tahun mendapatkan pembaruan, Frontiers of Pandora akhirnya berkembang menjadi game open-world yang lebih memuaskan.

  5. 5. Halloween: The Game

    Halloween: The Game mengusung format horor asimetris yang sebelum dipopulerkan oleh game seperti Dead by Daylight. Dikembangkan oleh IllFonic, game ini memungkinkan pemain mengendalikan Michael Myers atau salah satu warga Haddonfield. Sebagai Michael, pemain bertugas memburu dan membunuh para warga, sementara warga harus saling memperingatkan, mencari jalan keluar dan bertahan hidup dari teror di malam Halloween. Game ini melakukan tugas yang sangat baik dalam merekonstruksi Haddonfield pada malam Halloween tahun 1978, di mana lokasi tersebut digarap semirip dan semengerikan mungkin seperti yang ada di filmnya. Sayangnya, masalah teknis mempengaruhi ulasan kritikus terhadap game ini, meski berbagai patch telah dirilis untuk menambal kekurangan yang ada. Dengan dukungan yang masih berlanjut, Halloween: The Game masih memiliki peluang untuk berkembang dengan jauh lebih baik.

    Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi beberapa game yang memiliki skor ulasan rendah padahal aslinya berkualitas tinggi. Pernah memainkan game-game di atas?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More