Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bisakah Turnamen MLBB Terapkan Global Ban Pick dan Fearless Draft?

M7
sesi draft pick laga AE melawan Aurora Gaming di M7 (dok. Moonton/Mobile Legends: Bang Bang)
Intinya sih...
  • Global ban pick dan fearless draft mengontrol pilihan hero di kompetisi MLBB
  • Jumlah hero mempermudah penerapan global ban pick dan fearless draft
  • Kreativitas jadi kunci kemenangan tim jika kedua sistem ini dijalankan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kompetisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) seolah tak pernah kehabisan bahan perbincangan. Terbaru, M7 World Championship resmi berakhir dengan kemenangan di tangan Aurora Gaming atas Alter Ego (AE) melalui capaian skor telak 4-0. Meski turnamen telah usai, antusiasme penggemar MLBB belum mereda karena sejumlah ajang besar masih menanti, mulai dari Mobile Legends Professional League Indonesia Season 17 (MPL ID S17) hingga M8 World Championship dalam waktu dekat.

Adapun, sistem draft hero dalam setiap pertandingan kerap menjadi sorotan. Sebagian pihak menilai mekanisme draft di pro scene sudah berjalan kompetitif. Namun, bagi penonton awam, pola pick yang cenderung berulang justru membuat pertandingan terasa monoton dan kurang variatif.

Untuk menjawab persoalan tersebut, sistem global ban pick dan fearless draft mulai dilirik sebagai alternatif. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud global ban pick serta fearless draft? Apakah bisa turnamen MLBB terapkan global ban pick dan fearless draft?

1. Global ban pick dan fearless draft mengontrol pilihan hero di kompetisi

hero yang di-ban MLBB
hero yang di-ban di pertandingan ranked (dok. Moonton/Mobile Legends: Bang Bang)

Pada dasarnya, global ban pick dan fearless draft merupakan sistem yang membatasi penggunaan hero dalam pro scene. Perbedaannya terletak pada cakupan dan mekanisme larangan yang diberlakukan. Global ban pick melarang kedua tim untuk menggunakan hero yang sudah dipilih pada game sebelumnya, sementara fearless draft masih memungkinkan tim lawan memakai hero tersebut selama tidak masuk daftar ban.

Kedua sistem ini sebenarnya sudah lama dikenal di ranah esports, khususnya dalam genre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). League of Legends (2009) telah memperkenalkan konsep fearless draft untuk mendorong variasi pemilihan champion (sebutan hero dalam League of Legends). Di sisi lain, sistem global ban pick sudah diberlakukan dalam kompetisi Arena of Valor (2012) dan Honor of Kings (2015).

2. Jumlah hero mempermudah penerapan global ban pick dan fearless draft

hero MLBB
hero yang ada di MLBB (dok. Moonton/Mobile Legends: Bang Bang)

Hingga artikel ini ditulis, MLBB telah memiliki 131 hero dengan Sora sebagai hero terbaru. Jumlah ini akan terus bertambah seiring hadirnya patch dan hero pendatang di setiap season. Ia membuat praktik global ban pick maupun fearless draft semakin memungkinkan di kompetisi MLBB.

Sebagai ilustrasi, tim A memilih Yi Sun-shin, Pharsa, Grock, Granger, dan Lapu-Lapu, sementara tim B menggunakan Hayabusa, Zhuxin, Khaleed, Claude, dan Hilda. Jika glohal ban pick dijalankan, kesepuluh hero ini tidak dapat dimainkan di babak berikutnya. Sedangkan, fearless draft masih memperbolehkan tim menggunakan hero yang sebelumnya dipakai lawan selama hero tersebut tidak di-ban, misalnya tim A mengamankan Zhuxin dan Khaleed, sedangkan tim B mengamankan Granger.

3. Kreativitas jadi kunci kemenangan tim jika kedua sistem ini dijalankan

AE vs Aurora
cuplikan pertandingan M7 (dok. Moonton/Mobile Legends: Bang Bang)

Penerapan global ban pick dan fearless draft bertujuan menciptakan ekosistem kompetisi yang lebih dinamis. Dengan adanya kedua sistem ini, tim tidak lagi bisa sepenuhnya mengandalkan Most Effective Tactics Available (META) yang berlaku sepanjang musim. Akibatnya, mereka harus mencari celah untuk memenangkan pertandingan meski pilihan hero-nya terbatas.

Dampaknya, pro player dituntut memperluas hero pool supaya lebih mudah beradaptasi dengan strategi pertandingan. Sementara itu, coach harus lebih mendalami kekuatan setiap hero untuk menyusun draft pick dan komposisi tim yang lebih beragam. Bagi penonton, global ban pick dan fearless draft akan membuat kompetisi terasa lebih seru karena menampilkan hero-hero tak terduga di panggung pro scene MLBB.

4. Kesenjangan kekuatan membuat hero non-META sulit bersinar di pro scene

hero non-META MLBB
hero yang sulit tampil di pro scene MLBB (dok. Moonton/Mobile Legends: Bang Bang)

Sayangnya, praktik global ban pick dan fearless draft masih menuai pro kontra di kalangan pro player serta pemerhati MLBB. Isu utamanya terletak pada kesenjangan kekuatan antara hero META dengan non-META yang bagaikan langit dan bumi. Walau hero non-META masih bisa populer di ranked, efektivitasnya belum tentu sebanding ketika dibawa ke pro scene.

Contohnya, saat ini pro scene MLBB lebih mengandalkan META jungler assassin karena mudah melakukan kontes objektif dibanding tank dan fighter. Jika hero-hero assassin sudah habis digunakan akibat sistem global ban pick atau fearless draft, pro player terpaksa beralih menggunakan jungler tank atau jungler fighter. Perbedaan power antara hero META dan non-META bisa menjadi kendala serius, terutama jika kompetisi menerapkan fearless draft yang memungkinkan tim lawan memiliki peluang untuk memilih hero META.

5. Re-balancing penting agar setiap hero memiliki kesempatan untuk tampil

hero META MLBB
beberapa hero yang mudah bersinar di pro scene (dok. Moonton/Mobile Legends: Bang Bang)

Kenapa League of Legends, Arena of Valor, dan Honor of King dapat mengadopsi sistem global ban pick dan fearless draft? Jawabannya sederhana, yaitu karena ketiga game tersebut sejak awal dirancang sebagai esports yang fleksibel dan adaptif. Meski selalu memiliki META, perbedaan power antara hero META dengan non-META tidak terlalu ekstrem.

Kondisi tersebut seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Moonton sebagai developer sekaligus penggelar kompetisi MLBB. Untuk menciptakan META yang sehat, ia perlu melakukan penyeimbangan ulang (re-balancing) melalui buff dan nerf yang wajar agar selisih kekuatan antar hero tidak terlalu jomplang. Tujuannya agar tim yang bertanding masih mempunyai kesempatan untuk menang menggunakan hero non-META, asalkan strategi dan draft pick mereka efektif.

Turnamen MLBB terapkan global ban pick dan fearless draft bisa menjadi opsi untuk meningkatkan daya saing ekosistem esports Mobile Legends. Penerapan salah satu dari kedua sistem ini berpotensi membawa perubahan signifikan agar turnamen MLBB terasa lebih segar dan berwarna. Dari global ban pick dan fearless draft, manakah yang menurutmu paling ideal untuk diterapkan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Tech

See More

Bocoran Harga Samsung Galaxy S26 Series, S26 Ultra Justru Lebih Murah?

29 Jan 2026, 16:52 WIBTech