Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Agar Awet, Hindari Melakukan 5 Hal Ini ketika Pakai SSD Eksternal
ilustrasi SSD eksternal (Unsplash/Samsung Memory)
  • Selalu eject SSD eksternal sebelum mencabut kabel untuk mencegah proses latar belakang terputus, yang berisiko merusak file, partisi, atau membuat perangkat masuk mode read-only.
  • Jaga ruang kosong minimal 15% dan hindari defragmentasi. SSD yang terlalu penuh melambat akibat write amplification, sedangkan defrag menambah siklus tulis tanpa manfaat performa.
  • Hindari panas berlebih dengan menempatkan SSD di area terbuka saat kerja berat. Jangan jadikan satu-satunya backup; gunakan strategi 3-2-1 dengan media atau lokasi berbeda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

SSD eksternal menawarkan kecepatan transfer tinggi, ukuran ringkas dan durabilitas yang lebih baik dibandingkan HDD eksternal karena di dalamnya tidak ada komponen mekanis yang bergerak. Akan tetapi, bukan berarti SSD eksternal bebas dari risiko kerusakan. Cara penggunaan, kapasitas yang terlalu penuh, panas berlebih, hingga pola mencadangkan file yang keliru bisa memengaruhi performa dan usia pakai SSD eksternal. Dengan harga perangkat penyimpanan yang saat ini sedang meningkat, merawat SSD eksternal yang sudah dimiliki sangatlah disarankan. Berikut beberapa hal yang perlu dihindari ketika menggunakan SSD eksternal.

1. Mencabut kabel tanpa melakukan eject

ilustrasi SSD eksternal (Unsplash/Anton Murygin)

Mencabut kabel SSD eksternal secara langsung, terutama ketika perangkat masih digunakan bisa menyebabkan kerusakan pada sistem. Meskipun indikator menyalin atau memindah file sudah menghilang, sistem operasi mungkin masih menjalankan proses latar belakang, seperti menulis cache, memperbarui indeks file atau menyelesaikan operasi baca-tulis yang belum terlihat oleh pengguna. Jika koneksi terputus ketika data sedang ditulis, file bisa menjadi setengah jadi, terfragmentasi atau rusak. Dalam kondisi tertentu, struktur partisi juga bisa bermasalah dan membuat SSD berubah menjadi mode read-only sehingga pengguna tidak dapat menulis data baru ke dalamnya. Maka dari itu, biasakan melakukan eject sebelum mencabut SSD eksternal dari PC atau laptop. Pada Windows, gunakan opsi “Safely Remove Hardware”, sementara pengguna macOS bisa menekan ikon eject di Finder.

2. Menggunakan lebih dari 85% kapasitas penyimpanan

SSD eksternal yang hampir penuh akan mengalami penurunan performa, terutama ketika digunakan untuk menyalin file besar secara berkelanjutan. Penyebabnya berkaitan dengan cara kerja memori flash yang digunakan SSD di mana data ditulis dalam halaman berukuran kecil, tetapi proses penghapusan dilakukan dalam blok yang lebih besar. Ketika ruang kosong masih mencukupi, SSD bisa menempatkan data baru pada blok yang sudah tersedia. Namun, ketika kapasitas hampir habis, SSD harus melakukan proses read-modify-write secara lebih sering. Data lama perlu dibaca, sebagian blok ditata ulang, lalu data baru ditulis kembali. Proses ini meningkatkan write amplification dan bisa menurunkan kecepatan transfer. Karena itu, sebaiknya jangan menggunakan lebih dari 85% kapasitas penyimpanan SSD eksternal. Hapus cache yang tidak diperlukan, pindahkan file lama dan bersihkan file-file yang sudah tidak dibutuhkan.

3. Menjalankan defragmentasi

ilustrasi SSD eksternal (Unsplash/Samsung Memory)

Defragmentasi dirancang untuk HDD yang menggunakan piringan magnetis dan komponen mekanis. Pada HDD, file yang tersebar di berbagai lokasi bisa membuat head baca-tulis berpindah lebih sering. Defragmentasi menyusun ulang bagian-bagian file agar lokasinya lebih berdekatan sehingga akses data menjadi lebih efisien. SSD tidak bekerja dengan cara yang sama, karena data bisa diakses dari berbagai sel memori dengan cepat, sehingga defragmentasi hampir tidak memberikan manfaat performa apapun. Sebaliknya, defragmentasi malah menghasilkan siklus tulis tambahan pada memori yang jika dilakukan berulang kali, malah bisa mempercepat keausan sel memori pada SSD. Untuk memantau kondisi SSD, pengguna PC atau laptop berbasis Windows bisa menggunakan aplikasi seperti CrystalDiskInfo, sementara pengguna macOS disarankan untuk menggunakan DriveDx.

4. Menggunakannya di tempat yang minim ventilasi

SSD eksternal, khususnya NVMe yang berkecepatan tinggi, bisa menghasilkan panas ketika menjalankan pekerjaan berat. Contohnya adalah memindahkan file berukuran besar, mengedit video langsung dari SSD, menjalankan game atau melakukan rendering. Jika SSD diletakkan di dalam casing yang terlalu rapat, dibungkus pelindung silikon tanpa ventilasi, atau tertutup tumpukan kertas dan benda lain, panas akan lebih sulit keluar. Akibatnya, kecepatan baca-tulis jadi turun secara signifikan. Paparan panas yang berulang juga berpotensi mempercepat penurunan usia komponen di dalam SSD. Untuk itu, SSD eksternal sebaiknya diletakkan di tempat yang terbuka selama menjalankan pekerjaan intensif. Hindari menaruhnya di atas perangkat lain yang juga menghasilkan panas. Jika bodi SSD eksternal terasa sangat panas dan kecepatannya mulai menurun, jeda aktivitas baca-tulis terlebih dahulu.

5. Menjadikan SSD eksternal sebagai satu-satunya penyimpanan cadangan

ilustrasi SSD eksternal (Unsplash/Siyuan Hu)

SSD eksternal sebaiknya tidak diperlakukan sebagai satu-satunya tempat untuk mencadangkan file penting dalam jangka panjang. Memori NAND di SSD menyimpan data dalam bentuk muatan listrik dan jika dibiarkan tidak mendapatkan daya selama waktu yang sangat lama, muatan tersebut berpotensi melemah, terutama apabila SSD disimpan di lingkungan bersuhu tinggi. Risiko ini menjadi lebih besar jika SSD hanya dicolokkan setiap beberapa bulan atau bahkan setahun sekali. Metode yang lebih aman adalah strategi 3-2-1 yaitu simpan tiga salinan data, gunakan setidaknya dua jenis media penyimpanan berbeda, dan tempatkan satu salinan di lokasi lain atau penyimpanan cloud. Untuk file yang jarang diakses dalam waktu panjang, HDD bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai. Meski lebih lambat, HDD lebih cocok untuk kebutuhan mencadangkan file berkapasitas besar dengan biaya lebih terjangkau.

Demikian tadi ulasan mengenai beberapa hal yang perlu dihindari ketika menggunakan SSD eksternal. Semoga ulasan di atas bermanfaat ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article