Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Deepfake? Ini Penjelasan dan Cara Mendeteksinya

Apa Itu Deepfake
ilustrasi konten deepfake di media sosial (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Deepfake adalah teknologi AI untuk membuat gambar, suara, atau video palsu yang sangat nyata.
  • Bahaya deepfake meliputi penipuan, pornografi nonkonsensual, disinformasi, dan pencurian identitas.
  • Cara mendeteksi deepfake dengan memperhatikan kejanggalan seperti mata kaku, ekspresi tidak sinkron, dan gerakan tubuh aneh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah melihat video tokoh publik mengatakan hal kontroversial, padahal sebenarnya mereka tidak mengucapkannya? Pada era digital seperti sekarang, apa yang kita lihat dan dengar tidak selalu bisa dipercaya sepenuhnya. Salah satu penyebabnya adalah teknologi manipulasi canggih yang dikenal sebagai deepfake.

Apa itu deepfake? Teknologi berbasis AI ini memungkinkan wajah atau suara seseorang dimanipulasi hingga terlihat dan terdengar sangat mirip aslinya. Agar kamu tidak mudah tertipu konten palsu, yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Table of Content

1. Apa itu deepfake?

1. Apa itu deepfake?

Dilansir Fortinet, deepfake adalah teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk membuat gambar, suara, atau video palsu yang terlihat dan terdengar sangat nyata. Istilah deepfake sendiri berasal dari gabungan kata deep learning (teknik pembelajaran mesin) dan fake (palsu).

Deepfake bekerja dengan mengumpulkan foto, video, atau rekaman suara seseorang, kemudian mengolahnya menggunakan algoritma machine learning. Dari situ, AI bisa meniru wajah, ekspresi, gerakan bibir, bahkan suara seseorang dengan sangat meyakinkan. Hasilnya, muncul video atau audio yang seolah-olah menunjukkan seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu padahal itu hanyalah rekayasa teknologi.

Deepfake sebenarnya tidak selalu buruk. Teknologi ini bisa dipakai untuk hiburan, film, konten kreatif, hingga riset dan pengembangan teknologi. Namun, masalah muncul ketika deepfake digunakan untuk hal menyesatkan. Misalnya, membuat video palsu tokoh publik atau pemimpin dunia yang “mengucapkan” pernyataan tertentu demi memengaruhi opini publik atau menyebarkan hoaks.

2. Bahaya deepfake

Bahaya deepfake
ilustrasi deepfake attack (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Jika disalahgunakan, deepfake bisa merugikan individu, organisasi, bahkan masyarakat luas. Berikut beberapa bahaya deepfake yang perlu kamu waspadai:

  • Penipuan dan hoaks

Deepfake sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk membuat penipuan dan klaim palsu. Misalnya, video palsu yang menampilkan petinggi perusahaan seolah mengakui tindak kriminal atau menyampaikan pernyataan tertentu.

  • Pornografi nonkonsensual dan eksploitasi

Salah satu dampak paling mengkhawatirkan dari deepfake adalah penyebaran pornografi tanpa persetujuan. Faktanya, sebagian besar konten deepfake di internet berupa konten semacam ini dan banyak menargetkan figur publik atau selebritas. Tak jarang, deepfake juga dipakai untuk revenge porn yang jelas merugikan korban secara psikologis dan sosial.

  • Penyebaran disinformasi

Deepfake juga bisa dipakai untuk menyebarkan disinformasi dan teori konspirasi secara otomatis. Video atau konten palsu yang tampak meyakinkan dapat dengan cepat menyebar di media sosial dan membuat orang sulit membedakan mana fakta dan mana rekayasa.

  • Pencurian identitas dan penipuan finansial

Teknologi deepfake memungkinkan pelaku kejahatan membuat identitas palsu atau meniru identitas orang lain, baik lewat wajah maupun suara. Dampaknya, korban bisa dirugikan secara finansial, misalnya lewat pembukaan akun palsu, transaksi ilegal, atau pembelian atas nama korban.

3. Cara mendeteksi deepfake

Untuk mengenali konten palsu berbasis AI, ada beberapa ciri-ciri deepfake yang bisa kamu perhatikan dengan lebih teliti. Meski terlihat meyakinkan, deepfake sering meninggalkan kejanggalan kecil yang sulit disempurnakan oleh teknologi. Dilansir Fortinet, berikut tanda-tanda umum deepfake yang paling sering muncul:

  • Mata terlihat kaku, jarang bergerak, atau tidak mengikuti arah lawan bicara
  • Kedipan mata yang terlalu jarang, tidak konsisten, atau bahkan tidak ada sama sekali
  • Senyum, marah, atau ekspresi lainnya tampak tidak sinkron dengan situasi
  • Wajah terlihat realistis, tetapi bagian tubuh lain tampak janggal
  • Detail kecil seperti rambut berantakan, helai rambut halus, atau tekstur rambut
  • Kulit bisa terlihat terlalu pucat, terlalu halus, atau berubah-ubah warnanya di beberapa bagian wajah
  • Gerakan kepala patah-patah, tidak sinkron dengan tubuh, atau berubah bentuk saat bergerak.
  • Kepala menoleh atau bergerak cepat, wajah bisa terlihat bergeser, blur, atau terdistorsi sesaat
  • Arah cahaya tidak konsisten, bayangan wajah tidak sesuai, atau muncul perubahan warna yang tiba-tiba
  • Gerakan bibir tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan, terlihat terlambat, atau terlalu cepat
  • Tubuh atau objek bisa bergerak aneh, bagian tubuh saling menembus, atau tiba-tiba menghilang saat bergerak.

Setelah mengetahui apa itu deepfake, sekarang kamu bisa menjadi warganet yang lebih kritis dan tidak mudah tertipu. Jadi, biasakan double check sebelum menekan tombol share, ya.

FAQ seputar apa itu deepfake

Apa itu deepfake?

Deepfake adalah teknologi AI yang digunakan untuk membuat video, gambar, atau audio palsu yang terlihat sangat nyata.

Mengapa deepfake sulit dibedakan dari konten asli?

Karena deepfake memanfaatkan deep learning untuk meniru wajah, suara, dan ekspresi manusia secara detail.

Bagaimana cara sederhana mengenali deepfake?

Perhatikan gerakan wajah, sinkronisasi bibir, suara, dan detail kecil yang terlihat tidak alami.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Tech

See More

HP EliteBoard G1a di CES 2026, PC Keyboard AI Pertama di Dunia

20 Jan 2026, 18:18 WIBTech