Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

X Uji Coba Aplikasi X Chat di iOS, Kuota Beta Penuh dalam 2 Jam

X Uji Coba Aplikasi X Chat di iOS, Kuota Beta Penuh dalam 2 Jam
ilustrasi logo media sosial X (dulu Twitter) (unsplash.com/Alexander Shatov)
Intinya Sih
  • X resmi meluncurkan versi beta aplikasi perpesanan mandiri X Chat di iOS melalui TestFlight, dan kuota 1.000 pengguna langsung penuh hanya dalam dua jam setelah pengumuman.
  • X Chat dikembangkan dari fitur Direct Message dengan enkripsi end-to-end, menandai perubahan strategi Elon Musk menuju pendekatan aplikasi terpisah dibanding konsep “everything app”.
  • Seluruh percakapan X Chat tersinkronisasi dengan aplikasi utama dan web, sementara versi Android serta fitur tambahan seperti panggilan suara masih dalam tahap pengembangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Platform X resmi menghadirkan aplikasi perpesanan mandiri bernama X Chat untuk pengguna iOS. Pada Senin (2/3/2026). Perusahaan mengumumkan bahwa versi beta aplikasi tersebut mulai dibuka bagi ribuan pengguna awal melalui platform pengujian TestFlight milik Apple. Laporan TechCrunch menyebutkan bahwa kuota program beta langsung terpenuhi hanya dalam waktu dua jam setelah pengumuman dirilis.

Dalam unggahan di X, desainer produk xAI, Michael Boswell, menyatakan bahwa perusahaan berencana memperluas cakupan beta dari 1.000 pengguna menjadi 5.000 pengguna dalam waktu dekat. Ia mengungkapkan bahwa timnya telah mengembangkan aplikasi X Chat versi mandiri ini secara diam-diam selama beberapa bulan terakhir. Lantas, seperti apa pengalaman yang ditawarkan X Chat dan fitur apa saja yang sedang disiapkan? Berikut ulasan lengkapnya.

1. X Chat merupakan peralihan dari fitur Direct Message ke aplikasi mandiri

ilustrasi pengguna menggulir media sosial X (dulu Twitter)
ilustrasi pengguna menggulir media sosial X (dulu Twitter) (unsplash.com/Claudio Schwarz)

X Chat merupakan pengembangan dari fitur direct message (DM) yang selama ini tersedia di X. Perusahaan mengklaim layanan ini telah dilengkapi enkripsi end-to-end untuk menjaga privasi percakapan pengguna. Namun, sejumlah pakar keamanan siber mengingatkan bahwa tingkat perlindungan X Chat dinilai belum sekuat aplikasi pesan terenkripsi lain seperti Signal. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah versi aplikasi mandiri tersebut telah mengakomodasi berbagai catatan dan kritik dari komunitas keamanan.

Peluncuran aplikasi terpisah ini juga menandai perubahan arah strategi dari pemilik X, Elon Musk. Sebelumnya, Musk menggagas konsep “everything app” yang bertujuan menjadikan X sebagai platform terpadu untuk pesan instan, pembayaran digital, distribusi konten kreator, dan berbagai layanan lain dalam satu ekosistem. Hadirnya X Chat sebagai aplikasi mandiri menunjukkan pendekatan yang lebih tersegmentasi, alih-alih memusatkan seluruh fungsi dalam satu aplikasi utama.

2. Tampilan aplikasi menurut pengguna beta lebih sederhana

media sosial X
media sosial X (unsplash.com/Julian Christ)

Sejumlah pengguna beta mulai membagikan tangkapan layar antarmuka aplikasi tersebut di media sosial. Salah satu pengguna menyebut versi beta menampilkan penulisan “xChat”, bukan “X Chat”, yang memunculkan dugaan adanya rebranding. Pengguna lain juga mengunggah tampilan halaman masuk (login) aplikasi yang mengusung latar belakang bertabur bintang sehingga memperlihatkan pendekatan desain yang berbeda dari aplikasi utamanya.

Berdasarkan kesan awal para penguji, aplikasi ini menghadirkan antarmuka yang terasa lebih sederhana dan lebih mulus digunakan dibandingkan fitur pesan di aplikasi X. Meski demikian, versi saat ini belum menghadirkan fitur message requests. Michael Boswell dari tim pengembang menyebut fitur tersebut sedang dibangun ulang, bersama sejumlah kemampuan lain yang masih dalam tahap pengembangan, seperti lencana Verified dan dukungan panggilan suara.

3. Percakapan pada X Chat disinkronkan dengan aplikasi X dan versi web

Fitur urutkan balasan pada aplikasi X
Fitur urutkan balasan pada aplikasi X (x.com/X)

Chatbot AI Grok milik xAI turut menjawab sejumlah pertanyaan pengguna terkait aplikasi baru tersebut melalui platform X. Dalam keterangannya, Grok mengonfirmasi bahwa rating usia X Chat akan mengikuti standar aplikasi X di iOS App Store, yakni 17+. Ia juga memastikan bahwa seluruh percakapan di X Chat akan tetap tersinkronisasi dengan aplikasi utama X maupun versi web chat.x.com yang meluncur pada Desember 2025.

Selain itu, Grok menyebut versi Android dari X Chat kabarnya hadir dalam waktu dekat. Pengguna nantinya dapat berpindah perangkat tanpa kehilangan riwayat obrolan, baik melalui aplikasi mandiri maupun melalui layanan web. Kehadiran aplikasi terpisah ini sekaligus membuka peluang bagi X untuk memosisikan X Chat sebagai produk yang berdiri sendiri di pasar perpesanan.

Keberhasilan X Chat akan sangat ditentukan oleh stabilitas sistem, peningkatan keamanan, dan konsistensi pembaruan fitur. Respons penguji beta dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi indikator krusial sebelum aplikasi ini dirilis secara lebih luas ke publik. Apakah strategi ini mampu memperkuat posisi X di pasar aplikasi pesan instan? Kita tunggu saja perkembangannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Tech

See More