Apa yang Dilihat Rekruter saat OpenToWork Menyala di Profil LinkedIn?

- Rekruter bisa menggunakan filter OpenToWork dalam seleksi kandidat
- Fitur ini membantu mempersempit hasil pencarian ke profil yang menunjukkan keterbukaan terhadap peluang kerja baru.
- Proses sourcing menjadi lebih efisien dan profil kandidat yang mengaktifkan OpenToWork cenderung lebih sering muncul dalam hasil pencarian rekruter.
Banyak pencari kerja bertanya-tanya tentang apa saja informasi yang sebenarnya terlihat oleh rekruter ketika mereka mengaktifkan badge #OpenToWork di profil LinkedIn. Fitur ini pada dasarnya dibuat sebagai penanda bahwa seorang kandidat sedang terbuka terhadap peluang kerja baru, sehingga profilnya lebih mudah terdeteksi dalam proses pencarian talenta. Saat OpenToWork diaktifkan, rekruter dapat memanfaatkan status tersebut sebagai filter tambahan melalui LinkedIn Recruiter untuk menyaring kandidat yang relevan.
Meski begitu, informasi yang dilihat rekruter tidak selalu sama, karena sangat bergantung pada pengaturan visibilitas yang dipilih pengguna. LinkedIn menyediakan dua opsi, yakni menampilkan status OpenToWork hanya kepada rekruter atau membukanya untuk publik dengan penanda bingkai hijau di foto profil. Lantas, apa saja yang umumnya diperhatikan rekruter ketika seorang kandidat menyalakan OpenToWork di Linkedln? Simak ulasan berikut untuk memahami mekanismenya.
1. Rekruter bisa menggunakan filter OpenToWork dalam seleksi kandidat

Rekruter dapat memanfaatkan fitur ini sebagai filter pencarian untuk menyaring kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Filter tersebut membantu mempersempit hasil pencarian ke profil yang secara jelas menunjukkan keterbukaan terhadap peluang kerja baru. Proses sourcing menjadi lebih efisien, terutama ketika rekruter harus menelusuri ribuan profil dalam waktu singkat. Dampaknya, profil kandidat yang mengaktifkan OpenToWork cenderung lebih sering muncul dalam hasil pencarian rekruter.
Keberadaan fitur ini semakin relevan karena rekruter biasanya menggunakan berbagai parameter sekaligus saat melakukan pencarian kandidat. Mereka menyeleksi berdasarkan keterampilan, lokasi, pengalaman kerja, hingga status OpenToWork untuk menemukan profil yang paling mendekati kriteria posisi yang dibutuhkan. Meski demikian, OpenToWork bukan jaminan kandidat akan langsung dihubungi, melainkan berfungsi sebagai sinyal kesiapan yang membantu meningkatkan visibilitas profil di mata rekruter.
2. Mereka melihat preferensi job target dan lokasi yang kamu tetapkan dalam mencari kerja

Selain meningkatkan visibilitas, OpenToWork juga membuka akses bagi rekruter untuk melihat preferensi pencarian kerja yang kamu atur. Preferensi ini mencakup jenis posisi yang ditargetkan, lokasi kerja yang diinginkan, hingga skema kerja seperti full-time, kontrak, atau remote. Informasi tersebut tersaji dalam fitur Job Seeking Preferences dan terintegrasi langsung dengan sistem pencarian LinkedIn Recruiter. Melalui data ini, recruiter dapat menyaring dan mencocokkan kandidat secara lebih presisi sesuai kebutuhan perusahaan.
Alhasil, recruiter tidak hanya menemukan profilmu, tetapi juga langsung memahami arah karier yang sedang kamu tuju. Kejelasan preferensi ini membantu menekan risiko ketidaksesuaian (mismatch) antara kandidat dan posisi yang ditawarkan sejak tahap awal seleksi. LinkedIn pun menganjurkan pengguna untuk mengisi preferensi pekerjaan secara spesifik agar sistem pencocokan kandidat dapat bekerja lebih optimal dan relevan.
3. Rekruter tidak selalu melihat lencana hijau pada foto profil kandidat

Satu hal yang kerap disalahpahami adalah anggapan bahwa rekruter hanya melihat tampilan lencana hijau #OpenToWork di foto profil LinkedIn. Padahal, fitur ini merupakan sinyal pencarian kerja yang bisa diatur sesuai strategi masing-masing pengguna. LinkedIn menjelaskan bahwa Open to Work dapat digunakan untuk memberi tahu jaringan secara terbuka atau hanya terlihat oleh rekruter, tergantung pada kenyamanan dan tujuan pencarian kerja.
Pengguna memiliki kendali penuh atas visibilitas lencana tersebut. Sebelum mengaktifkannya, penting mempertimbangkan apakah ingin memberi sinyal pencarian kerja secara publik yang juga dapat dilihat rekan kerja atau atasan atau memilih opsi yang lebih tertutup dengan menampilkannya hanya khusus kepada rekruter. Pengaturan ini memungkinkan pencari kerja menyeimbangkan antara visibilitas dan kehati-hatian dalam proses transisi karier.
4. Persepsi rekruter terhadap lencana OpenToWork bisa berbeda-beda

Tidak semua rekruter memandang fitur OpenToWork dari sudut pandang yang sama. Sebagian melihatnya sebagai sinyal proaktif dan transparansi dari kandidat yang sedang aktif mencari peluang baru. Namun, ada pula rekruter yang menilai status ini lebih bergantung pada industri dan level posisi yang dituju. Dalam beberapa kasus, OpenToWork bahkan dapat menimbulkan kesan bahwa kandidat “terlalu tersedia” jika tidak disertai positioning profesional yang tepat.
Debra Boggs, Founder dan CEO D&S Executive Career Management, menyarankan agar pencari kerja pemula hingga mid-level menggunakan opsi OpenToWork yang hanya terlihat oleh rekruter. Melalui pengaturan ini, kandidat tetap mengirimkan sinyal bahwa mereka sedang aktif mencari pekerjaan tanpa menimbulkan persepsi negatif di jaringan profesionalnya. “Dengan begitu, saat rekruter mencari kandidat yang sesuai, mereka tetap tahu kamu sedang mencari peluang, tetapi status tersebut tidak dianggap sebagai red flag,” ujar Boggs, dikutip dari CNBC.
Sementara itu, untuk posisi senior atau eksekutif, rekruter cenderung memberi bobot lebih besar pada reputasi profesional, rekam jejak karier, dan pengalaman kepemimpinan dibandingkan sekadar status OpenToWork. CNBC juga mencatat bahwa lebih dari 220 juta pengguna LinkedIn telah mengaktifkan fitur OpenToWork, baik secara publik maupun privat pada 2025. Angka ini meningkat sekitar 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada dasarnya, lencana OpenToWork di LinkedIn berfungsi sebagai sinyal bahwa seorang kandidat terbuka terhadap peluang baru dan siap dihubungi untuk mendiskusikan tawaran pekerjaan. Saat badge ini aktif, rekruter dapat memanfaatkannya melalui filter pencarian, melihat preferensi pekerjaan yang ditetapkan kandidat, dan menilai kesiapan kandidat secara lebih efisien. Meski demikian, OpenToWork bukanlah jaminan akan dihubungi jika tidak didukung oleh profil yang relevan sesuai kebutuhan perusahaan.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk memasang lencana OpenToWork, penting memastikan bahwa profil LinkedIn benar-benar mencerminkan arah karier dan kompetensi yang dimiliki. Headline yang spesifik, ringkasan atau About Me yang menjelaskan peran dan keahlian utama, hingga pengalaman kerja yang dimiliki kandidat akan sangat menentukan. Elemen-elemen inilah yang pada akhirnya memengaruhi apakah rekruter akan melanjutkan ketertarikan dan menghubungi kandidat, atau justru melewatkan profilmu. Semoga bermanfaat.

















