MacBook Neo Bikin Industri Laptop Geger, Ini Kata Bos ASUS!

Peluncuran MacBook Neo bikin industri laptop geger. Pasalnya, laptop terbaru milik Apple ini hadir dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan seri MacBook sebelumnya. Perangkat tersebut dibanderol sekitar 599 dolar AS atau sekitar Rp10,1 juta dan ditenagai chip A18 Pro, prosesor yang juga digunakan pada seri iPhone terbaru. Laptop murah dari Apple ini pun segera memicu berbagai diskusi di kalangan pelaku industri teknologi.
Selama ini Apple dikenal sebagai produsen perangkat premium yang identik dengan harga tinggi. Karena itu, keputusan perusahaan untuk merilis laptop dengan harga lebih ramah di kantong dianggap cukup mengejutkan. Langkah tersebut bahkan memicu reaksi dari sejumlah pelaku industri PC berbasis Windows. Salah satunya datang dari co-CEO S.Y. Hsu dari ASUS, yang ikut memberikan pandangannya terkait kehadiran MacBook Neo di pasar laptop. Berikut sejumlah pandangan yang diberikan Hsu.
1. Apple mulai merambah ke segmen laptop terjangkau

Kehadiran MacBook Neo sekaligus memastikan derap langkah Apple untuk masuk ke ranah pasar laptop terjangkau. Selama ini lini MacBook dikenal sebagai perangkat premium, tetapi melalui produk ini Apple mencoba menjangkau konsumen yang lebih luas lewat harga yang lebih kompetitif. Strategi tersebut langsung menarik perhatian para produsen laptop lain karena berpotensi mengubah dinamika persaingan di pasar PC global.
Mengutip laporan Windows Central pada 13 Maret 2026, co-CEO S.Y. Hsu menyebut peluncuran MacBook Neo sebagai “kejutan bagi seluruh industri.” Dalam panggilan laporan keuangan perusahaan, Hsu mengatakan bahwa selama ini Apple dikenal memasarkan produknya pada harga tinggi. Karena itu, keputusan merilis laptop yang harganya jauh lebih terjangkau dinilai mengejutkan banyak pihak di industri teknologi.
Menurut Hsu, langkah tersebut memicu berbagai diskusi di kalangan pelaku industri PC mengenai cara bersaing melawan produk baru Apple itu. Sejumlah perusahaan di ekosistem PC kini mulai mempertimbangkan strategi yang tepat untuk merespons kehadiran MacBook Neo. Hal ini menunjukkan bahwa langkah Apple cukup diperhitungkan oleh para pemain besar di industri laptop global.
2. MacBook Neo berpotensi menjadi ancaman bagi laptop berbasis Windows

MacBook Neo dinilai berpotensi menjadi ancaman bagi produsen laptop berbasis Windows. Editor Senior Windows Central, Zac Bowden, bahkan menyebut kehadiran perangkat ini sebagai “skenario mimpi buruk” bagi para produsen laptop Windows. Menurutnya, perusahaan yang berada dalam ekosistem Microsoft, Intel, dan AMD perlu mencermati langkah Apple secara serius karena dapat mengubah dinamika persaingan di pasar laptop.
Pandangan serupa juga disampaikan co-CEO S.Y. Hsu dari ASUS. Ia mengatakan para pemain besar di industri PC telah menanggapi MacBook Neo sebagai ancaman yang perlu diperhatikan. Hsu menyebut bahwa berbagai diskusi telah berlangsung di kalangan perusahaan teknologi mengenai strategi untuk bersaing dengan laptop terjangkau dari Apple tersebut. Kehadiran perangkat ini dinilai bisa memengaruhi persaingan di pasar komputer pribadi dalam beberapa waktu ke depan.
3. Hsu menyebut MacBook Neo sebagai perangkat untuk konsumsi konten seperti iPad

Menanggapi MacBook Neo bikin industri laptop geger, Hsu menilai MacBook Neo memiliki posisi yang sedikit berbeda dibandingkan dengan laptop konvensional. Seperti dilaporkan PC Magazine pada 10 Maret 2026, ia menyoroti keterbatasan pada kapasitas memori perangkat tersebut. MacBook Neo hanya dibekali RAM sebesar 8 GB dan tidak dapat ditingkatkan karena memori itu menyatu dalam sistem pada chip A18 Pro milik Apple.
Karena itu, Hsu menilai MacBook Neo lebih cocok digunakan sebagai perangkat untuk konsumsi konten, mirip dengan Apple iPad. Menurutnya, pola penggunaan perangkat ini kemungkinan berbeda dari laptop pada umumnya. Selain itu, perbedaan sistem operasi juga dapat menjadi faktor yang membuat sebagian pengguna PC berbasis Windows enggan beralih ke perangkat Apple.
Meski demikian, kemampuan MacBook Neo diperkirakan lebih baik dari yang dibayangkan. Sejumlah ulasan yang telah dipublikasikan menyebut laptop tersebut memiliki performa yang lebih dari cukup untuk menjalankan berbagai aktivitas kasual sehari-hari. Bahkan, perangkat berbasis macOS itu disebut memiliki tenaga memadai untuk memainkan beberapa gim ringan.
Hsu menambahkan bahwa dampak MacBook Neo terhadap industri PC masih perlu diamati lebih lanjut. Ia memperkirakan ekosistem PC Windows akan merespons dengan kehadiran berbagai produk baru untuk menyaingi langkah Apple. Jika MacBook Neo berhasil menarik minat pasar, persaingan di segmen laptop ramah di kantong diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa tahun mendatang.


















