ilustrasi Gmail (pexels.com/ready made)
Google menyebutkan bahwa alasan utama diterapkannya kebijakan ini adalah faktor keamanan. Akun yang sudah lama tidak digunakan cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk diretas. Pengguna biasanya sudah tidak lagi memperbarui kata sandi, tidak mengaktifkan verifikasi dua langkah, atau bahkan lupa bahwa mereka masih memiliki akun tersebut. Kondisi seperti ini membuat akun lebih rentan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan menghapus akun yang benar-benar tidak aktif, Google berharap dapat mengurangi potensi penyalahgunaan dan meningkatkan keamanan seluruh ekosistem layanannya.
Kalau kamu masih memiliki akun Google lama yang berisi foto, dokumen, atau email penting, sebaiknya segera login kembali sebelum terlambat. Aktivitas sederhana seperti masuk ke akun atau membuka Gmail sudah cukup untuk mengembalikan status akun menjadi aktif. Kalau kamu memang sudah tidak berniat menggunakan akun tersebut, pastikan terlebih dahulu mengunduh semua data penting. Setelah akun dihapus oleh Google, seluruh isi di dalamnya akan hilang secara permanen dan tidak bisa dipulihkan lagi.