Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Instal Custom ROM Bisa Meningkatkan Versi Android?
ilustrasi HP Android (unsplash.com/Kelly Sikkema)
  • Custom ROM memungkinkan pengguna meningkatkan versi Android pada perangkat lawas yang sudah tidak mendapat pembaruan resmi, seperti Galaxy S10 dan Redmi Note 10 yang bisa naik ke Android 15.
  • Menginstal custom ROM berisiko menurunkan keamanan, menyebabkan bug, baterai boros, hingga potensi brick jika instalasi gagal, meski sebagian masalah bisa diperbaiki lewat update software.
  • Proses instalasi custom ROM memerlukan root atau membuka bootloader serta pemasangan TWRP sebagai media instalasi, dengan waktu proses yang bervariasi tergantung perangkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tiap produsen HP Android terus berlomba untuk memberikan jaminan update software paling panjang. Ada yang memberikan jaminan 4 tahun, 5 tahun, bahkan 7 tahun. Sayangnya, jaminan tersebut hanya berlaku bagi model terbaru. Model lama biasanya punya jaminan update singkat dan sudah tak dipedulikan oleh produsen.

Hal tersebut memaksa banyak pengguna untuk menginstal custom ROM agar performa HP lamanya tetap optimal. Selain itu, beberapa custom ROM juga bisa meningkatkan versi Android, bahkan ketika dukungan update resmi sudah berhenti. Namun, apakah peningkatan versi Androd tersebut benar adanya dan apa risikonya? Temukan jawabannya di bawah ini, yuk!

1. Apakah instal custom ROM bisa meningkatkan versi Android?

ilustrasi HP Android (unsplash.com/I'M ZION)

Laman Moglix dan How to Geek menjelaskan bahwa kamu bisa meningkatkan versi Android dengan menginstal custom ROM. Biasanya, hal tersebut akan dilakukan pada perangkat lawas yang sudah tidak mendapat pembaruan Android secara resmi. Salah satu contohnya ada pada Samsung Galaxy S10 series dan REDMI Note 10 series yang pembaruannya berhenti di Android 12. Berkat instalasi custom ROM ExtremeROM Nexus dan Pixel OS kedua HP tersebut bisa menginstal Android 15 yang merupakan salah satu versi terbaru.

2. Risiko menginstal custom ROM

ilustrasi HP Android (unsplash.com/Sun Lingyan)

Meskipun memiliki kelebihan yang sangat menarik, bukan berarti tak ada risiko ketika menginstal custom ROM. Dilansir laman Surfshark, salah satu risiko utamanya adalah keamanan di mana HP bisa lebih rentan akan serangan virus atau malware. Jika instalasi gagal HP kamu juga bisa mengalami brick, yaitu kondisi di mana perangkat mati dan tak bisa dinyalakan sama sekali.

Setelah custom ROM terinstal perangkat juga bisa jadi kurang stabil. Performa menurun, baterai cepat habis, muncul bug, dan beberapa software tak mau berjalan. Beberapa fitur dan aplikasi bawaan sistem juga bisa menghilang setelah kamu menginstal custom ROM. Untungnya, beberapa masalah tersebut bisa terselesaikan dengan update software.

3. Cara menginstal custom ROM di HP Android

ilustrasi HP Android (unsplash.com/jason hu)

Instalasi custom ROM tak sama dengan aplikasi. Kamu tak cuma mengunduh, menginstal, dan custom ROM terpasang dengan sendirinya. Tergantung perangkat dan mereknya, ada beberapa metode yang bisa dilakukan. Awalnya kamu harus melakukan root pada perangkat atau membuka bootloader. Keduanya bisa dilakukan secara instan dan bisa juga memakan waktu beberapa hari.

Setelah itu, kamu harus memasang custom recovery seperti TWRP. TWRP sendiri merupakan software yang sangat penting karena merupakan media instalasi bagi custom ROM. Jika TWRP sudah terpasang, kamu bisa menginstal custom ROM. Proses instalasi juga tak sebentar karena bisa berlangsung hingga beberapa menit. Saat instalasi berjalan kamu juga tak boleh mematikan atau mengutak-atik HP.

4. Rekomendasi custom ROM yang selalu update versi Android

ilustrasi HP Android (unsplash.com/Shawn Rain)

Tak semua custom ROM memiliki fitur dan versi Android yang sama. Ada custom ROM yang selalu melakukan update versi Android. Ada juga custom ROM yang hanya memberikan update versi Android dalam jangka pendek. Untuk itu, berikut rekomendasi custom ROM yang selalu update versi Android berdasarkan informasi dari berbagai sumber.

  • Pixel OS, sistemnya ringan dan tampilannya mirip Android murni di Google Pixel

  • Evolution X, custom ROM yang cocok buat berbagai jenis HP dan merupakan salah satu yang paling stabil

  • LineageOS, punya tampilan sederhana, modern, ringan, komunitasnya besar, dan selalu update versi Android

  • GrapheneOS, ringan dan mengedepankan privasi serta keamanan pengguna

  • Pixel Experience, cocok buat HP lawas yang sudah tak mendapat pembaruan dan punya UI mirip Google Pixel

  • crDroid, selalu update versi Android dan memberikan fitur baru di setiap pembaruannya

  • Project Elixir, bisa diinstal di banyak perangkat, ringan, dan selalu diperbarui secara rutin.

Custom ROM bisa menjadi solusi yang menarik buat pengguna HP lawas yang sudah tak mendapat pembaruan Android. Pengguna HP generasi terbaru juga bisa menginstal custom ROM jika ingin merasakan pengalaman penggunaan yang unik dan berbeda dari ROM bawaan. Meski begitu, kamu harus teliti, cermat, dan tentunya harus paham dengan segala risiko menginstal custom ROM.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article