ilustrasi logo OpenAI (unsplash.com/Zac Wolff)
Dalam gugatan yang diajukan ke pengadilan federal California Utara, Apple menuduh OpenAI menjalankan upaya sistematis untuk memperoleh dan memanfaatkan informasi rahasia perusahaan. Menurut Apple, informasi tersebut diduga diperoleh melalui mantan karyawan, hubungan dengan pemasok, hingga proses perekrutan untuk mempercepat pengembangan perangkat keras konsumen OpenAI.
Apple meyakini OpenAI tengah mengembangkan perangkat AI yang berpotensi mengubah cara masyarakat menggunakan perangkat digital. Jika berhasil, produk tersebut dinilai dapat mengurangi ketergantungan konsumen pada smartphone, termasuk iPhone. Menanggapi gugatan tersebut, OpenAI membantah seluruh tuduhan Apple. "Kami tidak tertarik dengan rahasia dagang perusahaan lain. Kami tetap fokus membangun teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun," kata OpenAI dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Senin (13/7/2026).
Selain OpenAI Foundation dan OpenAI Group PBC, perusahaan io Products yang telah diakuisisi OpenAI juga tercantum sebagai tergugat. Analis PP Foresight, Paolo Pescatore, menilai hubungan Apple dan OpenAI kini berubah drastis. Menurutnya, Apple mulai melihat OpenAI bukan lagi sebagai mitra, melainkan pesaing potensial di pasar perangkat AI. Ia menambahkan, gugatan tersebut berpotensi menghambat ambisi OpenAI di bisnis perangkat keras, terlepas dari terbukti atau tidaknya tuduhan Apple di pengadilan.