ilustrasi Google Maps (unsplash.com/HenryPerks)
Ask Maps hadir untuk menjawab kebutuhan nyata pengguna di lapangan—mulai dari mencari spot ideal untuk meeting, menyusun rute akhir pekan hingga menyiasati kemacetan libur panjang.
Pengguna dapat menikmati berbagai keunggulan fitur utama Ask Maps:
Ask Maps menyajikan papan informasi transportasi umum terpadu yang diperbarui secara otomatis (live transit board). Pengguna cukup bertanya secara alami, misalnya: “Bagaimana cara menuju Kota Tua Jakarta dari Bandara Soekarno-Hatta? Kapan jadwal kereta berikutnya?” Ask Maps akan langsung menampilkan seluruh opsi perjalanan beserta pemberitahuan keterlambatan secara real-time.
Pengguna kendaraan pribadi juga akan mendapatkan informasi gangguan jalan atau insiden lalu lintas di sepanjang rute.
Dengan menghubungkan Ask Maps ke akun Gmail (segera hadir untuk Google Calendar), dia secara cerdas memahami bukti reservasi hotel atau tiket penerbangan pengguna.
Pengguna bisa langsung bertanya: “Ada ide kegiatan yang bisa saya lakukan di sekitar hotel sebelum penerbangan saya besok?” Ask Maps akan menyarankan rute dan tempat-tempat legendaris terdekat serta menghitungkan waktu keberangkatan paling pas ke bandara tanpa perlu menjelaskan ulang rencana perjalanan dari awal.
Dengan mengaktifkan setelan riwayat (history settings), Ask Maps mampu mengingat riwayat percakapan sebelumnya. Pengguna dapat melanjutkan perencanaan perjalanan kapan saja dengan pertanyaan lanjutan seperti: “Kemarin kamu menyarankan itinerary ke Bali Zoo, setelah itu bisa lanjut ke mana lagi ya?” tanpa harus mengulang input awal.
Google merancang Ask Maps dengan standar privasi tertinggi. Opsi untuk menghubungkan aplikasi seperti Gmail dinonaktifkan secara default, sehingga pengguna memegang kendali penuh untuk memilih aplikasi mana yang ingin dihubungkan.
Melalui sinergi teknologi konversasional dan data lokasi terkini, Ask Maps diklaim mampu menjadi teman setia setiap langkah perjalanan masyarakat Indonesia.