"Ada stereotip yang mengakar bahwa macOS secara inheren lebih aman karena basis penggunanya lebih kecil—sehingga penjahat siber menganggapnya sebagai target bernilai rendah—atau karena platform itu sendiri memiliki banyak fitur keamanan yang tangguh,” ujar Sergey Puzan, pakar keamanan siber di Kaspersky.
Pengguna macOS Lebih Rentan Malware dari Windows, Kok Bisa?

- Survei Kaspersky mencatat 12% pengguna macOS mengalami infeksi malware, melampaui Windows 9%, di tengah penggunaan perangkat lunak keamanan khusus yang lebih rendah, yakni 35% berbanding 42%.
- Pengguna macOS juga lebih banyak melaporkan phishing, penipuan, pelanggaran privasi, dan pencurian data pribadi; mereka lebih jarang menghindari tautan mencurigakan serta menerapkan kata sandi kompleks dan autentikasi multifaktor.
- Kaspersky menilai anggapan macOS lebih aman tidak cukup, karena phishing, serangan rantai pasok, dan malware khusus Mac terus berkembang; perlindungan anti-malware, anti-phishing, serta pengelola kata sandi diperlukan.
Survei terbaru Kaspersky menyoroti adanya kesenjangan perlindungan antara perangkat berbasis macOS dan Windows. Meskipun macOS telah lama dianggap sebagai sistem operasi yang lebih aman, 12 persen penggunanya melaporkan adanya infeksi malware, dibandingkan dengan 9 persen pengguna Windows.
Selain itu, hanya 35 persen pemilik macOS yang menginstal perangkat lunak keamanan khusus, berbanding dengan 42 persen pengguna Windows.
Insiden lebih tinggi pengguna macOS
Menurut survei terbaru Kaspersky, pengguna Windows melaporkan tingkat penerapan yang lebih tinggi untuk sebagian besar langkah keamanan, sementara pengguna macOS menunjukkan sedikit keunggulan dalam beberapa tindakan yang berfokus pada privasi.
Pada saat yang sama, selama setahun terakhir, pengguna macOS melaporkan persentase yang lebih tinggi dibandingkan pengguna Windows terkait insiden keamanan siber.
Kesenjangan terbesar dalam pendekatan keamanan siber terlihat pada kebiasaan untuk tidak membuka email atau tautan yang mencurigakan, 62 persen pengguna Windows menerapkan kebiasaan ini dibandingkan dengan 51 persen user macOS.
Dalam hal instalasi perangkat lunak keamanan siber, pengguna macOS juga tertinggal. Sementara 42 persen pengguna Windows melaporkan penggunaan perangkat lunak perlindungan kehidupan digital, angka ini hanya 35 persen untuk pengguna macOS—sebuah angka yang menurut para ahli keamanan Kaspersky tergolong rendah dan mengkhawatirkan.
Sebanyak 12 persen responden pengguna macOS mengaku telah menjadi korban phishing (email, situs web, atau pesan palsu) selama setahun terakhir, dibandingkan dengan 9 persen konsumen Windows. Selain itu, selama periode tersebut, pengguna macOS lebih banyak menghadapi penipuan umum dan penipuan investasi (16 persen berbanding 13 persen), pelanggaran privasi (11 persen berbanding 8 persen), serta pencurian data pribadi (12 persen berbanding 7 persen).
Penerapan praktik keamanan

Ilustrasi penyidik kejahatan siber (pexels.com/Mikhail Nilov) Untuk menangkal ancaman-ancaman spesifik ini, perlindungan anti-malware dan anti-phishing yang tangguh sangatlah penting. Penyerang berupaya keras mengembangkan versi baru malware yang lebih kuat dan lebih sulit terdeteksi dari berbagai jenis payload berbahaya—seperti stealer (pencuri data) dan spyware (perangkat lunak mata-mata)—sembari mengandalkan teknik phishing untuk mendapatkan akses ke data pengguna.
Solusi keamanan khusus memberikan lapisan deteksi dan pertahanan waktu nyata yang krusial untuk melengkapi perlindungan bawaan macOS. Pengujian independen pun telah berulang kali menunjukkan bahwa pilihan efektif, seperti Kaspersky Premium untuk macOS, mampu memberikan perlindungan tangguh.
Terkait keamanan kredensial dan kata sandi, user Windows juga menunjukkan tingkat penerapan praktik keamanan yang lebih baik. Mereka unggul dalam penggunaan kata sandi unik untuk setiap akun (38 persen berbanding 35 persen) dan kata sandi yang kompleks (52 persen berbanding 45 persen), serta penggunaan autentikasi dua faktor atau multifaktor (51 persen berbanding 46 persen).
Pengelola kata sandi khusus
Menggunakan pengelola kata sandi khusus merupakan langkah strategis berikutnya. Alat semacam itu menyimpan semua kredensial dalam brankas aman yang dilindungi oleh satu kata sandi utama, sehingga pengguna tidak perlu lagi mengingat ratusan kata sandi sekaligus menjaganya tetap aman dari kebocoran data.
Alat ini juga mendukung metode autentikasi modern seperti passkey, yang memungkinkan proses masuk (sign-in) yang lancar dan hanya dengan satu ketukan di semua perangkat melalui sinkronisasi aman—kemampuan yang ditawarkan oleh solusi seperti Kaspersky Password Manager.
Meskipun pandangan tersebut tidak sepenuhnya keliru, lanskap ancaman telah berkembang secara drastis. Penyerang secara aktif menggunakan phishing dan melakukan serangan rantai pasok yang sering kali memungkinkan mereka menjangkau pengguna sistem operasi apa pun dalam satu kampanye siber.
Selain itu, malware khusus Mac bukanlah hal yang langka, dan terdapat banyak keluarga malware yang secara eksklusif menargetkan Mac. Akibatnya, perangkat apa pun yang terhubung ke internet—terlepas dari sistem operasi atau bentuk fisiknya—memerlukan perangkat lunak keamanan siber untuk melindungi diri dari berbagai ancaman siber.




















