AWS re:Invent 2025: Deretan Terobosan AI Otonom hingga Chip Terbaru

- AWS memperkenalkan Frontier Agents sebagai agen AI otonom yang mampu bekerja secara mandiri dalam durasi panjang tanpa intervensi manusia.
- Amazon Nova 2 meluncurkan empat varian baru model untuk menjawab kebutuhan enterprise, serta pendekatan baru lewat Nova Forge dan Nova Act.
- AWS menghadirkan 18 model baru di Amazon Bedrock, memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan untuk memilih model AI yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Amazon Web Services (AWS) belum lama ini memamerkan deretan inovasi teknologi yang diumumkan di ajang AWS re:Invent 2025, yang digelar di Las Vegas pada 1–5 Desember lalu. Tahun ini, AWS menyoroti pergeseran besar menuju era Agentic AI. Ini merupakan autonomous agents yang tidak hanya mampu menghasilkan output, tetapi juga menalar, mengambil keputusan, dan bekerja secara mandiri dalam menyelesaikan berbagai tugas kompleks.
Tak hanya di sisi kecerdasan buatan, AWS juga memperkenalkan pembaruan signifikan pada infrastruktur dan fondasi teknologinya untuk menopang kebutuhan AI skala besar. Mulai dari, kehadiran AWS Frontier Agents hingga ekspansi model GenAI, berikut beberapa teknologi AI baru dari AWS.
1. AWS Frontier Agents
AWS memperkenalkan Frontier Agents sebagai kategori baru agen AI otonom yang dirancang untuk bekerja secara mandiri dalam durasi panjang, mulai dari hitungan jam hingga berhari-hari tanpa intervensi manusia. Berbeda dari AI konvensional yang bersifat reaktif, Frontier Agents mampu menalar, memahami konteks kerja, dan menjalankan tugas berkelanjutan layaknya anggota tim digital.
Dalam debutnya, AWS menghadirkan tiga Frontier Agents utama dengan peran spesifik. Kiro Autonomous Agent berfungsi sebagai pengembang virtual perusahaan yang dapat menavigasi code repository, melakukan triase bug, hingga meningkatkan test coverage secara proaktif.
AWS Security Agent berperan sebagai konsultan keamanan cerdas yang memahami arsitektur infrastruktur organisasi. Ia bisa memberikan rekomendasi keamanan yang bisa langsung diterapkan ke dalam workflow developer sejak tahap awal.
Sementara itu, AWS DevOps Agent bertindak sebagai tim operasional yang selalu aktif untuk mendeteksi insiden, mengidentifikasi akar masalah, serta membantu proses pemulihan.
2. Amazon Nova 2

AWS memperluas portofolio GenAI melalui peluncuran lini model Amazon Nova 2, yang menghadirkan empat varian baru, yaitu Nova Lite, Pro, Sonic, dan Omni.
Model-model ini dirancang untuk menjawab beragam kebutuhan enterprise, mulai dari penalaran kompleks, pemrosesan multimodal, hingga pembuatan kode dan tugas-tugas agentic.
Tak hanya menghadirkan model, AWS juga memperkenalkan pendekatan baru lewat Nova Forge dan Nova Act. Nova Forge memelopori konsep open training dengan membuka akses checkpoint dari model yang telah dilatih sebelumnya. Dengan begitu, perusahaan bisa mengombinasikan data eksklusif mereka dengan data terkurasi Amazon Nova untuk menghasilkan model yang lebih relevan dan terpersonalisasi.
Sementara itu, Nova Act memungkinkan otomatisasi tugas berbasis browser menggunakan bahasa sehari-hari tanpa perlu menulis skrip preskriptif, dengan tingkat keandalan hingga 90% berkat dukungan model Nova 2 Lite yang telah dikustomisasi.
3. Amazon Bedrock
AWS juga menghadirkan 18 model baru yang memperluas pilihan bagi organisasi. Penambahan ini memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan untuk memilih model AI yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis, tingkat kompleksitas, hingga strategi adopsi AI mereka.
Salah satu sorotan utama adalah kehadiran model dari Mistral AI yang untuk pertama kalinya tersedia di Amazon Bedrock, yakni Mistral Large 3 sebagai model open-weight paling canggih. Ada pula Ministral 3, model multimodal yang ringkas namun serbaguna.
Selain itu, Bedrock juga kini mendukung model populer lain seperti Gemma 3 dari Google, M2 dari MiniMax, Nemotron dari NVIDIA, hingga GPT OSS Safeguard dari OpenAI.
Rangkaian inovasi yang diperkenalkan AWS di re:Invent 2025 menjadi tanda bahwa komputasi awan semakin otonom, cerdas, dan terintegrasi. Dari agentic AI hingga perluasan model dan infrastruktur pendukungnya, AWS membuka peluang baru bagi organisasi untuk berinovasi lebih cepat sekaligus efisien.

















