ilustrasi Google Cloud, komputasi awan, teknologi (unsplash.com/appshunter.io)
Di tengah perubahan industri teknologi, Meta dan Google mulai berupaya mengembangkan bisnis di luar periklanan digital. Langkah ini penting karena ketergantungan pada satu jenis pendapatan bisa menjadi risiko ketika kebiasaan konsumen berubah. Meta saat ini masih sangat bergantung pada iklan yang menyumbang sekitar 98 persen dari total penjualannya. Perusahaan pun mulai mengembangkan model bisnis berlangganan melalui layanan AI dan agen digital untuk menciptakan aliran pendapatan baru.
Google memiliki posisi yang relatif lebih kuat dalam hal diversifikasi bisnis. Pendapatan iklan perusahaan sudah menyumbang kurang dari dua pertiga total pendapatannya. Salah satu bisnis yang terus berkembang adalah Google Cloud, yang mencatat pertumbuhan pendapatan lebih dari 100 persen menjadi US$31 miliar atau sekitar Rp517 triliun pada kuartal III 2026. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur komputasi dan chip AI khusus yang dikembangkan Google, yaitu Tensor Processing Units (TPU).
Meski memiliki bisnis cloud yang berkembang pesat, Google tetap perlu membuktikan bahwa mesin pencarinya mampu menghasilkan pendapatan secara efektif di tengah perubahan teknologi. Analis Wedbush menilai prospek saham Alphabet masih sangat bergantung pada kemampuan perusahaan mengubah persepsi pasar terhadap masa depan Google Search. Perusahaan perlu menghadirkan produk iklan baru sekaligus menunjukkan bahwa teknologi AI dapat menghasilkan pendapatan seperti model pencarian tradisional. Dengan kata lain, keberhasilan Google dalam persaingan AI gak cukup hanya diukur dari kecanggihan teknologinya, tapi juga dari kemampuannya mempertahankan bisnis yang selama ini menjadi andalan.
Perkembangan AI mulai menciptakan perubahan besar dalam industri periklanan digital. Salah satunya adalah bisnis iklan Meta melejit. Perusahaan tersebut berhasil memanfaatkan AI untuk meningkatkan efektivitas iklan sehingga pertumbuhan bisnisnya semakin kompetitif dibandingkan Google Search.
Sebaliknya, Google harus menghadapi tantangan berupa perubahan kebiasaan pengguna yang mulai mengandalkan chatbot untuk mencari informasi. Meski keduanya sama-sama memiliki modal besar untuk mengembangkan AI, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada kemampuan mengubah investasi teknologi menjadi pendapatan yang berkelanjutan.