Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Ini Harganya

7 min read
Ray-Ban Meta dan Oakley Meta Resmi Masuk Indonesia, Ini Harganya
Meta AI Glasses (IDN Times/Fatkhur Rozi)
  • Ray-Ban Meta dan Oakley Meta resmi hadir di Indonesia dengan harga mulai Rp8,7 jutaan.

  • Perangkat ini menawarkan kamera, audio open-ear, perintah suara, Meta AI, serta fitur penerjemahan percakapan.

  • Ray-Ban Meta menyasar kebutuhan sehari-hari, sedangkan Oakley Meta berfokus pada aktivitas olahraga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

EssilorLuxottica dan Meta resmi mengumumkan kehadiran kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) Ray-Ban Meta dan Oakley Meta di Indonesia pada Selasa (3/11/2026). Kedua lini perangkat tersebut dijadwalkan mulai dijual pada 11 November 2026, dengan harga mulai Rp8,7 jutaan. Peluncuran ini sekaligus menandai ketersediaan fitur Meta AI untuk pengguna kacamata pintar tersebut di Indonesia.

Kehadiran Ray-Ban Meta dan Oakley Meta menjadi menarik karena keduanya menawarkan cara berbeda untuk menggunakan teknologi tanpa harus selalu mengandalkan smartphone. Pengguna dapat mengambil foto dan video, mendengarkan musik, menerima panggilan telepon, hingga berinteraksi dengan AI melalui perintah suara. Sejumlah model juga mendukung penerjemahan percakapan secara langsung serta integrasi dengan aplikasi kebugaran untuk memantau aktivitas olahraga.

Untuk pasar Indonesia, EssilorLuxottica dan Meta menghadirkan beberapa pilihan produk dengan karakter penggunaan yang berbeda. Ray-Ban Meta lebih menonjolkan desain kacamata untuk aktivitas sehari-hari, sementara Oakley Meta diarahkan untuk pengguna dengan gaya hidup aktif dan kebutuhan olahraga. Keduanya menjadi bagian dari perluasan ekosistem perangkat wearable berbasis AI yang menggabungkan fungsi kacamata konvensional dengan teknologi digital.

  1. 1. Ray-Ban Meta Gen 3 hadir dengan tiga desain ikonik

    IMG_0443.JPG
    Meta AI Glasses (IDN Times/Fatkhur Rozi)

    Salah satu produk yang akan tersedia di Indonesia adalah Ray-Ban Meta Gen 3. Kacamata pintar ini hadir dalam tiga desain, yakni Wayfarer, Aviator, dan Zena, yang mempertahankan karakter visual khas Ray-Ban. Di balik desain tersebut, Meta menyematkan teknologi AI, kamera terintegrasi, serta sistem audio open-ear untuk mendukung berbagai aktivitas pengguna.

    Melalui kamera yang terpasang pada bingkai, pengguna dapat mengambil foto maupun merekam video dari sudut pandang mereka tanpa harus mengeluarkan smartphone. Kemampuan ini memungkinkan pengguna mengabadikan berbagai momen secara hands-free, termasuk ketika sedang berjalan atau melakukan aktivitas lainnya. Hasil rekaman juga memberikan perspektif yang berbeda karena kamera berada pada posisi yang mendekati pandangan mata pengguna.

    Ray-Ban Meta juga dilengkapi Meta AI yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan mengenai objek atau lingkungan yang sedang dilihat. Selain itu, tersedia fitur penerjemahan percakapan secara langsung atau live translation, pengiriman pesan, serta panggilan telepon. Sistem audio open-ear memungkinkan pengguna mendengarkan musik dan podcast tanpa menggunakan earbuds terpisah.

    Kemampuan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Meta untuk menghadirkan AI yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Alih-alih harus selalu membuka aplikasi pada smartphone, pengguna dapat mengakses sejumlah fungsi melalui interaksi langsung dengan kacamata.

  2. 2. Ray-Ban Meta Optics mendukung penggunaan lensa resep

    Selain Ray-Ban Meta Gen 3, EssilorLuxottica dan Meta turut menghadirkan lini Ray-Ban Meta Optics untuk pengguna yang membutuhkan kacamata resep. Koleksi ini mencakup Blayzer Optics Gen 2 dan Scriber Optics Gen 2, yang dirancang untuk menggabungkan fungsi penglihatan dengan teknologi kacamata pintar.

    Berbeda dari kacamata pintar yang hanya berfokus pada penggunaan sebagai aksesori, Ray-Ban Meta Optics menawarkan fleksibilitas dalam pemilihan lensa. Pengguna dapat memilih lensa bening maupun lensa pelindung matahari sesuai kebutuhan. Dukungan lensa resep juga memungkinkan perangkat digunakan sebagai kacamata utama dalam aktivitas sehari-hari.

    EssilorLuxottica menyediakan sejumlah pilihan teknologi lensa, termasuk Transitions, Polarized, dan Blue Light Filter. Lensa Transitions dirancang untuk menyesuaikan tingkat kegelapan berdasarkan kondisi cahaya, sedangkan Polarized ditujukan untuk membantu mengurangi silau. Sementara itu, Blue Light Filter menjadi salah satu pilihan bagi pengguna yang menginginkan penyaringan cahaya biru.

    Kehadiran lini Optics memperluas pilihan bagi pengguna yang ingin memanfaatkan teknologi AI tanpa harus meninggalkan kebutuhan koreksi penglihatan. Dengan pendekatan tersebut, Ray-Ban Meta tidak hanya ditawarkan sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai kacamata yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan visual pengguna.

  3. 3. Oakley Meta HSTN dibekali kamera 3K Ultra HD

    IMG_0442.JPG
    Meta AI Glasses (IDN Times/Fatkhur Rozi)

    Untuk pengguna yang menyukai desain lebih sporty, EssilorLuxottica dan Meta menghadirkan Oakley Meta HSTN. Kacamata pintar ini memadukan karakter desain khas Oakley dengan teknologi kamera dan audio terintegrasi. Perangkat tersebut ditujukan bagi pengguna yang ingin mengabadikan aktivitas tanpa harus memegang smartphone.

    Oakley Meta HSTN dilengkapi kamera 3K Ultra HD yang memungkinkan pengguna merekam momen dari sudut pandang mereka. Kamera tersebut dipadukan dengan speaker open-ear yang terintegrasi pada bingkai kacamata. Kombinasi ini memungkinkan pengguna mendengarkan audio sekaligus tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

    Dari sisi ketahanan, Oakley Meta HSTN memiliki sertifikasi IPX4. Standar tersebut menunjukkan perlindungan terhadap percikan air dalam kondisi pengujian tertentu, sehingga perangkat dirancang untuk mendukung aktivitas yang melibatkan gerakan dan penggunaan di luar ruangan. Namun, sertifikasi tersebut bukan berarti kacamata dapat digunakan untuk aktivitas di dalam air.

    Pada varian tertentu, Oakley Meta HSTN juga dilengkapi lensa PRIZM. Teknologi lensa ini dirancang untuk meningkatkan kejelasan penglihatan dan mempertegas kontras warna dalam berbagai kondisi pencahayaan. Fitur tersebut menjadi salah satu pembeda Oakley Meta HSTN dibandingkan lini Ray-Ban Meta yang lebih berfokus pada penggunaan sehari-hari.

  4. 4. Oakley Meta Vanguard dirancang khusus untuk olahraga

    IMG_0433.JPG
    Meta AI Glasses (IDN Times/Fatkhur Rozi)

    Oakley Meta Vanguard menjadi model lain yang akan tersedia di Indonesia dengan fokus lebih besar pada kebutuhan olahraga. Kacamata pintar ini dirancang untuk mendukung aktivitas seperti berlari, bersepeda, dan latihan di luar ruangan. Meta menyebut pendekatan tersebut sebagai Athletic Intelligence, yakni integrasi teknologi yang membantu pengguna memantau aktivitas tanpa harus terus melihat perangkat lain.

    Untuk kebutuhan dokumentasi, Oakley Meta Vanguard dibekali kamera ultra-wide 12MP dengan sudut pandang 122 derajat. Konfigurasi tersebut memungkinkan kamera menangkap area yang lebih luas ketika pengguna merekam aktivitas olahraga. Perangkat ini juga menggunakan speaker open-ear berdesibel tinggi dan teknologi peredam kebisingan angin untuk membantu menjaga pengalaman audio ketika digunakan di luar ruangan.

    Dari sisi desain, Oakley Meta Vanguard dibuat agar kompatibel dengan helm sepeda maupun topi. Kacamata ini juga memiliki sertifikasi IP67 untuk perlindungan terhadap debu dan air dalam kondisi pengujian tertentu. Kombinasi tersebut ditujukan untuk mendukung penggunaan dalam aktivitas yang lebih intensif dibandingkan kebutuhan sehari-hari.

    Menariknya, Oakley Meta Vanguard dapat terintegrasi dengan aplikasi kebugaran seperti Strava dan Garmin. Integrasi ini memungkinkan pengguna memantau informasi performa olahraga secara real-time melalui ekosistem perangkat yang kompatibel. Dengan demikian, kacamata tidak hanya berfungsi untuk merekam aktivitas, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman pemantauan kebugaran.

  5. 5. Meta AI kini tersedia untuk pengguna di Indonesia

    IMG_0445.JPG
    Meta AI Glasses (IDN Times/Fatkhur Rozi)

    Bersamaan dengan peluncuran perangkat, Meta juga mengumumkan ketersediaan fitur Meta AI bagi pengguna Ray-Ban Meta dan Oakley Meta di Indonesia. Kehadiran fitur ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan AI secara bebas genggam melalui kacamata. Pengguna dapat meminta informasi, mengajukan pertanyaan mengenai apa yang mereka lihat, maupun menggunakan fitur penerjemahan percakapan.

    Ketersediaan Meta AI menjadi salah satu aspek penting karena kemampuan AI merupakan bagian utama dari pengalaman menggunakan kacamata pintar tersebut. Tanpa harus selalu membuka smartphone, pengguna dapat memanfaatkan perintah suara untuk mengakses sejumlah fungsi. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana AI mulai diintegrasikan ke perangkat yang digunakan langsung pada tubuh.

    Pieter Lydian, Managing Director Meta Indonesia, menjelaskan bahwa perluasan ketersediaan kacamata AI merupakan bagian dari upaya Meta menghadirkan teknologi yang lebih personal.

    "Kami membangun superintelligence yang personal untuk siapa saja, dan kami sangat senang dapat membawanya lebih dekat kepada masyarakat Indonesia melalui kacamata AI terdepan di industri kami, berkolaborasi dengan EssilorLuxottica. Jutaan orang telah memanfaatkannya untuk mendengarkan musik, menerima panggilan bebas genggam, menggunakan fitur penerjemahan langsung, hingga mengabadikan momen-momen berharga tanpa perlu meraih ponsel, dengan beragam pilihan gaya yang cocok untuk semua," ujar Pieter.

    Sementara itu, Dailami Aziz, President Director EssilorLuxottica Indonesia, menyebut kehadiran Ray-Ban Meta dan Oakley Meta memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna dengan kebutuhan berbeda. Mulai dari kacamata hitam hingga kacamata resep, perusahaan ingin menghadirkan teknologi AI yang dapat digunakan dalam berbagai aktivitas.

  6. 6. Harga Ray-Ban Meta dan Oakley Meta di Indonesia

    IMG_0395.JPG
    Meta AI Glasses (IDN Times/Fatkhur Rozi)

    EssilorLuxottica dan Meta memastikan seluruh lini kacamata pintar tersebut mulai tersedia di Indonesia pada 11 November 2026. Konsumen dapat memilih model berdasarkan kebutuhan penggunaan, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga olahraga. Harga yang ditawarkan berbeda untuk setiap lini perangkat.

    Berikut harga awal masing-masing produk di Indonesia:

    • Ray-Ban Meta Gen 3: Rp8.999.000
    • Ray-Ban Meta Optics Gen 2: Rp9.399.000
    • Oakley Meta HSTN: Rp8.799.000
    • Oakley Meta Vanguard: Rp10.999.000

    Penjualan akan dilakukan melalui dealer resmi Ray-Ban dan Oakley di Indonesia. Konsumen yang ingin mengetahui lokasi penjualan dapat mengunjungi situs resmi. Secara keseluruhan, kehadiran Ray-Ban Meta dan Oakley Meta memperluas pilihan perangkat wearable berbasis AI di Indonesia. Ray-Ban Meta menawarkan integrasi AI dalam desain kacamata untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan Oakley Meta memberikan perhatian lebih besar pada aktivitas olahraga dan pemantauan performa. Dengan harga mulai Rp8,7 jutaan, kedua lini ini menyasar pengguna yang ingin mencoba pengalaman menggunakan AI tanpa harus selalu berinteraksi langsung dengan layar smartphone.

Related Articles

See More