Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Mendeteksi Gambar atau Karya Desain Grafis Buatan AI
ilustrasi seseorang memegang kertas bertuliskan AI (unsplash.com/@hiteshchoudhary)
  • Gambar dan desain AI makin sulit dibedakan dari karya manusia; situs seperti Hive Detect dan Sightengine dapat menganalisis unggahan gambar serta memberi skor kemungkinan konten AI.
  • SynthID dari Google DeepMind memakai watermark digital tak terlihat yang dapat diperiksa lewat Gemini atau SynthID Detector, untuk mengidentifikasi konten dari teknologi AI yang mendukungnya.
  • Hasil deteksi tidak selalu akurat: gambar AI bisa lolos, karya manusia bisa salah terklasifikasi, dan ketiadaan watermark bukan bukti gambar pasti dibuat manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemajuan AI generatif saat ini mampu membuat gambar atau poster digital dalam waktu singkat. Hasilnya semakin sulit dibedakan dari karya desainer manusia. Hal ini bisa memunculkan masalah karena hasil karya asli manusia tentu punya nilai yang lebih tinggi. Meski begitu, beberapa situs pendeteksi AI dan teknologi SynthID dari Google dapat membantu memeriksa asal-usul gambar, meskipun hasilnya tidak selalu akurat 100 persen. Berikut pembahasan lengkapnya. 

1. Ada beberapa situs untuk mendeteksi gambar buatan AI

ilustrasi AI (pexels.com/@tara-winstead)

Terdapat beberapa situs yang bisa digunakan untuk memeriksa apakah sebuah gambar kemungkinan dibuat menggunakan AI. Sebagian menyediakan pemeriksaan langsung melalui peramban, sedangkan lainnya menawarkan layanan analisis untuk kebutuhan profesional. Perlu diketahui, ketersediaan fitur gratis, batas unggahan, dan kebutuhan membuat akun dapat berbeda pada setiap platform.

Nama Platform (Situs)

Keunggulan

Alamat Web

Hive Detect

Menyediakan analisis gambar, video, dan audio, termasuk perkiraan model AI yang menghasilkan konten.

hivedetect.ai

Sightengine

Memiliki API untuk pemeriksaan otomatis dalam jumlah besar, cocok untuk moderasi konten pada platform digital.

sightengine.com

Illuminarty

Menyediakan visualisasi area gambar yang diduga dihasilkan AI melalui analisis bagian tertentu dari gambar.

illuminarty.ai

AI or Not

Menawarkan pemeriksaan gambar dan audio untuk membantu mengenali konten sintetis.

aiornot.com

Catatan: beberapa jenis layanan memerlukan biaya langganan

2. Cara mendeteksi gambar AI menggunakan situs online

ilustrasi teks AI (unsplash.com/@markuswinkler)

Secara umum, cara menggunakan situs pendeteksi gambar AI cukup sederhana. Kamu hanya perlu menyiapkan berkas gambar yang ingin diperiksa, kemudian mengunggahnya ke layanan pilihan.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka salah satu situs pendeteksi gambar AI, misalnya Hive Detect atau Sightengine.

  2. Pilih fitur pemeriksaan gambar atau AI Image Detection.

  3. Unggah berkas gambar atau poster dari perangkat.

  4. Tunggu hingga proses analisis selesai.

  5. Perhatikan hasil pemeriksaan, termasuk skor keyakinan atau kategori yang diberikan.

Jika hasilnya menunjukkan kemungkinan gambar dibuat menggunakan AI, kamu bisa menjadikannya petunjuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan bahwa seluruh desain dibuat menggunakan AI karena sebagian poster merupakan gabungan foto asli, aset grafis, dan elemen generatif.

3. Cara memverifikasi gambar menggunakan SynthID

Gemini AI (blog.google)

Selain menggunakan situs pendeteksi AI pihak ketiga, kamu juga bisa memanfaatkan SynthID, teknologi watermark digital dari Google DeepMind. Teknologi ini menyisipkan penanda digital yang tidak terlihat oleh mata manusia. Menurut Google DeepMind, watermark SynthID dirancang agar tetap dapat dikenali meskipun konten mengalami perubahan tertentu, seperti kompresi, pemotongan, atau penyesuaian warna. Ada dua cara untuk melakukan pemeriksaan:

Melalui aplikasi Gemini

  1. Buka situs gemini.google.com atau aplikasi Gemini.

  2. Unggah satu gambar yang ingin diperiksa.

  3. Masukkan pertanyaan seperti, "Apakah gambar ini dibuat atau diedit menggunakan AI Google?"

  4. Tunggu Gemini melakukan pemeriksaan.

  5. Baca hasil verifikasi untuk mengetahui apakah sistem menemukan watermark SynthID atau informasi Content Credentials.

Melalui SynthID Detector

Google telah membuka akses SynthID Detector untuk masyarakat umum secara global dalam bahasa Inggris pada Oktober 2026. Berbeda dari pemeriksaan melalui Gemini yang berfokus pada konten buatan Google AI, portal ini dirancang untuk memeriksa watermark SynthID dari Google dan sejumlah mitra teknologi, termasuk OpenAI, NVIDIA, dan Kakao.

Cara menggunakannya cukup mudah:

  1. Buka portal resmi SynthID Detector melalui synthid.com

  2. Unggah berkas gambar yang ingin diperiksa.

  3. Tunggu sistem menganalisis keberadaan watermark digital.

  4. Periksa hasilnya untuk mengetahui apakah konten memiliki penanda SynthID.

Jika watermark terdeteksi, hasilnya menjadi petunjuk bahwa sebagian atau seluruh konten dibuat atau diedit menggunakan teknologi AI yang mendukung SynthID. Namun, hasil tanpa watermark bukan berarti gambar pasti dibuat manusia karena tidak semua generator AI menggunakan teknologi tersebut.

4. Situs pendeteksi gambar AI tidak selalu akurat

ilustrasi AI (magnific.com/iuriimotov)

Situs pendeteksi gambar AI tidak memiliki tingkat akurasi yang selalu sempurna untuk semua jenis gambar. Hasil pemeriksaan bisa berbeda karena setiap layanan menggunakan model, data pelatihan, dan metode analisis masing-masing.

FAQ seputar deteksi gambar buatan AI

Apakah gambar AI bisa lolos dari situs pendeteksi?

Bisa. Perkembangan generator gambar AI dan proses penyuntingan dapat membuat sejumlah gambar sulit dikenali oleh alat pendeteksi.

Apakah gambar asli bisa dianggap sebagai buatan AI?

Bisa. Kesalahan deteksi atau false positive dapat terjadi ketika sistem keliru mengklasifikasikan foto atau desain buatan manusia sebagai konten AI.

Apakah SynthID bisa mendeteksi semua gambar buatan AI?

Tidak. SynthID dirancang untuk mengenali watermark dari konten yang menggunakan teknologi pendukungnya. Gambar dari generator AI lain yang tidak menyertakan watermark tersebut mungkin tidak terdeteksi.

Apakah poster yang dibuat menggunakan Canva atau Photoshop bisa terdeteksi sebagai AI?

Bisa, tergantung elemen yang digunakan dan metode pemeriksaan. Poster yang dibuat secara manual, tetapi memakai gambar hasil generator AI bisa memperoleh hasil deteksi berbeda dari poster yang seluruh elemennya dibuat menggunakan AI.

Kesimpulannya, diperlukan beberapa gabungan metode untuk mendeteksi gambar hasil AI agar hasilnya lebih akurat. Menariknya, beberapa orang mungkin langsung menyadari sebuah karya desain grafis yang dihasilkan AI. Penyebabnya adalah desain visual tersebut terlihat generik secara kasat mata. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article