Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fakta Claude Sonnet 5, AI Kelas Menengah Berspesifikasi Gahar
ilustrasi platform Claude AI (unsplash.com/Planet Volumes)
  • Anthropic merilis Claude Sonnet 5 sebagai model AI kelas menengah dengan kemampuan otonom lebih baik, menawarkan performa mendekati model premium namun dengan harga yang lebih terjangkau.
  • Sonnet 5 mencatat peningkatan signifikan pada uji koding dan riset, bahkan melampaui beberapa pesaing seperti GPT-5.5, serta mampu mengeksekusi tugas multilangkah secara mandiri tanpa intervensi pengguna.
  • Dilengkapi sistem keamanan baru dan fitur penyaring tugas berbahaya, Sonnet 5 kini tersedia luas di berbagai platform cloud dengan tarif penggunaan yang kompetitif hingga Agustus 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Industri kecerdasan buatan (AI) kembali diramaikan oleh peluncuran model terbaru dari Anthropic. Mereka resmi merilis Claude Sonnet 5 yang membawa peningkatan dalam kemampuan melakukan berbagai tugas otonom. Langkah ini menunjukkan tren baru di mana model AI kelas menengah kini dituntut memiliki kemampuan agentic yang lebih baik.

Peluncuran ini menjadi angin segar bagi para developer karena Sonnet 5 diklaim memiliki kualitas hampir setara dengan model kelas atas sebelumnya. Harga yang dipatok juga tergolong ekonomis sehingga cocok untuk menekan biaya operasional perusahaan. Berikut spesifikasi lengkap dari Claude Sonnet 5!

1. Posisi Sonnet 5 di tengah hierarki model bahasa Anthropic

hasil benchmark Claude Sonnet 5 (anthropic.com)

Sonnet 5 hadir sebagai penerus dari Sonnet 4.6 yang dirilis pada bulan Februari lalu. Posisinya berada di kelas menengah, di bawah keluarga Opus yang lama menjadi kelas tertinggi dari model Anthropic. Sonnet 5 dirancang untuk menangani pekerjaan otonom yang sebelumnya lebih cocok dieksekusi oleh Opus.

Sebenarnya, Anthropic juga memiliki kelas model atas baru, yaitu Fable 5 dan Mythos 5. Fable 5 adalah AI yang sempat dibatasi peredarannya oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Mythos 5 tidak tersedia secara publik. Sonnet 5 sendiri tidak dimaksudkan untuk menggantikan varian tersebut, melainkan untuk memberikan opsi yang lebih terjangkau bagi publik.

Salah satu fitur utama Sonnet 5 terletak pada fitur pemikiran adaptif yang langsung aktif secara bawaan. Pengguna dapat mengatur tingkat upaya penalaran AI ini dari rendah hingga sangat tinggi sesuai ketersediaan anggaran. Pendekatan ini memberikan ruang kendali yang lebih leluasa bagi pengembang saat menghadapi masalah teknis yang sangat berlapis.

2. Membawa peningkatan kemampuan koding

ilustrasi kecerdasan buatan (unsplash.com/Steve Johnson)

Kecerdasan Sonnet 5 terlihat pada tolok ukur pengujian rekayasa perangkat lunak bernama SWE-bench Pro. Model ini sukses meraih skor 63,2 persen, melampaui pencapaian versi sebelumnya yang hanya 58,1 persen. Skor tersebut bahkan mampu mengungguli GPT-5.5 besutan OpenAI yang mencatatkan angka 58,6 persen.

Meskipun begitu, skor kodingnya masih berada di bawah Opus 4.8 yang unggul dengan skor 69,2 persen. Kemampuan navigasi sistem komputer Sonnet 5 juga diuji melalui evaluasi OSWorld-Verified. Pada tes tersebut, AI ini menembus skor 81,2 persen, hampir menyamai skor Opus 4.8 di kisaran 83,4 persen.

Hal menarik justru muncul pada pengujian kemampuan pekerjaan berbasis pengetahuan menggunakan metode GDPval-AA v2. Sonnet 5 mencetak skor 1618, mengalahkan Opus 4.8 secara tipis yang hanya mampu meraih skor 1615. Artinya, Sonnet 5 sangat bisa diandalkan untuk riset mendalam, tugas kantoran, atau analisis yang membutuhkan penilaian kritis.

Sayangnya, Anthropic belum merilis skor resmi untuk pengujian Terminal-Bench 2.1 bagi model terbarunya ini. Kategori pengujian tersebut saat ini dikuasai oleh model pratinjau GPT-5.6 Sol Ultra milik pesaingnya dengan skor 91,9 persen. Kendati demikian, model Anthropic ini tetap unggul dari segi ketersediaan karena sudah bisa digunakan secara luas oleh publik.

3. Mengeksekusi tugas dengan lebih mandiri dan mulus

kemampuan agentic Claude Sonnet 5 (anthropic.com)

Nilai jual utama dari Sonnet 5 adalah kemampuannya menuntaskan instruksi berdurasi panjang secara mandiri. Generasi sebelumnya disebut kerap mogok di tengah proses sehingga memaksa pengguna untuk terus campur tangan. Kini, sistem Sonnet 5 bisa mengelola alur kerja multilangkah dari awal hingga akhir dengan lebih baik.

Kemampuan ini dilaporkan oleh beberapa perusahaan yang telah mencoba Sonnet 5, termasuk karyawan Zapier. Mereka menugaskan Sonnet 5 untuk memperbarui jenjang akun Salesforce dan langsung menyebarkan surel pengumuman ke kontak klien. Pekerjaan dua tahap yang biasanya sering macet tersebut kini berhasil diselesaikan dalam satu proses jalan.

Cerita lain datang dari pengembang pihak ketiga yang meminta Sonnet 5 untuk menyelidiki eror pada program mereka. Tanpa disuruh secara rinci, model ini langsung menulis kode pengujian, menambal kerusakannya, dan memastikan eror tidak muncul lagi.

Dari segi infrastruktur, Anthropic juga menggunakan pemroses kosakata (tokenizer) baru yang mengubah cara AI tersebut membedah teks. Teks masukan yang sama kini akan dikonversi menjadi sekitar 30 persen lebih banyak token dibandingkan dengan model terdahulu. Perubahan ini berdampak pada manajemen batasan luaran teks yang kini sebaiknya diperhatikan ulang oleh para developer yang menggunakan model ini.

4. Dibekali perlindungan untuk menyaring tugas berbahaya

hasil uji skor keamanan Claude Sonnet 5 (anthropic.com)

Tingkat ketahanan keamanan model AI ini juga mengalami peningkatan jika disandingkan dengan Sonnet 4.6. Audit perilaku Anthropic menemukan bahwa Sonnet 5 jauh lebih tegas dalam menolak perintah berbahaya dan pandai menangkis manipulasi teks. Frekuensi munculnya kesalahan informasi atau halusinasi serta kecenderungan untuk selalu setuju terhadap pengguna juga berhasil ditekan.

Demi mencegah penyalahgunaan skala besar, Anthropic telah menanamkan fitur perlindungan keamanan siber ke dalam model ini. Pengaman ini akan memblokir percakapan yang mengarah pada aktivitas peretasan jaringan. Kemampuan bawaan Sonnet 5 untuk membobol perangkat lunak juga tercatat masih sangat minim, jauh di bawah kecakapan varian Opus.

Kabar baiknya, Claude Sonnet 5 sudah didistribusikan secara merata untuk semua kelompok pengguna. Model ini dipasang sebagai pilihan utama bagi pelanggan aplikasi paket gratis maupun akun berlangganan premium Claude. Ekosistem layanan cloud komersial seperti Amazon Bedrock dan Google Cloud juga sudah membuka akses API untuk model ini.

Saat ini, Anthropic memberikan diskon untuk Sonnet 5 yang berlaku hingga penghujung Agustus 2026. Pengguna hanya perlu membayar 2 dolar AS (Rp36 ribu) per satu juta token input dan membayar 10 dolar AS (Rp180 ribu) untuk proses keluarannya. Mengingat segudang fitur dan peningkatan yang dibawanya, apakah kamu tertarik menggunakan Sonnet 5 ke dalam alur kerjamu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article